Pengertian Taaruf : Tata Cara, Manfaat dan Batasannya
Jum'at, 10 Maret 2023 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Walau demikian, bukan berarti kita bisa mudah menghentikan proses taaruf tanpa pertimbangan yang matang. Ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna dan sangat sesuai dengan kriteria kita.
5. Bisa mengenal calon pasangan dari orang terdekat
Taaruf akan melibatkan orang terdekat seperti orangtua atau kerabat dekat. Lewat mereka, kita akan mendapatkan informasi yang lebih jujur dan akurat mengenai calon pasangan. Hal ini berbeda dengan pacaran yang cenderung memperlihatkan hanya kebaikan-kebaikan satu sama lain.
Dengan cara ini juga, pihak ketiga akan berusaha menggali informasi sebanyak-banyaknya guna meyakinkan kita. Dengan demikian, kita tidak memerlukan waktu lama untuk mengenal calon pasangan, kan?
Demikian beberapa alasan mengapa taaruf lebih baik daripada pacaran. Ketika kamu memilih taaruf, itu berarti kita sudah melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya.
Tahapan dan Batasan Ta'aruf
Pada prakteknya, ternyata banyak kesalahan terjadi selama proses ta'aruf tersebut. Padahal dalam ta'aruf itu ada batasan yang harus diperhatikan. Antara lain:
1. Bukan sebagai pacaran Islami
Hal ini adalah kesalahan pertama yang banyak terjadi. Tidak ada istilah pacaran dalam Islam. Sebaliknya, Islam justru melarang segala perbuatan yang biasa dilakukan orang berpacaran. Yakni bertemu pria dan wanita non mahram, berduaan, pergi bersama, berkomunikasi tanpa perantara, hingga bermesraan, berpegangan tangan, berpelukan, dan lain sebagainya. Tak sedikit muslimin yang menganggap dibolehkannya pacaran Islami, yakni pacaran tanpa bersentuhan, tidak berduaan di tempat sepi, dan lain sebagainya. Namun mereka tetap bertemu, berkomunikasi, pergi bersama, saling memandang, memikirkan pasangan, jatuh hati, dan lain sebagainya.
Padahal telah jelas dalil larangan mendekati zina. Saking beratnya dosa zina, Allah pun melarang segala hal berkaitan zina, meski sekedar mendekatinya dan tidak melakukannya.
Allah Ta'ala berfirman,
“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32).
Rasulullah bersabda, “Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
5. Bisa mengenal calon pasangan dari orang terdekat
Taaruf akan melibatkan orang terdekat seperti orangtua atau kerabat dekat. Lewat mereka, kita akan mendapatkan informasi yang lebih jujur dan akurat mengenai calon pasangan. Hal ini berbeda dengan pacaran yang cenderung memperlihatkan hanya kebaikan-kebaikan satu sama lain.
Dengan cara ini juga, pihak ketiga akan berusaha menggali informasi sebanyak-banyaknya guna meyakinkan kita. Dengan demikian, kita tidak memerlukan waktu lama untuk mengenal calon pasangan, kan?
Demikian beberapa alasan mengapa taaruf lebih baik daripada pacaran. Ketika kamu memilih taaruf, itu berarti kita sudah melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya.
Tahapan dan Batasan Ta'aruf
Pada prakteknya, ternyata banyak kesalahan terjadi selama proses ta'aruf tersebut. Padahal dalam ta'aruf itu ada batasan yang harus diperhatikan. Antara lain:
1. Bukan sebagai pacaran Islami
Hal ini adalah kesalahan pertama yang banyak terjadi. Tidak ada istilah pacaran dalam Islam. Sebaliknya, Islam justru melarang segala perbuatan yang biasa dilakukan orang berpacaran. Yakni bertemu pria dan wanita non mahram, berduaan, pergi bersama, berkomunikasi tanpa perantara, hingga bermesraan, berpegangan tangan, berpelukan, dan lain sebagainya. Tak sedikit muslimin yang menganggap dibolehkannya pacaran Islami, yakni pacaran tanpa bersentuhan, tidak berduaan di tempat sepi, dan lain sebagainya. Namun mereka tetap bertemu, berkomunikasi, pergi bersama, saling memandang, memikirkan pasangan, jatuh hati, dan lain sebagainya.
Padahal telah jelas dalil larangan mendekati zina. Saking beratnya dosa zina, Allah pun melarang segala hal berkaitan zina, meski sekedar mendekatinya dan tidak melakukannya.
Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تَقۡرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ؕ وَسَآءَ سَبِيۡلًا
“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32).
Rasulullah bersabda, “Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Lihat Juga :