Apakah Ta'aruf Model Pacaran Islami? Baca Penjelasannya

Rabu, 02 Agustus 2023 - 17:29 WIB
loading...
Apakah Taaruf Model...
Dalam mencari jodoh seringkali seorang muslim dianjurkan untuk melakukan taaruf, karena dalam Islam tidak diperbolehkan adanya hubungan pacaran. Foto ilustrasi/istimewa
A A A
Ta'aruf seringkali disamakan dengan gaya atau model pacaran Islami . Benarkah demikian? Bagaimana pula hukumnya. Dalam mencari jodoh seringkali seorang muslim dianjurkan untuk melakukan ta'aruf, karena dalam Islam tidak diperbolehkan adanya hubungan pacaran.

Taaruf sendiri berasal dari kata ta’arafa yata’arafu yang artinya saling mengenal. Ta’aruf muncul dalam salah ayat Al Qur’an yakni Surat Al Hujarat ayat 13, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ ذَكَرٍ وَّاُنۡثٰى وَجَعَلۡنٰكُمۡ شُعُوۡبًا وَّقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوۡا‌ ؕ اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ


“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta’arofu)…..” (QS. Al HUjarat: 13).

Boleh saling mengenal, namun dilarang pacaran. Bagaimana maksudnya? Pacaran sendiri bukanlah istilah yang ada dalam khazanah Islam. Memang tidak ditemukan dalil yang bunyinya “janganlah kalian pacaran” atau “pacaran itu haram” atau semisalnya.

Dalam kitab para ulama terdahulu pun tidak ada bab mengenai pacaran. Lalu mengapa ada istilah pacaran Islami? Ulama besar arab Saudi, Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah dalam salah satu ceramahnya pernah mengatakan bahwa, “sesuatu yang dinisbatkan kepada Islam artinya ia dia diajarkan oleh Islam atau memiliki landasan dari Islam”. Oleh karena itu, istilah ‘ pacaran islami ’ sejatinya tidak benar karena Islam tidak pernah mengajarkan pacaran dan tidak ada landasan pacaran Islami dalam syariat.

Bahkan sebaliknya, ajaran Islam melarang kegiatan-kegiatan yang ada dalam pacaran, atau singkatnya, Islam melarang pacaran.
Kenapa Islam melarang pacaran? Mengutip tulisan ceramah Ustadz Yulian Purnama, dijelaskan bahwa jika kita melihat realita, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pacaran terdapat kegiatan-kegiatan atau hal-hal yang dilarang dalam Islam. Menurut pengasuh laman dakwah islam ini, beberapa hal terlarangnya pacaran dalam Islam , karena hal sebagai berikut:

1. Bisa mendekati zina

Zina sudah jelas terlarang dalam Islam, Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Isra’: 32)

2. Bersentuhan dengan lawan jenis

Imam Nawawi berkata: “Ash-hab kami (para ulama syafi’iyyah) berkata bahwa setiap yang diharamkan untuk dipandang maka haram menyentuhnya. Dan terkadang dibolehkan melihat (wanita ajnabiyah) namun haram menyentuhnya. Karena boleh memandang wanita ajnabiyah dalam berjual beli atau ketika ingin mengambil atau memberi sesuatu ataupun semisal dengannya. Namun tetap tidak boleh untuk menyentuh mereka dalam keadaan-keadaan tersebut” (Al Majmu’: 4/635).

Maka kegiatan bergandengan tangan, merangkul, membelai, wanita yang bukan mahram adalah haram hukumnya. Kegiatan-kegiatan ini pada umumnya dilakukan oleh orang yang berpacaran.

3. Berpandangan-pandangan dengan lawan jenis

Lelaki mukmin dan wanita mukminah diperintahkan oleh Allah untuk saling menundukkan pandangan, maka jika sengaja saling memandang malah menyelisihi 180 derajat perintah Allah tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ


“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31).

Lelaki muslim dilarang memandang wanita yang tidak halal baginya dengan sengaja, baik dengan atau tanpa syahwat. Jika dengan syahwat atau untuk bernikmat-nikmat maka lebih terlarang lagi. Adapun jika tidak sengaja maka tidak masalah. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu‘anhu berkata,

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku” (HR. Muslim no. 2159).

Beliau juga bersabda dalam hadis yang telah lalu:

“zina mata adalah memandang”

Adapun wanita muslimah, dilarang memandang lelaki dengan syahwat dan boleh memandang lelaki jika tanpa syahwat. Karena terdapat hadis dalam Shahihain:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Cinta dan Jodoh Masih...
Cinta dan Jodoh Masih Belum Datang Juga? Yuk, Taaruf Saja!
Sering Disalahpahami...
Sering Disalahpahami Ta'aruf Bukan Pacaran Islami, Begini Penjelasannya
Ini Pacaran yang Boleh...
Ini Pacaran yang Boleh dalam Islam Menurut Ustaz Hanan Attaki, Sudah Tahu?
Inilah Proses Taaruf...
Inilah Proses Ta'aruf yang Benar dan Sesuai Syariat Islam
Pengertian Taaruf :...
Pengertian Taaruf : Tata Cara, Manfaat dan Batasannya
Benarkah Taaruf adalah...
Benarkah Ta'aruf adalah Pacaran Islami? Bagaimana Hukumnya?
Rekomendasi
Es Antartika Tiba-tiba...
Es Antartika Tiba-tiba Mencair, Ilmuwan Mulai Panik
Monumen Batu Minoa Berusia...
Monumen Batu Minoa Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Yunani
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Artikel Terkini
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
Apakah Kadar Gula Tinggi...
Apakah Kadar Gula Tinggi Bisa Sembuh? Berikut Penjelasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved