Makna Ummatan Wasatha Menurut Quraish Shihab
Senin, 13 Maret 2023 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa ensiklopedi, kata tersebut diartikan dengan berbagai arti. Ada yang memahaminya sebagai bangsa seperti keterangan Ensiklopedi Filsafat yang ditulis oleh sejumlah Akademisi Rusia, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Samir Karam, Beirut 1974 M; ada juga yang mengartikannya negara seperti dalam Al-Mu'jam Al-Falsafi, yang disusun oleh Majma' Al-Lughah Al-'Arabiyah (Pusat Bahasa Arab), Kairo 1979.
Menurut Quraish Shihab, pengertian-pengertian seperti yang telah diungkapkan di atas dapat mengakibatkan kerancuan pemahaman terhadap konsep umat yang ada dalam Al-Quran. Bahkan, bisa jadi, akan menimbulkan kesalahpahaman di kalangan umat Islam sendiri.
Baca juga: Quraish Shihab: Puasa Dipersamakan dengan Sikap Sabar
Quraish menjelaskan kata ummat terambil dari kata amma-yaummu Yang berarti menuju, menumpu, dan meneladani. Dari akar yang sama, lahir antara lain kata um yang berarti "ibu" dan imam yang maknanya "pemimpin"; karena keduanya menjadi teladan, tumpuan pandangan, dan harapan anggota masyarakat.
Pakar-pakar bahasa berbeda pendapat tentang jumlah anggota satu umat. Ada yang merujuk ke riwayat yang dinisbahkan kepada Nabi SAW bahwa beliau bersabda:
Tidak seorang mayat pun yang dishalatkan oleh umat dari kaum Muslim sebanyak seratus orang, dan memohonkan kepada Allah agar diampuni, kecuali diampuni oleh-Nya (HR An-Nasa'i).
Ada juga yang mengatakan bahwa, angka empat puluh sudah bisa disebut umat. Pakar hadis An-Nasa'i yang meriwayatkan hadis serupa menyatakan bahwa Abu Al-Malih ditanyai tentang jumlah orang yang salat itu, dan menjawab, "Empat puluh orang."
Quraish Shihab menjelaskan kalau kita merujuk kepada Al-Quran, agaknya penjelasan Ar-Raghib dapat dipertanggungjawabkan.
Pakar bahasa Al-Quran itu (w. 508 H/1108 M) dalam bukunya Al-Mufradat fi Gharib Al-Qur'an, menjelaskan bahwa kata ini didefinisikan sebagai semua kelompok yang dihimpun oleh sesuatu, seperti agama, waktu, atau tempat yang sama, baik penghimpunannya secara terpaksa maupun atas kehendak mereka.
Secara tegas Al-Quran dan hadis tidak membatasi pengertian umat hanya pada kelompok manusia.
Dan tidaklah binatang-binatang yang ada di bumi, dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya kecuali umat-umat juga seperti kamu ( QS Al-An'am [6] : 38).
Rasulullah SAW bersabda:
Semut (juqa) merupakan umat dan umat-umat (Tuhan) (HR Muslim).
Seandainya anjing-anjing bukan umat dan umat-umat (Tuhan) niscaya saya perintahkan untuk dibunuh (HR At-Tirmidzi dan An-Nasa'i).
Baca juga: Quraish Shihab: Ibadah Bukan Hanya Ritual di Masjid
Menurut Quraish Shihab, pengertian-pengertian seperti yang telah diungkapkan di atas dapat mengakibatkan kerancuan pemahaman terhadap konsep umat yang ada dalam Al-Quran. Bahkan, bisa jadi, akan menimbulkan kesalahpahaman di kalangan umat Islam sendiri.
Baca juga: Quraish Shihab: Puasa Dipersamakan dengan Sikap Sabar
Quraish menjelaskan kata ummat terambil dari kata amma-yaummu Yang berarti menuju, menumpu, dan meneladani. Dari akar yang sama, lahir antara lain kata um yang berarti "ibu" dan imam yang maknanya "pemimpin"; karena keduanya menjadi teladan, tumpuan pandangan, dan harapan anggota masyarakat.
Pakar-pakar bahasa berbeda pendapat tentang jumlah anggota satu umat. Ada yang merujuk ke riwayat yang dinisbahkan kepada Nabi SAW bahwa beliau bersabda:
Tidak seorang mayat pun yang dishalatkan oleh umat dari kaum Muslim sebanyak seratus orang, dan memohonkan kepada Allah agar diampuni, kecuali diampuni oleh-Nya (HR An-Nasa'i).
Ada juga yang mengatakan bahwa, angka empat puluh sudah bisa disebut umat. Pakar hadis An-Nasa'i yang meriwayatkan hadis serupa menyatakan bahwa Abu Al-Malih ditanyai tentang jumlah orang yang salat itu, dan menjawab, "Empat puluh orang."
Quraish Shihab menjelaskan kalau kita merujuk kepada Al-Quran, agaknya penjelasan Ar-Raghib dapat dipertanggungjawabkan.
Pakar bahasa Al-Quran itu (w. 508 H/1108 M) dalam bukunya Al-Mufradat fi Gharib Al-Qur'an, menjelaskan bahwa kata ini didefinisikan sebagai semua kelompok yang dihimpun oleh sesuatu, seperti agama, waktu, atau tempat yang sama, baik penghimpunannya secara terpaksa maupun atas kehendak mereka.
Secara tegas Al-Quran dan hadis tidak membatasi pengertian umat hanya pada kelompok manusia.
Dan tidaklah binatang-binatang yang ada di bumi, dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya kecuali umat-umat juga seperti kamu ( QS Al-An'am [6] : 38).
Rasulullah SAW bersabda:
Semut (juqa) merupakan umat dan umat-umat (Tuhan) (HR Muslim).
Seandainya anjing-anjing bukan umat dan umat-umat (Tuhan) niscaya saya perintahkan untuk dibunuh (HR At-Tirmidzi dan An-Nasa'i).
Baca juga: Quraish Shihab: Ibadah Bukan Hanya Ritual di Masjid
Lihat Juga :