8 Kebiasaan Masyarakat Indonesia di Bulan Ramadan
Rabu, 15 Maret 2023 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, berbuka dengan menu kolak. Kolak sebenarnya merupakan menu yang bisa ditemukan di setiap waktu. Tapi di saat Ramadan sejauh mata memandang menu kolak selalu ada. Kolak seolah sudah menjadi menu wajib saat berbuka puasa.
Berbahan dasar, pisang maupun ubi dengan kuah santan manis yang berasal dari gula aren memang menjadi menu yang pas untuk menghilangkan dahaga dan rasa lapar setelah seharian penuh berpuasa.
Keempat, balas dendam saat berbuka. Bagi yang berpuasa, beduk magrib seperti menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Hal seperti ini tentunya wajar karena seharian menahan rasa lapar dan haus tentu bukan hal mudah.
Nah, salah satu kebiasaan unik masyarakat Indonesia saat Ramadan pun terjadi saat waktu berbuka puasa. Tidak sedikit orang yang seperti “balas dendam” karena menahan rasa lapar dan haus sehari penuh. Sehingga saat berbuka biasanya hampir setiap menu yang tersedia dihabiskan. Selain unik kebiasaan ini sebenarnya cukup miris karena faktanya makan ataupun minum berlebihan saat berbuka justru berdampak buruk pada pencernaan.
Kelima, jam kerja diubah. Ibadah puasa adalah ibadah yang bersifat wajib bagi yang mampu. Untuk itu setiap umat muslim yang mampu menjalankan ibadah puasa dituntut untuk berpuasa selama sehari penuh, tidak terkecuali bagi mereka yang sibuk bekerja.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, sebenarnya juga menjadi berkah tersendiri bagi para pekerja. Baik itu yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa, pasalnya saat Ramadan kantor maupun perusahaan pun biasanya akan mengubah jam kerja. Datang sedikit lebih lambat dan pulang sedikit lebih cepat, bahkan di beberapa perusahaan selama Ramadan beban kerja pun biasanya dikurangi.
Kebiasaan seperti ini tentu menjadi “berkah” tersendiri yang bisa dinikmati oleh umat Islam maupun non-Islam.
Baca juga: Melihat Tradisi Sambut Ramadhan Daring Warga Tulungagung
Keenam, banyak lahir pasar kaget. Bulan Ramadan yang datang setiap tahunnya memberikan berkah tersendiri dari sisi perekonomian masyarakat. Di bulan Ramadan, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang tiba-tiba jadi seorang pedagang. Kemunculan pasar kaget menjadi satu kebiasaan unik yang menjamur disetiap daerah.
Meningkatnya daya beli masyarakat tanah air selama bulan Ramadan apalagi mendekati hari lebaran membuat beberapa kalangan mencoba mengais rejeki sebagai pedagang. Tak pelak hampir di setiap sudut jalan ditemukan pedagang-pedagang kecil yang menjajakan barang dagangannya.
Berbahan dasar, pisang maupun ubi dengan kuah santan manis yang berasal dari gula aren memang menjadi menu yang pas untuk menghilangkan dahaga dan rasa lapar setelah seharian penuh berpuasa.
Keempat, balas dendam saat berbuka. Bagi yang berpuasa, beduk magrib seperti menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Hal seperti ini tentunya wajar karena seharian menahan rasa lapar dan haus tentu bukan hal mudah.
Nah, salah satu kebiasaan unik masyarakat Indonesia saat Ramadan pun terjadi saat waktu berbuka puasa. Tidak sedikit orang yang seperti “balas dendam” karena menahan rasa lapar dan haus sehari penuh. Sehingga saat berbuka biasanya hampir setiap menu yang tersedia dihabiskan. Selain unik kebiasaan ini sebenarnya cukup miris karena faktanya makan ataupun minum berlebihan saat berbuka justru berdampak buruk pada pencernaan.
Kelima, jam kerja diubah. Ibadah puasa adalah ibadah yang bersifat wajib bagi yang mampu. Untuk itu setiap umat muslim yang mampu menjalankan ibadah puasa dituntut untuk berpuasa selama sehari penuh, tidak terkecuali bagi mereka yang sibuk bekerja.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, sebenarnya juga menjadi berkah tersendiri bagi para pekerja. Baik itu yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa, pasalnya saat Ramadan kantor maupun perusahaan pun biasanya akan mengubah jam kerja. Datang sedikit lebih lambat dan pulang sedikit lebih cepat, bahkan di beberapa perusahaan selama Ramadan beban kerja pun biasanya dikurangi.
Kebiasaan seperti ini tentu menjadi “berkah” tersendiri yang bisa dinikmati oleh umat Islam maupun non-Islam.
Baca juga: Melihat Tradisi Sambut Ramadhan Daring Warga Tulungagung
Keenam, banyak lahir pasar kaget. Bulan Ramadan yang datang setiap tahunnya memberikan berkah tersendiri dari sisi perekonomian masyarakat. Di bulan Ramadan, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang tiba-tiba jadi seorang pedagang. Kemunculan pasar kaget menjadi satu kebiasaan unik yang menjamur disetiap daerah.
Meningkatnya daya beli masyarakat tanah air selama bulan Ramadan apalagi mendekati hari lebaran membuat beberapa kalangan mencoba mengais rejeki sebagai pedagang. Tak pelak hampir di setiap sudut jalan ditemukan pedagang-pedagang kecil yang menjajakan barang dagangannya.
Lihat Juga :