Memaknai Keberkahan Ramadan (8): Puasa Hadir untuk Menata Hati
Minggu, 02 April 2023 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Puasa sebagai amalan yang sangat pribadi antara hamba dan Tuhannya menumbuhkan rasa kedekatan dan kebersamaan dengan Allah. Dengan rasa kebersamaan dengan Allah (al-ma'iyatullah) hati merasakan ketentraman dan kesembilan. Dengan perasaan kebersamaan itu pula hati menjadi sehat, kuat dan tegar menghadapi tantangan dan/atau godaan hidup.
Inilah salah satu makna sabda baginda Rasulullah SAW : "Ketika Ramadan telah tiba pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan terikat (shuffidat)." (Al-Hadis)
Setan-setan terikat di sini tentu sebuah ungkapan ilustratif. Artinya setan selama Ramadan itu tidak memiliki kemampuan luas menggoda manusia. Karena manusia di bulan Ramadan memiliki koneksi yang sangat intim dengan Allah.
Hati yang sehat melahirkan keikhlasan yang tinggi. Dan keikhlasan ini merupakan senjata yang paling ampuh untuk mengalahkan setan. "Semua akan saya goda kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas." (Al-Qur'an)
Dan yang terpenting juga adalah bahwa di hari Kiamat kelak, hanya dengan hati yang suci (qalbun saliim), seorang hamba akan menghadap Tuhannya dengan aman. "Di hari di mana harta benda dan anak-anak tidak lagi berguna. Kecuali siapa yang datang menghadap Allah dengan hati yang sehat (saliim)."
Hanya dengan hati yang sehat inilah keridhoan Allah akan diraih. Dan dengannya pula seorang hamba akan masuk ke dalam surga. "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kamu kepada Tuhanmu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (Al-Qur'an)
Sungguh besar keberkahan Ramadan pada sisi ini. Semoga Ramadan kita membawa keberkahan yang lebih banyak. Aamin!
Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan (7): Puasa Ingatkan Manusia kepada Akhirat
![Memaknai Keberkahan Ramadan (8): Puasa Hadir untuk Menata Hati]()
Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation.
Inilah salah satu makna sabda baginda Rasulullah SAW : "Ketika Ramadan telah tiba pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan terikat (shuffidat)." (Al-Hadis)
Setan-setan terikat di sini tentu sebuah ungkapan ilustratif. Artinya setan selama Ramadan itu tidak memiliki kemampuan luas menggoda manusia. Karena manusia di bulan Ramadan memiliki koneksi yang sangat intim dengan Allah.
Hati yang sehat melahirkan keikhlasan yang tinggi. Dan keikhlasan ini merupakan senjata yang paling ampuh untuk mengalahkan setan. "Semua akan saya goda kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas." (Al-Qur'an)
Dan yang terpenting juga adalah bahwa di hari Kiamat kelak, hanya dengan hati yang suci (qalbun saliim), seorang hamba akan menghadap Tuhannya dengan aman. "Di hari di mana harta benda dan anak-anak tidak lagi berguna. Kecuali siapa yang datang menghadap Allah dengan hati yang sehat (saliim)."
Hanya dengan hati yang sehat inilah keridhoan Allah akan diraih. Dan dengannya pula seorang hamba akan masuk ke dalam surga. "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kamu kepada Tuhanmu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (Al-Qur'an)
Sungguh besar keberkahan Ramadan pada sisi ini. Semoga Ramadan kita membawa keberkahan yang lebih banyak. Aamin!
Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan (7): Puasa Ingatkan Manusia kepada Akhirat

Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation.
(rhs)
Lihat Juga :