Allah Ta'ala Mengkhususkan Ibadah Puasa untuk-Nya, Begini Penjelasan Ulama
Selasa, 04 April 2023 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Semua pahala amalan tersebut bisa dijadikan tebusan kecuali puasa. Pahala puasa tidak bisa diserahkan kepada orang-orang yang dizalimi, sebab Allah sendirilah yang menabungnya bagi orang yang berpuasa, dan memberikan ganjarannya padanya, dan ini sesuai dengan redaksi hadis dalam riwayat lain:
« كل عمل ابن آدم له كفارة إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به »
“Semua amalan anak adam bisa dijadikan tebusan (bagi orang-orang ia zalimi), kecuali puasa, karena ia adalah untuk-Ku, dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjaran untuknya”.
Kedua, juga dikatakan: makna “sebab ia hanyalah untukKu dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung ”, yaitu puasa merupakan amalan batin yang hakikatnya tidak diketahui kecuali Allah ta’ala, dan orang yang melakukannya sendiri. Puasa merupakan ibadah yang berbentuk niat dalam hati. Berbeda dengan semua amalan lainnya, yang bisa dilihat dan nampak oleh mata orang lain.
Adapun puasa, maka ia lebih pada amalan yang bersifat rahasia antara hamba dan Rabb-nya, sebab itu dalam riwayat lain disebutkan:
« الصوم لي وأنا أجزي به ، إنه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي »
“Puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung, sebab ia telah meninggalkan hawa nafsu, makan, dan minumnya karena-Ku”.
Baca juga: Rahasia di Balik Salat 5 Waktu dan Pahala Puasa
Tentunya meninggalkan hawa nafsu, dan makan semata-mata karena Allah, merupakan amalan batin, dan niat yang tersembunyi, tidak diketahui kecuali oleh Allah.
Ini berbeda dengan sedekah, salat, haji, dan amalan-amalan lahir lainnya. Amalan-amalan ini bisa dilihat oleh orang lain. Sementara puasa tidak bisa dilihat oleh seorangpun karena hakikat puasa tidak hanya sebatas meninggalkan makan dan minum atau semua jenis pembatal puasa, namun lebih dari itu ialah harus benar-benar ikhlas dan sungguh-sungguh.
« كل عمل ابن آدم له كفارة إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به »
“Semua amalan anak adam bisa dijadikan tebusan (bagi orang-orang ia zalimi), kecuali puasa, karena ia adalah untuk-Ku, dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjaran untuknya”.
Kedua, juga dikatakan: makna “sebab ia hanyalah untukKu dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung ”, yaitu puasa merupakan amalan batin yang hakikatnya tidak diketahui kecuali Allah ta’ala, dan orang yang melakukannya sendiri. Puasa merupakan ibadah yang berbentuk niat dalam hati. Berbeda dengan semua amalan lainnya, yang bisa dilihat dan nampak oleh mata orang lain.
Adapun puasa, maka ia lebih pada amalan yang bersifat rahasia antara hamba dan Rabb-nya, sebab itu dalam riwayat lain disebutkan:
« الصوم لي وأنا أجزي به ، إنه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي »
“Puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung, sebab ia telah meninggalkan hawa nafsu, makan, dan minumnya karena-Ku”.
Baca juga: Rahasia di Balik Salat 5 Waktu dan Pahala Puasa
Tentunya meninggalkan hawa nafsu, dan makan semata-mata karena Allah, merupakan amalan batin, dan niat yang tersembunyi, tidak diketahui kecuali oleh Allah.
Ini berbeda dengan sedekah, salat, haji, dan amalan-amalan lahir lainnya. Amalan-amalan ini bisa dilihat oleh orang lain. Sementara puasa tidak bisa dilihat oleh seorangpun karena hakikat puasa tidak hanya sebatas meninggalkan makan dan minum atau semua jenis pembatal puasa, namun lebih dari itu ialah harus benar-benar ikhlas dan sungguh-sungguh.
Lihat Juga :