Kisah Kedermawanan Rasulullah SAW, Melipatgandakan Sedekah di Bulan Ramadan
Jum'at, 07 April 2023 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah SAW lalu bersabda,"Saya tidak mempunyai apa-apa saat ini. Akan tetapi, ambillah apa yang engkau mau, dan jadikanlah itu utang bagiku. Jika suatu saat saya mempunyai sesuatu, saya akan membayarnya."
Umar lalu berkata kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, janganlah engkau memberikan sesuatu yang berada di luar batas kemampuanmu."
Rasulullah SAW tersenyum, lalu beliau bersabda kepada Umar, “Karena itulah saya diperintahkan oleh Allah."
Sayyidah Ummu Salamah, istri Rasulullah SAW bercerita: "Suatu hari Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahku dalam keadaan muka pucat. Saya khawatir jangan-jangan beliau lagi sakit. Saya lalu bertanya: ya Rasulullah, mengapa wajahmu pucat begitu? Apakah Anda sakit?”
Baca juga: Sedekah Ekstrim, Sedekah yang Dibalas Pahala Allah dengan Ekstrem Pula
Rasulullah SAW menjawab,“Saya pucat begini bukan karena sakit, tetapi karena saya ingat uang tujuh dinar yang kita dapatkan kemarin. Sore ini uang itu masih ada di bawah kasur dan kita belum menginfakkannya."
Subhanallah, demikianlah bagaimana luar biasanya Rasulullah SAW. Beliau pucat pasi bukan karena sakit, bukan karena kurangnya uang dan kekayaan, namun karena ada uang yang masih tersimpan yang belum diinfakkan.
Sejatinya harta bukanlah tujuan. Kekayaan bukan akhir pencarian, akan tetapi sarana untuk lebih mengabdi kepada-Nya. Karena itu, Jabir menuturkan,“Rasulullah SAW tidak pernah mengatakan 'tidak’ manakala beliau diminta.” (HR Bukhari)
Giat di Bulan Ramadan
Lalu, mengapa Rasulullah lebih giat lagi dalam bersedekah di bulan Ramadan? Pertama, pahala sedekah di bulan Ramadan dilipatgandakan. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Turmudzi, ketika Rasulullah SAW ditanya,“Sedekah yang bagaimana yang paling utama?” Rasulullah SAW menjawab,“Sedekah yang dilakukan pada bulan Ramadan."
Umar lalu berkata kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, janganlah engkau memberikan sesuatu yang berada di luar batas kemampuanmu."
Rasulullah SAW tersenyum, lalu beliau bersabda kepada Umar, “Karena itulah saya diperintahkan oleh Allah."
Sayyidah Ummu Salamah, istri Rasulullah SAW bercerita: "Suatu hari Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahku dalam keadaan muka pucat. Saya khawatir jangan-jangan beliau lagi sakit. Saya lalu bertanya: ya Rasulullah, mengapa wajahmu pucat begitu? Apakah Anda sakit?”
Baca juga: Sedekah Ekstrim, Sedekah yang Dibalas Pahala Allah dengan Ekstrem Pula
Rasulullah SAW menjawab,“Saya pucat begini bukan karena sakit, tetapi karena saya ingat uang tujuh dinar yang kita dapatkan kemarin. Sore ini uang itu masih ada di bawah kasur dan kita belum menginfakkannya."
Subhanallah, demikianlah bagaimana luar biasanya Rasulullah SAW. Beliau pucat pasi bukan karena sakit, bukan karena kurangnya uang dan kekayaan, namun karena ada uang yang masih tersimpan yang belum diinfakkan.
Sejatinya harta bukanlah tujuan. Kekayaan bukan akhir pencarian, akan tetapi sarana untuk lebih mengabdi kepada-Nya. Karena itu, Jabir menuturkan,“Rasulullah SAW tidak pernah mengatakan 'tidak’ manakala beliau diminta.” (HR Bukhari)
Giat di Bulan Ramadan
Lalu, mengapa Rasulullah lebih giat lagi dalam bersedekah di bulan Ramadan? Pertama, pahala sedekah di bulan Ramadan dilipatgandakan. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Turmudzi, ketika Rasulullah SAW ditanya,“Sedekah yang bagaimana yang paling utama?” Rasulullah SAW menjawab,“Sedekah yang dilakukan pada bulan Ramadan."
Lihat Juga :