Lailatulqadar: Ketika Umat Nabi Muhammad SAW Kagumi Usia Panjang Manusia Tempo Dulu
Minggu, 09 April 2023 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
Dari Abu Sa’id Al-Hudri ra ia berkata, “Kami beri'tikaf bersama-sama dengan Nabi SAW sepuluh hari pertengahan bulan Ramadan, kemudian puasa pagi hari tanggal 20, beliau keluar lalu berhutbah kepada kami, “Sesungguhnya Lailatulqadar telah diperlihatkan kepadaku, kemudian aku dilupakan, maka carilah Lailatulqadar itu pada sepuluh terakhir dalam malam ganjil”. (HR. Bukhari).
Ibnu Mas’ud pernah mengatakan bahwa barangsiapa yang melakukan salat malam sepanjang tahun, niscaya akan menjumpai Lailatulqadar. Ubay ibnu Ka'ab menjawab, “Semoga Allah merahmatinya, sesungguhnya dia telah mengetahui bahwa malam kemuliaan itu terdapat di dalam bulan Ramadan dan tepatnya di malam 27”.
Kemudian Ubay ibnu Ka’ab bersumpah untuk menguatkan perkataannya. Dan aku (Abu Munzir) bertanya, “Bagaimanakah kamu mengetahuinya?” Ubay ibnu Ka’ab menjawab, “Melalui alamat atau tandanya yang telah diberitahukan kepada kami oleh Nabi SAW, bahwa pada siang harinya matahari terbit dipagi harinya, sedangkan cahayanya lemah”.
Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesungguhnya pertanda Lailatulqadar ialah cuacanya bersih, lagi terang seakan-akan ada rembulannya, tenang, lagi hening; suhunya tidak dingin dan tidak pula panas, dan tiada suatu bintang pun yang dilemparkan pada malam itu sampai pagi hari. Dan sesungguhnya pertanda Lailatulqadar itu dipagi harinya matahari terbit dalam keadaan sempurna, tetapi tidak bercahaya seperti biasanya melainkan seperti rembulan dimalam purnama”. (HR. Bukhari)
Tidak ditentukannya malam kemuliaan itu bagimu, karena sesungguhnya jika malam kemuliaan dimisterikan ketentuannya, maka orang-orang yang mencarinya akan mengejarnya dengan penuh kesungguhan guna mendapatkannya dalam seluruh bulan Ramadhan. Dengan demikian, berarti ibadah yang dilakukannya lebih banyak. Dan hal yang sangat disunatkan ialah memperbanyak doa berikut ini:
اَللّٰهُمَ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.
“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, suka memberi maaf maka maafkanlah daku”.
Baca juga: Keutamaan Lailatul Qadar Bagi Perempuan yang Haid
Allah SWT memanggil Jibril as untuk turun ke bumi di setiap malam kemuliaan bersama dengan para malaikat yang menghuni Sidratul Muntaha. Tiada seorang malaikat pun dari mereka melainkan telah dianugerahi rasa lembut dan kasih sayang kepada orang-orang mukmin. Maka turunlah mereka dibawah pimpinan Jibril as di malam kemuliaan sejak matahari terbenam. Tiada suatu tempatpun di bumi melainkan terisi oleh malaikat; ada yang sedang sujud, adapula yang sedang berdiri mendoakan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Mereka terus mendoakan sepanjang malam.
وجبريل لا يدع أحدا من المؤمنين إلا صافحه وعلامة ذلك من اقشعر جلده ورق قلبه ودمعت عيناه فان ذلك من مصافحة جبريل.
“Dan Jibril tidak sekali-kali mendoakan seseorang dari kaum mukmin melainkan ia menyalaminya dan sebagai pertandanya ialah bila seseorang yang sedang melakukan qiyam, bulunya merinding (berdiri) dan hatinya lembut serta matanya menangis, maka itu akibat salam Jibril kepadanya (jabat tangan Jibril kepadanya). Para malaikat itu terus menerus dalam keadaan demikian hingga fajar terbit.
Setelah itu malaikat naik lagi ke langit berikut malaikat Jibril; manakala sampai di ufuk yang tinggi malaikat-malaikat tadi berkumpul untuk kembali, karenanya maka cahaya matahari kelihatan redup. Maka Sidratul Muntaha menyambut kedatangan mereka “Segala puji bagi Allah Yang Maha Penyayang”.
Baca juga: Sambut Lailatul Qadar: Begini Makna Mengencangkan Sarung
Urutan nilai bagi hamba yang mendapatkan Lailatul Qadar paling akhir ialah yang melaksanakan salat isya dan shalat subuh berjamaah pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar) tersebut. Imam ibnu Abi Hatim berkata dalam tafsirnya:
من صام رمضان وهو يحدث نفسه إذا أفطر رمضان أن لا يعصى الله دخل الجنة بغير مسئلة ولا حساب. آخر تفسير سورة ليلة القدر، والله الحمد والمنة.
"Barang siapa yang melakukan puasa Ramadhan, sedangkan dalam dirinya ia berbicara bahwa apabila ia berbuka (yakni telah selesai dari puasa Ramadhannya) ia bertekad untuk tidak akan berbuat durhaka kepada Allah SWT, niscaya orang itu masuk surga tanpa pertanyaan dan tanpa hisab”.
Ibnu Mas’ud pernah mengatakan bahwa barangsiapa yang melakukan salat malam sepanjang tahun, niscaya akan menjumpai Lailatulqadar. Ubay ibnu Ka'ab menjawab, “Semoga Allah merahmatinya, sesungguhnya dia telah mengetahui bahwa malam kemuliaan itu terdapat di dalam bulan Ramadan dan tepatnya di malam 27”.
Kemudian Ubay ibnu Ka’ab bersumpah untuk menguatkan perkataannya. Dan aku (Abu Munzir) bertanya, “Bagaimanakah kamu mengetahuinya?” Ubay ibnu Ka’ab menjawab, “Melalui alamat atau tandanya yang telah diberitahukan kepada kami oleh Nabi SAW, bahwa pada siang harinya matahari terbit dipagi harinya, sedangkan cahayanya lemah”.
Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesungguhnya pertanda Lailatulqadar ialah cuacanya bersih, lagi terang seakan-akan ada rembulannya, tenang, lagi hening; suhunya tidak dingin dan tidak pula panas, dan tiada suatu bintang pun yang dilemparkan pada malam itu sampai pagi hari. Dan sesungguhnya pertanda Lailatulqadar itu dipagi harinya matahari terbit dalam keadaan sempurna, tetapi tidak bercahaya seperti biasanya melainkan seperti rembulan dimalam purnama”. (HR. Bukhari)
Tidak ditentukannya malam kemuliaan itu bagimu, karena sesungguhnya jika malam kemuliaan dimisterikan ketentuannya, maka orang-orang yang mencarinya akan mengejarnya dengan penuh kesungguhan guna mendapatkannya dalam seluruh bulan Ramadhan. Dengan demikian, berarti ibadah yang dilakukannya lebih banyak. Dan hal yang sangat disunatkan ialah memperbanyak doa berikut ini:
اَللّٰهُمَ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.
“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, suka memberi maaf maka maafkanlah daku”.
Baca juga: Keutamaan Lailatul Qadar Bagi Perempuan yang Haid
Allah SWT memanggil Jibril as untuk turun ke bumi di setiap malam kemuliaan bersama dengan para malaikat yang menghuni Sidratul Muntaha. Tiada seorang malaikat pun dari mereka melainkan telah dianugerahi rasa lembut dan kasih sayang kepada orang-orang mukmin. Maka turunlah mereka dibawah pimpinan Jibril as di malam kemuliaan sejak matahari terbenam. Tiada suatu tempatpun di bumi melainkan terisi oleh malaikat; ada yang sedang sujud, adapula yang sedang berdiri mendoakan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Mereka terus mendoakan sepanjang malam.
وجبريل لا يدع أحدا من المؤمنين إلا صافحه وعلامة ذلك من اقشعر جلده ورق قلبه ودمعت عيناه فان ذلك من مصافحة جبريل.
“Dan Jibril tidak sekali-kali mendoakan seseorang dari kaum mukmin melainkan ia menyalaminya dan sebagai pertandanya ialah bila seseorang yang sedang melakukan qiyam, bulunya merinding (berdiri) dan hatinya lembut serta matanya menangis, maka itu akibat salam Jibril kepadanya (jabat tangan Jibril kepadanya). Para malaikat itu terus menerus dalam keadaan demikian hingga fajar terbit.
Setelah itu malaikat naik lagi ke langit berikut malaikat Jibril; manakala sampai di ufuk yang tinggi malaikat-malaikat tadi berkumpul untuk kembali, karenanya maka cahaya matahari kelihatan redup. Maka Sidratul Muntaha menyambut kedatangan mereka “Segala puji bagi Allah Yang Maha Penyayang”.
Baca juga: Sambut Lailatul Qadar: Begini Makna Mengencangkan Sarung
Urutan nilai bagi hamba yang mendapatkan Lailatul Qadar paling akhir ialah yang melaksanakan salat isya dan shalat subuh berjamaah pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar) tersebut. Imam ibnu Abi Hatim berkata dalam tafsirnya:
من صام رمضان وهو يحدث نفسه إذا أفطر رمضان أن لا يعصى الله دخل الجنة بغير مسئلة ولا حساب. آخر تفسير سورة ليلة القدر، والله الحمد والمنة.
"Barang siapa yang melakukan puasa Ramadhan, sedangkan dalam dirinya ia berbicara bahwa apabila ia berbuka (yakni telah selesai dari puasa Ramadhannya) ia bertekad untuk tidak akan berbuat durhaka kepada Allah SWT, niscaya orang itu masuk surga tanpa pertanyaan dan tanpa hisab”.
(mhy)
Lihat Juga :