3 Makna Puasa sebagai Perisai, Salah Satunya Benteng dari Azab

Sabtu, 15 April 2023 - 08:19 WIB
loading...
3 Makna Puasa sebagai...
Ibadah puasa ternyata adalah perisai yang akan melindungi seorang hamba dari api neraka di akhirat kelak. Foto ilustrasi/ist
A A A
Dalam Islam, ibadah puasa ternyata adalah perisai yang akan melindungi seorang hamba dari api neraka di akhirat kelak. Dinukil dari kitab: Mukhtashar Ahadits ash-Shiyam, Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan menjelaskan tentang puasa sebagai sebuah perisai. Sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Puasa adalah perisai . Maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula ribut-ribut.” Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Dan jangan berbuat bodoh.” “Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah aku sedang shaum (ia mengulang ucapannya dua kali).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Ramadhan Segera Pergi, Jangan Biarkan Puasamu Sia-sia

Hadis di atas menunjukkan bahwa orang yang puasa dituntut untuk menjaga kesempurnaan puasanya dan menghindari dari segala hal yang membatalkannya. Di antara cara yang dapat dilakukan adalah dengan menghiasi diri dengan akhlak karimah dan menjauhi perbuatan-perbuatan tercela.

Dengan begitu orang yang puasa dapat meraih pahala yang diinginkan dan mendapat ampunan Allah ‘azza wa jalla sebagaimana yang dijanjikan.

Menurut Ustadz Maulana La Eda LC, setidaknya ada tiga makna perisai yang mereka sebutkan dalam hadis-hadis tentang puasa sebagai perisai ini. Antara lain sebagai berikut:

1. Puasa adalah perisai , bermakna bahwa puasa tersebut menjadi tameng/benteng bagi orang yang berpuasa dari perbuatan keji dan amalan yang tidak layak dengan ibadah puasa.

Maknanya, karena diisyaratkan oleh redaksi hadis setelahnya sebagaimana dalam hadis Abu Hurairah di atas, yaitu : “maka apabila seorang dari kalian sedang melaksanakan puasa, janganlah dia berkata rafats (kotor) dan jangan pula bertingkah laku jahil (sepert mengejek, atau bertengkar sambil berteriak).”

Ini menunjukkan bahwa perisai tersebut adalah agar ia terhalangi dari ucapan rafats (kotor), perbuatan jahil, serta maksiat lainnya.

Senada dengan ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “…puasa menghalangi seseorang dari maksiat ketika didunia, sebagaimana firman Allah ‘Azza Wa Jalla: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183)”. (Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam: hal.576).

2. Puasa adalah perisai yaitu sebuah tameng dan benteng seorang muslim dari azab api neraka.

Dalil dari makna ini adalah: Berdasarkan hadis shahih dari Utsman bin Abil-‘Ash radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang diantara kamu dari peperangan”. (HR Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah dengan sanad shahih)

Dalam Kitabnya Jami’ Al-‘Ulum, Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah berkomentar dengan komentar yang indah: “Bila puasa adalah perisai dirinya dari berbagai maksiat (ketika didunia), maka diakhirat kelak, puasa tersebut lebih pantas menjadi perisainya dari azab neraka, namun apabila puasa tersebut tidak bisa menjadi perisai baginya dari maksiat ketika didunia, maka lebih-lebih lagi tidak akan menjadi perisai dirinya dari api neraka diakhirat kelak”.

3. Puasa adalah perisai dan tameng dari berbagai musibah dan bencana.

Ini merupakan kesimpulan dari dalil: hadis yang dinukil oleh Al-Hafidz As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir bahwa Ibnu Najjaar meriwayatkan dari Hafshah dan Aisyah radhiyallahu’anhuma bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: “Sesungguhnya puasa adalah perisai dari api neraka, dan perisai dari musibah dan bencana zaman”.

As-Suyuthi berkata: “Diriwayatkan oleh Ibnu Najjar” dan menandainya sebagai hadis Dhoif. (lihat: Faidh Al-Qadir: 5059 dan At-Tanwir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir: 5042).

Walaupun hadis ini dhoif, bahkan munkar, namun makna dan kandungannya benar, sebab semua jenis ibadah bisa membentengi seseorang dari berbagai bencana dan musibah.

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْ عَنْ كَثِيْرٍ


Artinya: Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah karena perbuatan-perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahanmu). (QS Asy Syura; 30).

Ayat ini mengisyaratkan bahwa penyebab turunnya bencana adalah dosa dan maksiat, juga mengindikasikan bahwa ibadah dan kebaikan pasti akan menolak bala dan berbagai bencana dan musibah.

Mengenai keutamaan puasa sebagai perisai ini, merupakan sebuah keutamaan yang agung dan besar bagi setiap orang yang berpuasa, oleh sebab itu tidak heran bila Al-‘Allaamah Ash-Shan’ani rahimahullah menukil dari Imam Ibnu Abdil-Barr rahimahullah bahwa beliau berkata: “Cukuplah ini (puasa adalah perisai) sebagai karunia dan keutamaan bagi orang yang berpuasa, selama ia tidak mencoreng puasanya (mengurangi pahalanya) dengan ghibah dan dusta”. (At-Tanwir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir 7/89).

Baca juga : Sejarah Pensyariatan Puasa Ramadhan Ternyata Lewat 3 Tahapan

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Inilah Orang-orang yang...
Inilah Orang-orang yang Mendapat Rukhsah Tidak Puasa di Bulan Ramadan
Puasa Itu, Rahasia antara...
Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!
Sidang Isbat Jadi Penentu...
Sidang Isbat Jadi Penentu Awal Puasa 1447 H, Begini Penjelasan Kemenag
Rukun dan Syarat Wajib...
Rukun dan Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Hasil Falakiyah Ponpes...
Hasil Falakiyah Ponpes di Jatim Tetapkan Awal Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
Rekomendasi
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Jantung Mumi Berusia...
Jantung Mumi Berusia 2.500 Tahun Ini Masih Berdenyut, Ilmuwan Ungkap Keganjilan Ini
Kerangka yang Diyakini...
Kerangka yang Diyakini Biksu dari Abad 16 Ternyata Wanita Suku Aztec
Artikel Terkini
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Infografis
3 Cewek Indonesia Go...
3 Cewek Indonesia Go International, Salah Satunya Niki Zefanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved