Ramadan Malam ke-24, Wapres Ma’ruf Amin Tarawih dan Sampaikan Tausiah di Masjid Istiqlal
Jum'at, 14 April 2023 - 22:32 WIB
loading...
Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan tausiah di Masjid Istiqlal, Jakarta, bertepatan dengan Ramadan malam ke-24 Ramadan, Jumat (14/04/2023) malam. Foto: MPI/Ist
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menjalankan salat Isya dan Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, bertepatan dengan Ramadan malam ke-24 Ramadan 1444 Hijriah, Jumat (14/04/2023) malam. Wapres menyampaikan tausiah dengan menekankan kembali tiga keistimewaan malam lailatul qadar.
Keistimewaan pertama, diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk umum (hudan lin nas) dan petunjuk bagi orang-orang bertakwa (hudan lil muttaqin).
Baca Juga: Hadis yang Menjelaskan Makna Malam Kemuliaan Itu Lebih Baik daripada Seribu Bulan
“Al-Qur'an itu adalah hudan lil muttaqin, yaitu petunjuk bagi orang muttaqin, dalam arti yang memperoleh pertolongan Allah, yaitu orang yang mengambil manfaat dan memedomani Al-Qur'an adalah orang-orang yang bertaqwa. Orang bertaqwalah yang bisa menggunakan Al-Qur'an yang berada di jalan Al-Qur'an,” kata Wapres.
Keistimewaan kedua, malam lailatul qadar sebagai malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. “Itulah (mengapa) dimana-mana kita mencari pahala yang besarnya sama dengan 83 tahun 4 bulan,” tuturnya.
Baca Juga: Wapres Minta Kerukunan Umat Beragama Terus Dirawat Lewat FKUB
Ma’ruf Amin menyatakan, menjadi kebiasaan Allah untuk memberikan sesuatu yang lebih walaupun pekerjaannya sama, baik karena waktu maupun karena tempat.
Ma’ruf Amin mencontohkan, orang yang salat sendiri memperoleh pahala satu, sedangkan jika ketinggalan satu rakaat saat salat berjemaah, dia tetap mendapatkan pahala sebanyak 27 kali lipat.
“Oleh karena itu, malam lailatul qadar merupakan malam yang tidak ada di malam-malam yang lain dan itu yang diberikan oleh Allah kepada kita,” ucap Wapres.
Keistimewaan ketiga, kata Wapres, malaikat-malaikat turun ke bumi pada malam lailatul qadar untuk memintakan ampunan bagi umat.
Keistimewaan pertama, diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk umum (hudan lin nas) dan petunjuk bagi orang-orang bertakwa (hudan lil muttaqin).
Baca Juga: Hadis yang Menjelaskan Makna Malam Kemuliaan Itu Lebih Baik daripada Seribu Bulan
“Al-Qur'an itu adalah hudan lil muttaqin, yaitu petunjuk bagi orang muttaqin, dalam arti yang memperoleh pertolongan Allah, yaitu orang yang mengambil manfaat dan memedomani Al-Qur'an adalah orang-orang yang bertaqwa. Orang bertaqwalah yang bisa menggunakan Al-Qur'an yang berada di jalan Al-Qur'an,” kata Wapres.
Keistimewaan kedua, malam lailatul qadar sebagai malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. “Itulah (mengapa) dimana-mana kita mencari pahala yang besarnya sama dengan 83 tahun 4 bulan,” tuturnya.
Baca Juga: Wapres Minta Kerukunan Umat Beragama Terus Dirawat Lewat FKUB
Ma’ruf Amin menyatakan, menjadi kebiasaan Allah untuk memberikan sesuatu yang lebih walaupun pekerjaannya sama, baik karena waktu maupun karena tempat.
Ma’ruf Amin mencontohkan, orang yang salat sendiri memperoleh pahala satu, sedangkan jika ketinggalan satu rakaat saat salat berjemaah, dia tetap mendapatkan pahala sebanyak 27 kali lipat.
“Oleh karena itu, malam lailatul qadar merupakan malam yang tidak ada di malam-malam yang lain dan itu yang diberikan oleh Allah kepada kita,” ucap Wapres.
Keistimewaan ketiga, kata Wapres, malaikat-malaikat turun ke bumi pada malam lailatul qadar untuk memintakan ampunan bagi umat.
Lihat Juga :