Asal-usul Lailatulqadar dan Kisah Nabi Syam'un Al-Ghazi
Senin, 17 April 2023 - 03:05 WIB
loading...
Asal-usul Lailatulqadar sering dikaitkan dengan kisah Syamun Al-Ghazi alaihissalam, salah satu Nabi dari kalangan Bani Israil yang dikenal tangguh melawan kezaliman di zamannya. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Asal-usul diturunkannya Lailatulqadar memiliki sejarah dan kisah menarik. Inilah salah satu nikmat besar yang Allah karuniakan kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk bersungguh-sungguh mencari malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu. Dalam Hadis beliau bersabda:
تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ
Artinya: "Carilah malam Lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Asal-usul Lailatulqadar ini ternyata tidak lepas dari kisah Syam'un Al-Ghazi 'alaihissalam, salah satu Nabi dari kalangan Bani Israil yang dikenal tangguh melawan kezaliman di zamannya. Syam'un Al-Ghazi sering dijuluki Samson.
Nama Syam'un sendiri artinya "yang berasal dari matahari". Sedangkan Al-Ghazi, artinya yang berasal dari Ghazi (Ghaza, Palestina). Beliau memiliki kelebihan dapat melunakkan besi hingga merobohkan istana. Kelemahannya ada pada rambutnya. Wallahu A'lam.
Dalam tafsir Ibnu Katsir diceritakan, setelah Bani Israil ditinggal wafat Nabi Musa 'alaihissalam, mereka melakukan berbagai macam pelanggaran syariat, hingga Allah menghukum mereka dengan munculnya penguasa zalim yang menjajah mereka. Banyak yang dijarah, dibunuh, hingga Taurat dirampas mereka. Hingga ada seorang wanita hamil berharap akan melahirkan anak lelaki calon Nabi.
Allah mengabulkan harapan mereka dan lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama Syam'un. Dalam riwayat lain Samuel. Setelah dewasa, Nabi ini diminta oleh masyarakat Bani Israil, agar menunjuk seseorang sebagai pemimpin mereka, sehingga bisa dilakukan perang melawan penjajah. Lalu sang Nabi menunjuk orang yang saleh namanya Thalut. Hingga terjadilah perang melawan Jalut, dan Daud berhasil membunuh Jalut. (Tarsir Ibnu Katsir, 1/665).
Tentang siapa sosok Nabi itu, ada dua pendapat ulama. Ada yang mengatakan Syam'un dan ada yang mengatakan Syamuel. (Tarsir Ibn Katsir, 1/665)
Kisah Syam'un Al-Ghazi
Dalam Kitab Muqasyafatul Qulub karangan Imam Al-Ghazali diceritakan bahwa Rasulullah SAW berkumpul bersama para sahabat di bulan Ramadan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi dari kalangan Bani Israil bernama Syam'un Al-Ghozi yang membuat beliau tersenyun.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk bersungguh-sungguh mencari malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu. Dalam Hadis beliau bersabda:
تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ
Artinya: "Carilah malam Lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Asal-usul Lailatulqadar ini ternyata tidak lepas dari kisah Syam'un Al-Ghazi 'alaihissalam, salah satu Nabi dari kalangan Bani Israil yang dikenal tangguh melawan kezaliman di zamannya. Syam'un Al-Ghazi sering dijuluki Samson.
Nama Syam'un sendiri artinya "yang berasal dari matahari". Sedangkan Al-Ghazi, artinya yang berasal dari Ghazi (Ghaza, Palestina). Beliau memiliki kelebihan dapat melunakkan besi hingga merobohkan istana. Kelemahannya ada pada rambutnya. Wallahu A'lam.
Dalam tafsir Ibnu Katsir diceritakan, setelah Bani Israil ditinggal wafat Nabi Musa 'alaihissalam, mereka melakukan berbagai macam pelanggaran syariat, hingga Allah menghukum mereka dengan munculnya penguasa zalim yang menjajah mereka. Banyak yang dijarah, dibunuh, hingga Taurat dirampas mereka. Hingga ada seorang wanita hamil berharap akan melahirkan anak lelaki calon Nabi.
Allah mengabulkan harapan mereka dan lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama Syam'un. Dalam riwayat lain Samuel. Setelah dewasa, Nabi ini diminta oleh masyarakat Bani Israil, agar menunjuk seseorang sebagai pemimpin mereka, sehingga bisa dilakukan perang melawan penjajah. Lalu sang Nabi menunjuk orang yang saleh namanya Thalut. Hingga terjadilah perang melawan Jalut, dan Daud berhasil membunuh Jalut. (Tarsir Ibnu Katsir, 1/665).
Tentang siapa sosok Nabi itu, ada dua pendapat ulama. Ada yang mengatakan Syam'un dan ada yang mengatakan Syamuel. (Tarsir Ibn Katsir, 1/665)
Kisah Syam'un Al-Ghazi
Dalam Kitab Muqasyafatul Qulub karangan Imam Al-Ghazali diceritakan bahwa Rasulullah SAW berkumpul bersama para sahabat di bulan Ramadan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi dari kalangan Bani Israil bernama Syam'un Al-Ghozi yang membuat beliau tersenyun.
Lihat Juga :