Asal-usul Lailatulqadar dan Kisah Nabi Syam'un Al-Ghazi
Senin, 17 April 2023 - 03:05 WIB
loading...
A
A
A
Dikisahkan, Nabi Syam'un berperang melawan penguasa yang zalim. Keperkasaan Nabi Syam'un dipergunakan untuk menentang penguasa Bani Israil yang dikenal sangat zalim kala itu. Sang raja Bani Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Syam'un. Berbagai cara dilakukan termasuk menyediakan emas dan harta berlimpah sebagai hadiah. Singkat cerita, Nabi Syam'un Ghazi terperdaya oleh istrinya.
Karena cintanya kepada istrinya, Nabi Syam'un berkata pada istrinya, "Jika engkau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku." Sang istri pun diam-diam mengikat Nabi Syam'um saat tertidur. Lalu beliau dibawa ke hadapan sang raja.
Nabi Syam'un disiksa hingga dibutakan matanya dan dipertontonkan di istana raja. Karena diperlakukan sedemikian hebatnya, Nabi Syam'un berdoa memohon pertolongan Allah. Doa Nabi Syam'un dikabulkan Allah. Istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya.
Kemudian Nabi Syam'un bersumpah kepada Allah akan menebus semua dosa-dosanya dengan menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1.000 bulan tanpa henti. Riwayat lain menyebutkan, ketika doanya dikabulkan Allah, Nabi Syam'un menggunakan kekuatannya untuk meruntuhkan seluruh istana sehingga mengorbankan raja dan istri beliau sendiri.
Setelah kejadian itu, Nabi Syam'un bersumpah untuk beribadah selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan). Ketika Rasulullah SAW selesai menceritakan kisah Nabi Syam'un yang berjihad fisabilillah selama 1.000 bulan, para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti Nabiyullah Syam'un Ghozi."
Kemudian Rasulullah diam sejenak dan Malaikat Jibril pun datang dan mewahyukan kepada Rasulullah tentang satu malam yang sangat agung. Bahwa pada bulan Ramadhan ada satu malam, di mana malam itu lebih baik daripada 1.000 bulan. Itulah Lailatul Qadar yang jika seorang mendapatkannya, maka malam itu lebih baik daripada ibadah 83 tahun 4 bulan atau menyamai ibadahnya Nabi Syam'un seribu bulan.
Dalam Kitab Qishashul Anbiyaa dikisahkan bahwa Rasulullah tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab: "Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang Nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Nabi Syam'un."
Dalam Hadis disebutkan:
إن رسول الله صلى الله عليه وسلم أري أعمار الناس قبله، أو ما شاء الله من ذلك، فكأنه تقاصر أعمار أمته أن لا يبلغوا من العمل مثل الذي بلغ غيرهم في طول العمر، فأعطاه الله ليلة القدر خير من ألف شهر
"Nabi Muhammad ﷺ diperlihatkan umur umat terdahulu yang panjang-panjang, dan beliau melihat bahwa umur umat beliau sangat pendek dibanding mereka dan tidak akan bisa amal umatnya menyamai amal umat terdahulu karena perbedaan panjangnya usia. Maka kemudian Allah ta'ala memberikan kepadanya satu malam yang lebih baik dari seribu bulan." (HR Malik)
Karena cintanya kepada istrinya, Nabi Syam'un berkata pada istrinya, "Jika engkau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku." Sang istri pun diam-diam mengikat Nabi Syam'um saat tertidur. Lalu beliau dibawa ke hadapan sang raja.
Nabi Syam'un disiksa hingga dibutakan matanya dan dipertontonkan di istana raja. Karena diperlakukan sedemikian hebatnya, Nabi Syam'un berdoa memohon pertolongan Allah. Doa Nabi Syam'un dikabulkan Allah. Istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya.
Kemudian Nabi Syam'un bersumpah kepada Allah akan menebus semua dosa-dosanya dengan menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1.000 bulan tanpa henti. Riwayat lain menyebutkan, ketika doanya dikabulkan Allah, Nabi Syam'un menggunakan kekuatannya untuk meruntuhkan seluruh istana sehingga mengorbankan raja dan istri beliau sendiri.
Setelah kejadian itu, Nabi Syam'un bersumpah untuk beribadah selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan). Ketika Rasulullah SAW selesai menceritakan kisah Nabi Syam'un yang berjihad fisabilillah selama 1.000 bulan, para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti Nabiyullah Syam'un Ghozi."
Kemudian Rasulullah diam sejenak dan Malaikat Jibril pun datang dan mewahyukan kepada Rasulullah tentang satu malam yang sangat agung. Bahwa pada bulan Ramadhan ada satu malam, di mana malam itu lebih baik daripada 1.000 bulan. Itulah Lailatul Qadar yang jika seorang mendapatkannya, maka malam itu lebih baik daripada ibadah 83 tahun 4 bulan atau menyamai ibadahnya Nabi Syam'un seribu bulan.
Dalam Kitab Qishashul Anbiyaa dikisahkan bahwa Rasulullah tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab: "Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang Nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Nabi Syam'un."
Dalam Hadis disebutkan:
إن رسول الله صلى الله عليه وسلم أري أعمار الناس قبله، أو ما شاء الله من ذلك، فكأنه تقاصر أعمار أمته أن لا يبلغوا من العمل مثل الذي بلغ غيرهم في طول العمر، فأعطاه الله ليلة القدر خير من ألف شهر
"Nabi Muhammad ﷺ diperlihatkan umur umat terdahulu yang panjang-panjang, dan beliau melihat bahwa umur umat beliau sangat pendek dibanding mereka dan tidak akan bisa amal umatnya menyamai amal umat terdahulu karena perbedaan panjangnya usia. Maka kemudian Allah ta'ala memberikan kepadanya satu malam yang lebih baik dari seribu bulan." (HR Malik)
Lihat Juga :