Memaknai Keberkahan Ramadan (15): Puasa Menumbuhkan Rasa Syukur

Senin, 17 April 2023 - 01:39 WIB
loading...
Memaknai Keberkahan...
Imam Shamsi Ali, Dai yang juga Direktur Jamaica Muslim Center dan Presiden Nusantara Foundation. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation

Kata syukur nampaknya sederhana dan sangat populer. Tapi sesungguhnya memiliki makna yang dalam dan penting, baik dalam agama maupun kehidupan. Tanpa Syukur beragama akan salah kaprah. Dan tanpa syukur kehidupan akan menjadi hampa.

Jika dikaji sedikit lebih dalam lagi Islam yang salah satunya dimaknai sebagai ketaatan (al-itho'ah) dalam pengabdian (ubudiyah) sesungguhnya berorientasi kepada kesyukuran. Dengan kata lain, ibadah-ibadah yang kita lakukan dalam ketaatan kita kepada sang Khaliq sejatinya sejatinya adalah bentuk rasa terima kasih dan apresiasi (syukur) kita kepada-Nya.

Rasulullah SAW menyimpulkan ini dalam respons yang beliau sampaikan kepada istrinya ketika ditanya: "Dengan kenyataan bahwa beliau dijaga dari dosa dan kesalahan, seorang Rasul dan Nabi, dan dijamin masuk surga. Untuk apa melakukan semua ibadah-ibadah itu?"

Jawaban beliau jelas dan tegas: "افلا اكون عبدا شكورا؟" (tidakkah seharusnya saya menjadi hamba (Allah) yang bersyukur?)

Semua ibadah yang kita lakukan, dari sholat, puasa, zakat, haji, dzikir dan tasbih, dan lain-lain, merupakan ekspresi kesyukuran kepadaNya. Logika sederhananya adalah karena semua itu dapat kita lakukan juga karena kasih sayang Allah kepada kita semua. Kasih sayang (rahmah) terbesarnya adalah bahwa Allah memberikan hidayah taufik kepada kita untuk melakukan ibadah-ibadah itu.

Syukur kemudian menjadi penting dalam kehidupan karena realitanya kehidupan dunia ini sangat-sangat terbatas dalam segala aspeknya. Baik keterbatasan dalam memenuhi keinginan (hawa nafsu) manusia yang tiada batas. Maupun keterbatasan dalam eksistensinya (كل من عليها فان).

Ketika manusia yang secara alami memiliki keinginan-keinginan (desires) atau ahwaa hanya bersandar kepada dunia maka hidupnya akan berakhir pada kekecewaan. Dunia ini semakin diburu akan semakin menuntut. Dan ketika tuntutan itu diperhadapkan dengan dunai yang sangat terbatas maka yang terjadi hanya kekecewaan, bahkan kemarahan dan frustrasi.

Inilah salah satu penyakit besar yang dihadapi oleh umat manusia masa kini. Dalam Al-Qur'an, ada dua penyakit utama yang disebutkan. Yaitu kesedihan (hazanun) dan kekhawatiran (khaufun). Kedua penyakit ini lebih dikenal dengan penyakit mental (mental sickness) yang saat merongrong dunia modern dengan segala kehebatan dan kemajuannya.

Di sinilah letak keberkahan puasa, menghadirkan atau membangun rasa syukur atas segala karunia yang Allah karuniakan kepada manusia. Dengan puasa kita disadarkan bahwa dunia (materi) bukan segalanya dalam kehidupan ini. Kita kesampingkan sementara makanan, minuman, dan ragam kenikmatan duniawi untuk menemukan kembali esensi kehidupan dan kemanusiaan kita.

Ketika kita mampu membangun kesadaran bahwa dunia (materi) bukan segalanya maka kita tidak perlu mengalami kesedihan dan/atau kekhawatiran berlebihan atas segala hiruk pikuk pergerakan duniawi ini. Tidak perlu kehilangan pijakan di bumi karena sedang upper hand (baik-baik saja). Sebaliknya tidak perlu merasa seolah dunia telah berakhir ketika sedang di lower hand (di bawah).

Hidup berubah naik turun. Kadang putih-kadang hitam. Kadang menyenangkan, kadang pula menantang, bahkan ke level yang sangat sulit. Tapi satu hal yang pasti bagi orang yang sadar syukur adalah hitam atau putihnya kehidupan itu hanya pergerakan yang Allah sunnahkan. Dan pada kedua keadaan dalam kacamata batin atau iman adalah baik dan membawa keberkahan. Insya Allah!

(Bersambung)!

Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan (14): Puasa Tumbuhkan Rasa Kasih Sayang dan Solidaritas
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramadan, Waktu yang...
Ramadan, Waktu yang Tepat Mendulang Berbagai Pahala
Syafana Ramadhan Boarding...
Syafana Ramadhan Boarding Camp Bentuk Karakter Pemimpin Islam
Lintasarta Salurkan...
Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota
Komunitas Muslim Korea...
Komunitas Muslim Korea Semarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 H dengan Beragam Kegiatan
Memasuki 10 Hari Terakhir...
Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Rekomendasi
Rahasia Tokoh Kontroversial,...
Rahasia Tokoh Kontroversial, Saddam Novelis, Fidel Castro Bandar Narkoba?
Awan Berbentuk Tsunami...
Awan Berbentuk Tsunami Gemparkan India
Ulasan Lengkap Riset...
Ulasan Lengkap Riset Potensi Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
5 Bintang Sepak Bola...
5 Bintang Sepak Bola Muslim yang Menjalani Ibadah Puasa Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved