Berpuasa Ketika Safar, Tetap Puasa Atau Berbuka?
Rabu, 29 April 2020 - 03:45 WIB
loading...
A
A
A
باب ذكر خبر روي عن النبي صلى الله عليه وسلم في تسمية الصوم في السفر عصاة من غير ذكر العلة التي أسماهم بهذا الاسم توهم بعض العلماء أن الصوم في السفر غير جائز لهذا الخبر
"Bab tentang khabar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang penamaan berpuasa saat Safar adalah durhaka tanpa menyebut alasan penamaan mereka dengan nama ini. Sebagian ulama menyangka bahwa berpuasa ketika safar adalah tidak boleh karena hadis ini."
Tetapi, jika orang tersebut kuat dan mampu berpuasa, maka boleh saja dia berpuasa sebab berbagai riwayat menyebutkan hal itu seperti riwayat Hamzah bin Amru Al Aslami di atas. Ini juga dikuatkan oleh riwayat lainnya, dari Ibnu Abbas RA:
لا تعب على من صام ولا من أفطر. قد صام رسول الله صلى الله عليه وسلم، في السفر، وأفطر.
"Tidak ada kesulitan bagi orang yang berpuasa, dan tidak ada kesulitan bagi yang berbuka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berpuasa dalam Safar dan juga berbuka." (HR. Muslim No. 1113)
Dari Ibnu Abbas: "Rasulullah mengadakan perjalanan pada Ramadhan, beliau berpuasa singga sampai 'Asfan. Kemudian beliau meminta sewadah air dan meminumnya siang-siang. Manusia melihatnya, lalu dia berbuka hingga masuk Mekkah." Ibnu Abbas berkata: "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa dan berbuka. Barang siapa yang mau maka dia puasa, dan bagi yang mau buka maka dia berbuka."
Dengan memadukan berbagai riwayat yang ada ini, bisa disimpulkan bahwa anjuran dasar bagi orang yang Safar adalah berbuka. Namun, bagi yang kuat dan sanggup untuk berpuasa maka boleh saja berbuka atau tidak berpuasa sejak awalnya. Namun bagi yang sulit dan lelah, maka lebih baik berbuka saja.
Wallahu A'lam
"Bab tentang khabar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang penamaan berpuasa saat Safar adalah durhaka tanpa menyebut alasan penamaan mereka dengan nama ini. Sebagian ulama menyangka bahwa berpuasa ketika safar adalah tidak boleh karena hadis ini."
Tetapi, jika orang tersebut kuat dan mampu berpuasa, maka boleh saja dia berpuasa sebab berbagai riwayat menyebutkan hal itu seperti riwayat Hamzah bin Amru Al Aslami di atas. Ini juga dikuatkan oleh riwayat lainnya, dari Ibnu Abbas RA:
لا تعب على من صام ولا من أفطر. قد صام رسول الله صلى الله عليه وسلم، في السفر، وأفطر.
"Tidak ada kesulitan bagi orang yang berpuasa, dan tidak ada kesulitan bagi yang berbuka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berpuasa dalam Safar dan juga berbuka." (HR. Muslim No. 1113)
Dari Ibnu Abbas: "Rasulullah mengadakan perjalanan pada Ramadhan, beliau berpuasa singga sampai 'Asfan. Kemudian beliau meminta sewadah air dan meminumnya siang-siang. Manusia melihatnya, lalu dia berbuka hingga masuk Mekkah." Ibnu Abbas berkata: "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa dan berbuka. Barang siapa yang mau maka dia puasa, dan bagi yang mau buka maka dia berbuka."
Dengan memadukan berbagai riwayat yang ada ini, bisa disimpulkan bahwa anjuran dasar bagi orang yang Safar adalah berbuka. Namun, bagi yang kuat dan sanggup untuk berpuasa maka boleh saja berbuka atau tidak berpuasa sejak awalnya. Namun bagi yang sulit dan lelah, maka lebih baik berbuka saja.
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :