Pelit, Sifat Zalim yang Bisa Membinasakan Pelakunya

Rabu, 26 April 2023 - 08:01 WIB
loading...
Pelit, Sifat Zalim yang...
Pelit, kikir atau bakhil merupakan sifat tercela yang sangat dibenci Allah SWT bahkan sifat ini bisa membinasakan pelakunya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Sifat pelit atau kikir (bakhil) ternyata menimbulkan bahaya besar bagi pelakunya. Sebagai sifat tercela yang dibenci Allah dan Rasul-Nya, sifat ini bisa mendorong pelakunya untuk selalu menumpuk harta tanpa berniat sekalipun untuk berinfak dan sedekah. Sifat pelit atau kikir diyakini sebagai sebuah penyakit, yakni penyakit itu terlalu cinta dunia .

Orang yang terkena penyakit ini, tidak akan mengorbankan hartanya untuk membantu dan menyenangkan orang lain bahkan terhadap dirinya sendiri. Faktanya banyak dari orang-orang yang kikir atau pelit ini, akan berbelit-belit saat diminta untuk bersedekah. Padahal setiap sedekah yang dilakukan seseorang, akan didoakan oleh para malaikat. Begitu juga sebaliknya, malaikat pun akan mendoakan mereka yang kikir atau pelit tersebut.

Baca juga: Malaikat Ingin Harta Orang yang Kikir Dihancurkan Allah Taala

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu,ia berkata, RasulullahShallallahu 'alaihi wa salambersabda:

"Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Sedangkan yang lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir." (HR Bukhari dan Muslim)

Tafsir hadis di atas menurut Al-Malla 'Ali al-Qari adalah kikir dalam memberikan kebaikan atau harta bagi saudaranya yang muslim. Dalam tafsir yang lainnya, harta orang yang kikir atau pelit akan hancur dengan sendirinya. Atau bisa juga pemiliknya yang akan hancur dengan hartanya, atau kebaikannya akan hilang. Betapa mengerikannya bukan!

Bahaya Besar karena Sifat Kikir

Ada bahaya besar yang akan timbul bila sifat kikir atau pelit ini menguasai kehidupan seseorang dan masyarakat. Dari Abdullah bin Amrradhiyallahu'anhu, ia berkata :

"Jauhkanlah diri kalian dari sifat kikir, karena sesungguhnya kikir itu talah menghancurkan umat-umat sebelum kalian. Kikir mendorong mereka berbuat zalim , lalu zalimlah mereka. Mendorong mereka memutuskan silaturrahim, lalu mereka pun memutuskannya. Mendorong mereka untuk berbuat jahat, lalu berbuat jahatlah mereka. Jauhkanlah diri kalian dari perbuatan zalim, karena sesungguhnya satu kezaliman membawa banyak kegelapan di hari kiamat. Jauhkanlah diri kalian dari perbuatan buruk, karena sesungguhnya Allah tidak mencintai perbuatan buruk dan tindakan yang buruk." (HR Ahmad)

Karena itu, dari sifat kikir akan timbul bahaya yakni :

1. Terjadinya kezaliman

Contoh dari hasil perbuatan kikir ini adalah seperti mencuri hak orang lain, korupsi bahkan sampai membunuh. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu saat Abu Hayyaj Al-Asadi thawaf di Baitullah. Kemudian dia melihat seseorang berdoa, "Allahumma qini syuhha nafsi (Ya Allah, jagalah diriku dari sifat kikir)".

Orang itu tidak menambah dari itu. Lantas Abu Hayyaj bertanya kenapa hanya berdoa demikian. Orang itu menjawab, "Sesungguhnya jika diriku terjaga dari kekikiran, maka aku tidak akan mencuri, berzina, dan perbuatan dosa lainnya."

2. Terputusnya tali silaturrahmi

Sifat kikir ini menyebabkan pelakunya tidak lagi peduli dengan orang lain, dia tidak peduli dengan saudaranya, kerabatnya bahkan tetangganya hal inilah yang menyebabkan timbulnya kebencian, iri hati dan dengki sehingga orang kikir ini banyak yang membencinya.

3. Melahirkan kejahatan

Salah satu pangkal kejahatan adalah sifat kikir. Seseorang yang dikuasai sifat kikir sudah tidak mau mengikuti perintah tentang anjuran untuk berbagi antar sesama. Ia juga tidak akan percaya jaminan Allah terkait rezeki. Ia hanya percaya pada harta benda yang dimilikinya. Jika harta yang dimiliki tidak dibagi dengan orang lain, maka ia yakin akan menjadi kaya.

Karena itu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda; "Sifat kikir dan iman tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya." (HR. Ahmad).

Berdasarkan hadis ini, sifat kikir dan iman kepada Allah tidak akan pernah menyatu dalam diri seseorang. Jika ia memiliki sifat kikir, maka ia tidak beriman. Sebaliknya, jika ia beriman, maka ia tidak memiliki sifat kikir.

Baca juga: Zakat Menyucikan Diri dari Dosa-Dosa dan Membersihkan dari Sifat Bakhil

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hukum Menganiaya Diri...
Hukum Menganiaya Diri Sendiri Dalam Islam, Simak Jangan Sampai Keliru!
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Aniaya dan Zalim Terhadap Diri Sendiri
Menganiaya Diri dalam...
Menganiaya Diri dalam Islam: Antara Dosa dan Konsekuensinya
Amalan-amalan agar Terhindar...
Amalan-amalan agar Terhindar dari Sifat Kikir
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Sifat Kikir, Simak di Sini!
Ngerinya Doa Malaikat...
Ngerinya Doa Malaikat Bagi Orang Kikir, Memohon Allah Menghancurkan Hartanya
Rekomendasi
Tepian Danau Titan Menunjukkan...
Tepian Danau Titan Menunjukkan Bukti Adanya Gelombang Besar
Bagaimana Lautan Berada...
Bagaimana Lautan Berada di Bumi Terkuak, Ini Penjelasan Ilimiahnya
Lautan Pertama di Bumi...
Lautan Pertama di Bumi yang Tidak Berwarna Biru Ditemukan
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Lima Negara Muslim yang...
Lima Negara Muslim yang Tidak Merayakan Isra Mikraj
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved