Memaknai Keberkahan Ramadan (25): Puasa Mengajarkan Kesabaran
Kamis, 27 April 2023 - 23:54 WIB
loading...
A
A
A
Para imigran itu awalnya menyadari keberadaannya sebagai jalan kebaikan dunia-akhirat. Lambat lain defenisi kebaikan itu menjadi sempit, terbatasi oleh kesempitan dunia (hasanah fid dunia) semata. Sebagian berubah. Mereka ingkar nikmat menjadi orang-orang yang seolah tidak ada tujuan lain dari hidup ini kecuali untuk kepentingan material (materialistik).
Di sinilah Ramadan hadir dengan keberkahan itu. Mengingatkan kembali manusia (orang-orang beriman yang bepuasa) bahwa duniawi ini adalah ujian. Bukan kepemilikan mutlak yang digarangsi dan harus dipergunakan sesuai kehendak Pemiliknya yang mutlak. Bahkan jika Pemiliknya memerintahkan untuk meninggalkan dan menanggalkannya, maka sang Mukmin tunduk dan patuh kepada sang Pemilik itu.
Semoga di bulan Ramadan ini kita mampu membangun kekuatan mentalitas untuk menghadapi berbagai tantangan dan cobaan hidup. Baik yang menurut kalkulasi kemanusiaan kita buruk dan tidak menyenangkan. Atau sebaliknya menurut kalkulasi kita baik dan menyenangkan. Karena memang ukuran baik dan buruknya sesuatu itu tidak terdefenisikan oleh ukuran atau kalkulasi kemanusiaan kita yang sangat terbatas. Tapi oleh ukuran ilmu dan qadar Allah SWT yang tiada terbatas.
(Bersambung)!
Baca Juga: Memaknai keberkahan Ramadan (24): Mengajarkan Nilai Kesyukuran
Di sinilah Ramadan hadir dengan keberkahan itu. Mengingatkan kembali manusia (orang-orang beriman yang bepuasa) bahwa duniawi ini adalah ujian. Bukan kepemilikan mutlak yang digarangsi dan harus dipergunakan sesuai kehendak Pemiliknya yang mutlak. Bahkan jika Pemiliknya memerintahkan untuk meninggalkan dan menanggalkannya, maka sang Mukmin tunduk dan patuh kepada sang Pemilik itu.
Semoga di bulan Ramadan ini kita mampu membangun kekuatan mentalitas untuk menghadapi berbagai tantangan dan cobaan hidup. Baik yang menurut kalkulasi kemanusiaan kita buruk dan tidak menyenangkan. Atau sebaliknya menurut kalkulasi kita baik dan menyenangkan. Karena memang ukuran baik dan buruknya sesuatu itu tidak terdefenisikan oleh ukuran atau kalkulasi kemanusiaan kita yang sangat terbatas. Tapi oleh ukuran ilmu dan qadar Allah SWT yang tiada terbatas.
(Bersambung)!
Baca Juga: Memaknai keberkahan Ramadan (24): Mengajarkan Nilai Kesyukuran
(rhs)
Lihat Juga :