Tata Cara dan Niat Qadha Puasa Ramadan di Bulan Syawal
Senin, 01 Mei 2023 - 07:38 WIB
loading...
Tata cara dan niat puasa qadha Ramadan di bulan Syawal penting diketahui setiap muslim, apalagi mereka yang berutang puasa Ramadan dan wajib membayarnya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Tata cara dan niat puasa qadha Ramadan di bulan Syawal penting diketahui setia[ muslim. Apalagi, bila mereka yang sempat meninggalkan puasa Ramadan berarti berhutang kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan wajib untuk membayarnya.
Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan, wajib hukumnya untuk mengganti puasa di hari lain setelah Ramadan, misalnya di bulan Syawal . Dan perlu diingat bahwa puasa qadha juga diwajibkan atas orang yang membatalkan puasa karena tidak ada uzur, seperti tidak berniat karena lupa atau sengaja.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau bepergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” (QS Al Baqarah : 185).
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
" Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Siapa yang berbuka satu hari dari bulan Ramadhan tanpa keringanan yang diberikan Allah kepadanya, tiadalah akan dapat dia bayar oleh puasa sepanjang masa walau dilakukannya." (H.R Abu Daud, Ibnu Majah dan Turmudzi)
Berikut ini adalah lafal niat qadha puasa Ramadan:
Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan, wajib hukumnya untuk mengganti puasa di hari lain setelah Ramadan, misalnya di bulan Syawal . Dan perlu diingat bahwa puasa qadha juga diwajibkan atas orang yang membatalkan puasa karena tidak ada uzur, seperti tidak berniat karena lupa atau sengaja.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ , وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٍ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau bepergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” (QS Al Baqarah : 185).
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ مَنْ اَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِى غَيْرِرُخْصَةٍ وَخَصَهَااللهُ يَقْضِ عَنْهُ صِيَامُ الدَّهْرِكُلِّهِ وَاِنْ صَامَهُ
" Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Siapa yang berbuka satu hari dari bulan Ramadhan tanpa keringanan yang diberikan Allah kepadanya, tiadalah akan dapat dia bayar oleh puasa sepanjang masa walau dilakukannya." (H.R Abu Daud, Ibnu Majah dan Turmudzi)
Niat dan Doa Qadha Puasa Ramadan
Saat akan menjalankan puasa qadha, kita tetap wajib berniat puasa di malam hari (sebelum Shubuh) atau pada waktu sahur. Sebagaimana kewajiban dalam puasa Ramadan. Ingat, niat membayar utang puasa berbeda dengan niat puasa Ramadan. Niat membayar utang puasa harus diucapkan karena merupakan syarat wajib puasa.Berikut ini adalah lafal niat qadha puasa Ramadan:
تَعَالَى لِلهِ رَمَضَانَ شَهْرِ فَرْضِ قَضَاءِ عَنْ غَدٍ صَوْمَ نَوَيْتُ
Lihat Juga :