Menjaga Nilai-Nilai Ramadan dan Idulfitri untuk Wujudkan Persatuan Bangsa

Selasa, 02 Mei 2023 - 21:29 WIB
loading...
Menjaga Nilai-Nilai...
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019–2023 Prof Amany Burhanuddin Umar Lubis. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ramadan , bulan yang penuh ibadah bagi umat muslim telah usai dengan dirayakannya Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriyah. Meskipun telah usai, nilai-nilai ibadah dan keluhuran yang dijalankan di bulan Ramadan perlu dijaga dan diimplementasikan untuk membentuk insan yang bertakwa kepada Allah SWT demi mewujudkan persatuan bangsa .

Sejatinya, puasa mampu menahan dari perbuatan buruk, mengasah kepedulian dan memperkokoh kebersamaan. Pembentukan takwa dengan latihan spiritual puasa ini harus terus diwujudkan pasca Ramadan dengan tetap menjaga emosi, mempertajam empati dan memperkokoh persaudaraan kebangsaan.

Hal ini disampaikan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019–2023 Prof Amany Burhanuddin Umar Lubis, Selasa (2/5/2023). Menurutnya, indikator suksesnya ibadah Ramadan dan meraih kemenangan dalam Idulfitri ialah adanya peningkatan ketakwaan seseorang.

Takwa dapat menjadikan diri umat manusia lebih mawas diri, tekun, teliti, dan lebih bertanggung jawab atau menjadi insan kamil yang memahami secara betul fungsi tujuan manusia di dunia ini. Karena itu, ibadah Ramadan tidak hanya untuk kepuasan spiritual pribadi, melainkan juga untuk hubungan sosial.

"Ibadah puasa di bulan Ramadan bukan hanya ibadah mahdah, tetapi ibadah sosial, yaitu banyak silaturahim, sedekah, zakat dan juga infak yang diberikan kepada yang membutuhkan," kata Amany.

Perempuan kelahiran Kairo, Mesir pada 22 Desember 1963 ini mengatakan, sebagai makhluk Allah yang diberi akal sebagai khalifatullah di muka bumi, maka sejatinya manusia harus memakmurkan bumi, berhubungan baik dengan sesama manusia dan juga alam semesta, melestarikan lingkungan hidup, menjaga agar tidak terjadi dampak buruk, mencegah terjadi bencana alam yang diakibatkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.

Amany menambahkan, pascaramadan menjadi momentum penting untuk kita saling memperbaiki diri antar manusia dan manusia dengan Tuhannya. "Dengan demikian Idul Fitri sangat besar peluangnya untuk kita menjaga perdamaian, kerukunan, persatuan. Dengan semua nilai-nilai yang sudah kita raih selama Ramadhan dan kita wujudkan kebahagiaan itu di Idulfitri," katanya.

Ia mengungkapkan Idulfitri identik dengan kemenangan atas selesainya misi spiritual pada bulan Ramadan. Karena itu, disunahkan untuk saling mengucapkan selamat dengan berakhirnya Ramadan. Amany mengungkapkan, ucapan ini merupakan syiar umat Islam dan bahkan juga dengan yang non-muslim. Semua bersilaturahim saling memaafkan kesalahan dan polemik yang terjadi untuk merajut persatuan antar anak bangsa.

"Kita selalu diingatkan bahwa silaturahim akan memperpanjang umur, menambah rezeki dan juga mempererat hubungan sosial. Hubungan politik pun dapat menjadi stabil dengan adanya niat untuk bersatu. Kita tidak boleh terpecah belah antar umat dan juga anak bangsa Indonesia," kata Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dengan semangat Idulfitri dan silaturahim antar anak bangsa ini, Amany berharap terwujudnya Indonesia yang sejahtera, damai dan harmoni. Momentum Pemilu 2024 perlu disikapi dengan semangat mengedepankan kemaslahatan bangsa, daripada kepentingan pribadi dan golongan. Para politikus yang berjuang, harus serius mengedepankan program untuk kesejahteraan bangsa. Dengan demikian, menurut Amany, kedewasaan masyarakat Indonesia dalam berdemokrasi akan terwujud.

"Yang berpolitik, bertanggung jawab atas rencana program kerjanya supaya betul-betul dapat membangun negeri ini. Demokrasi yang sudah dinikmati oleh bangsa Indonesia selama ini harus kita rawat dengan menjaga stabilitas bangsa, dan dengan merajut terus secara berkesinambungan jembatan atau silaturahim yang ada di Indonesia," kata Amany.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Manfaat dan Hikmah Puasa...
Manfaat dan Hikmah Puasa Syawal, Simak Penjelasannya di Sini!
Mengisi Idulfitri dengan...
Mengisi Idulfitri dengan Wisata, Begini Pandangan Al Quran
Begini Hukum dan Aturan...
Begini Hukum dan Aturan Berwisata dalam Islam
Tradisi Ziarah Kubur...
Tradisi Ziarah Kubur Saat Idulfitri, Amalan Berpahala untuk Mengingat Kematian
Menelusuri Jejak Sejarah...
Menelusuri Jejak Sejarah Islam: 9 Peristiwa Penting di Bulan Syawal
Amalan Berpahala Besar...
Amalan Berpahala Besar di Awal Bulan Syawal, Yuk Amalkan!
Rekomendasi
Fosil 565 Juta Tahun...
Fosil 565 Juta Tahun Ini Ungkap Sejarah Evolusi Bumi
4 Perbedaan El Nino...
4 Perbedaan El Nino dan La Nina yang Sering Dianggap Sama
Fenomena Alam yang Membuat...
Fenomena Alam yang Membuat Daratan di Bumi Terangkat Terungkap
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
7 Sayuran untuk Menjaga...
7 Sayuran untuk Menjaga Kesehatan dan Cegah Kerontokan Rambut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved