Kejayaan Islam Dinasti Aghlabiyah yang Terlupakan
Selasa, 09 Mei 2023 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya, seperti sistem pemerintahan yang berdasarkan dinasti atau keturunan kerabat. Dan setiap provinsi dipimpin oleh seorang gubernur yang akan melaporkan pertanggung jawabannya ke ibukota dinasti di Qayrawan.
Selain itu, sebagai kota yang berbasis pemerintahan Islam, maka warga lokal dan rakyat secara menyeluruh juga wajib mengikuti aturan syariah yang ditetapkan. Sementara itu, bagi yang beragama non muslim diperbolehkan menjalankan agama sesuai kepercayaan yang dianut. Namun, tetap harus membayar pajak negara, pajak tanah ladang. Serta, bagi warga muslim wajib membayar zakat dan kharaj.
Oleh karena imlah, Qairawan menjadi kota suci keempat setelah Makkah, Madinah, dan Yerusalem. Masjid tersebut disebut sebagai masjid terindah dalam Islam karena ditata sedemikian indah. Selain itu, dibangun pula sebuah masjid di Tunisia, pada masa kekuasaan Ahmad serta dibuat pula suatu peralatan pertanian dan irigasi untuk daerah lfrikiyah yang kurang subur.
Pada akhir abad ke-9, posisi Dinasti Aghlabiyah di Ifrikiyah mengalami kemunduran, dengan masuknya propaganda Syi'ah yang dilancarkan oleh Abdullah Al-Syi'ah atas isyarat Ubaidilah Al-Mahdi telah menanamkan pengaruh yang kuat di kalangan orang-orang Barbar suku Ketama.
Kesenjangan sosial antarpenguasa Aghlab di satu pihak dan orang-orang Barbar di pihak lain, telah menambah kuatnya pengaruh itu dan pada akhirnya membuahkan kekuatan militer.
Pada tahun 909, kekuatan militer tersebut berhasil menggulingkan kekuasaan Aghlabid yang terakhir, Ziyadatallah III sehingga ia diusir ke Mesir setelah gagal mendapatkan bantuan dari pemerintahan pusat di Baghdad. Ada juga yang berpendapat bahwa Ziyadatallah kalah karena tidak mengadakan perlawanan apapun sebelum Dinasti Fatimiyah Syi'ah mengadakan invasi.
Dan sejak itu pula, lfrikiyah dikuasai oleh orang-orang Syi'ah yang pada masa selanjutnya membentuk Dinasti Fatimiyah. Salah satu faktor mundurnya Aghlabiyah ialah hilangnya hakikat kedaulatan dan ikatan-ikatan solidaritas sosial semakin luntur.
Baca juga: 4 Masjid Tertua di Sulawesi Utara Saksi Peradaban Islam
Selain itu, sebagai kota yang berbasis pemerintahan Islam, maka warga lokal dan rakyat secara menyeluruh juga wajib mengikuti aturan syariah yang ditetapkan. Sementara itu, bagi yang beragama non muslim diperbolehkan menjalankan agama sesuai kepercayaan yang dianut. Namun, tetap harus membayar pajak negara, pajak tanah ladang. Serta, bagi warga muslim wajib membayar zakat dan kharaj.
Kontribusi Bagi Eropa
Dinasti Aghlabiyah, terkenal dengan prestasinya di bidang arsitektur, terutama dalam pembangunan masjid. Pada masa Ziyadatallah yang kemudian disempurnakan oleh Ibrahim II, berdiri dengan megahnya masjid yang besar, yaitu masjid Qairawan. Menara masjidnya merupakan warisan dari bentuk bangunan Umayyah yang merupakan bangunan tertua di Afrika.Oleh karena imlah, Qairawan menjadi kota suci keempat setelah Makkah, Madinah, dan Yerusalem. Masjid tersebut disebut sebagai masjid terindah dalam Islam karena ditata sedemikian indah. Selain itu, dibangun pula sebuah masjid di Tunisia, pada masa kekuasaan Ahmad serta dibuat pula suatu peralatan pertanian dan irigasi untuk daerah lfrikiyah yang kurang subur.
Pada akhir abad ke-9, posisi Dinasti Aghlabiyah di Ifrikiyah mengalami kemunduran, dengan masuknya propaganda Syi'ah yang dilancarkan oleh Abdullah Al-Syi'ah atas isyarat Ubaidilah Al-Mahdi telah menanamkan pengaruh yang kuat di kalangan orang-orang Barbar suku Ketama.
Kesenjangan sosial antarpenguasa Aghlab di satu pihak dan orang-orang Barbar di pihak lain, telah menambah kuatnya pengaruh itu dan pada akhirnya membuahkan kekuatan militer.
Pada tahun 909, kekuatan militer tersebut berhasil menggulingkan kekuasaan Aghlabid yang terakhir, Ziyadatallah III sehingga ia diusir ke Mesir setelah gagal mendapatkan bantuan dari pemerintahan pusat di Baghdad. Ada juga yang berpendapat bahwa Ziyadatallah kalah karena tidak mengadakan perlawanan apapun sebelum Dinasti Fatimiyah Syi'ah mengadakan invasi.
Dan sejak itu pula, lfrikiyah dikuasai oleh orang-orang Syi'ah yang pada masa selanjutnya membentuk Dinasti Fatimiyah. Salah satu faktor mundurnya Aghlabiyah ialah hilangnya hakikat kedaulatan dan ikatan-ikatan solidaritas sosial semakin luntur.
Baca juga: 4 Masjid Tertua di Sulawesi Utara Saksi Peradaban Islam
(wid)
Lihat Juga :