Kisah Umar Melihat Seorang Ibu Memasak Batu Ketika Madinah Paceklik
Rabu, 10 Mei 2023 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Setelah mendengar perkataan wanita itu tadi, Sayyidina Umar menitikkan air mata dan segera bangkit dari tempat duduknya itu. Lalu beliau dan Aslam kembali ke Madinah. Sesampainya Khalifah langsung pergi ke Baitul Mal dan mengambil sekarung gandum. Beliau mengangkat sendiri karung gandum itu di punggungnya, melihat pemimpinnya tergopoh-gopoh membawa karung gandum Aslam menawarkan diri untuk membantu.
"Wahai Amirul Mukminin, biar aku sajalah yang mengangkut karung ini," ujar Aslam.
"Apakah kau mau menggantikanku menerima murka Allah akibat membiarkan rakyatku kelaparan? Biar aku sendiri yang memikulnya, karena ini lebih ringan bagiku dibanding siksaan Allah di akhirat nanti," jawab Umar.
Khalifah Umar mendatangi kembali gubuk yang berada di Madinah tadi dengan membawa masakannya tadi, agar keluarga miskin tersebut dapat memakan masakannya. Melihat mereka makan, seketika hati Khalifah Umar terasa tenang. Setelah makanannya habis, Khalifah Umar berpamitan. Sebelumnya dia juga meminta wanita tersebut untuk menemui Khalifah keesokan harinya.
Esok harinya, wanita itu pergi untuk menemui Amirul Mukminin. Betapa terkejutnya si wanita itu saat melihat sosok Amirul Mukminin, yang tidak lain adalah orang yang telah memasakkan makanan untuk dia dan anaknya semalam. Wanita tersebut lalu meminta maaf atas kata-kata zalimnya yang ia katakan padanya semalam dan ibu itu juga mengatakan bahwa dirinya siap untuk di hukum.
Lalu khalifah umar menjawab: "Ibu tidak bersalah, akulah yang bersalah. Aku telah berdosa karena membiarkan seorang ibu dan anak-anaknya kelaparan di wilayah kekuasaanku, maafkan aku ibu."
Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW bersabda: "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Imam (waliyul amri) yang memerintah manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang rakyatnya."
Dhaulat Khulafaur Rasyidin
Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab Ketika Madinah Mengalami Paceklik
"Wahai Amirul Mukminin, biar aku sajalah yang mengangkut karung ini," ujar Aslam.
"Apakah kau mau menggantikanku menerima murka Allah akibat membiarkan rakyatku kelaparan? Biar aku sendiri yang memikulnya, karena ini lebih ringan bagiku dibanding siksaan Allah di akhirat nanti," jawab Umar.
Khalifah Umar mendatangi kembali gubuk yang berada di Madinah tadi dengan membawa masakannya tadi, agar keluarga miskin tersebut dapat memakan masakannya. Melihat mereka makan, seketika hati Khalifah Umar terasa tenang. Setelah makanannya habis, Khalifah Umar berpamitan. Sebelumnya dia juga meminta wanita tersebut untuk menemui Khalifah keesokan harinya.
Esok harinya, wanita itu pergi untuk menemui Amirul Mukminin. Betapa terkejutnya si wanita itu saat melihat sosok Amirul Mukminin, yang tidak lain adalah orang yang telah memasakkan makanan untuk dia dan anaknya semalam. Wanita tersebut lalu meminta maaf atas kata-kata zalimnya yang ia katakan padanya semalam dan ibu itu juga mengatakan bahwa dirinya siap untuk di hukum.
Lalu khalifah umar menjawab: "Ibu tidak bersalah, akulah yang bersalah. Aku telah berdosa karena membiarkan seorang ibu dan anak-anaknya kelaparan di wilayah kekuasaanku, maafkan aku ibu."
Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW bersabda: "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Imam (waliyul amri) yang memerintah manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang rakyatnya."
Dhaulat Khulafaur Rasyidin
Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab Ketika Madinah Mengalami Paceklik
(rhs)
Lihat Juga :