3,7 Juta Penduduk Amerika Serikat Adalah Orang Arab
Jum'at, 12 Mei 2023 - 09:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Zaytuna College, Universitas Islam Pertama di Amerika Serikat Berusia 1 Dekade
Pada kesempatan Bulan Warisan Arab di AS, yang dirayakan pada bulan April setiap tahun, Presiden AS Joe Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintahannya sedang “menjajaki penambahan kategori klasifikasi baru ke dalam sensus populasi masyarakat Timur Tengah dan Afrika Utara.”
Ini, katanya, adalah untuk “memastikan orang Arab-Amerika diperhatikan dan mereka diperhitungkan dengan tepat saat mengembangkan kebijakan baru.”
Imigrasi
Pada akhir 1800-an, imigrasi Arab ke Amerika Serikat dimulai. Menurut Institut Kebijakan Migrasi, kebanyak mereka adalah Kristen Arab yang menghindar dari Kekaisaran Ottoman. Mereka berasal dari Suriah, Lebanon, Palestina, dan Israel.
Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa sebagian besar imigran mendarat di Timur Laut dan Barat Tengah, mencari pekerjaan di sana sebagai penjual dan pedagang grosir.
Undang-Undang Imigrasi Johnson-Reed tahun 1924, yang menggunakan kuota asal untuk membatasi imigrasi, menghentikan masuknya imigran Arab hingga tahun 1948 hingga 1966. Ini terjadi pada saat gelombang baru imigrasi Timur Tengah dimulai karena Perang Arab-Israel dan konflik regional lainnya.
Banyak dari imigran itu datang ke Detroit selama booming industri otomotif. Gelombang imigrasi Arab ketiga terjadi di AS setelah Undang-Undang Keimigrasian dan Kewarganegaraan tahun 1965, yang mengakhiri kuota yang menguntungkan mereka yang berasal dari Eropa utara dan barat.
Baca juga: Kisah Muslim Amerika Serikat Prof Sohail Humayun Hashmi Mengajarkan Islam di Rumah
Pada kesempatan Bulan Warisan Arab di AS, yang dirayakan pada bulan April setiap tahun, Presiden AS Joe Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintahannya sedang “menjajaki penambahan kategori klasifikasi baru ke dalam sensus populasi masyarakat Timur Tengah dan Afrika Utara.”
Ini, katanya, adalah untuk “memastikan orang Arab-Amerika diperhatikan dan mereka diperhitungkan dengan tepat saat mengembangkan kebijakan baru.”
Imigrasi
Pada akhir 1800-an, imigrasi Arab ke Amerika Serikat dimulai. Menurut Institut Kebijakan Migrasi, kebanyak mereka adalah Kristen Arab yang menghindar dari Kekaisaran Ottoman. Mereka berasal dari Suriah, Lebanon, Palestina, dan Israel.
Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa sebagian besar imigran mendarat di Timur Laut dan Barat Tengah, mencari pekerjaan di sana sebagai penjual dan pedagang grosir.
Undang-Undang Imigrasi Johnson-Reed tahun 1924, yang menggunakan kuota asal untuk membatasi imigrasi, menghentikan masuknya imigran Arab hingga tahun 1948 hingga 1966. Ini terjadi pada saat gelombang baru imigrasi Timur Tengah dimulai karena Perang Arab-Israel dan konflik regional lainnya.
Banyak dari imigran itu datang ke Detroit selama booming industri otomotif. Gelombang imigrasi Arab ketiga terjadi di AS setelah Undang-Undang Keimigrasian dan Kewarganegaraan tahun 1965, yang mengakhiri kuota yang menguntungkan mereka yang berasal dari Eropa utara dan barat.
Baca juga: Kisah Muslim Amerika Serikat Prof Sohail Humayun Hashmi Mengajarkan Islam di Rumah
(mhy)
Lihat Juga :