Penafsiran Ilmiah Al-Qur'an untuk Buktikan Kemukjizatannya, Haruskah?
Jum'at, 12 Mei 2023 - 16:55 WIB
loading...
Corak penafsiran ilmiah ini telah lama dikenal. Benihnya bermula pada masa Dinasti Abbasiyah. (Foto/Ilustrasi: dok SINDOnews)
A
A
A
Sejumlah ulama berusaha untuk membuktikan kemukjizatan Al-Quran , atau kebenaran-kebenarannya sebagai wahyu Ilahi melalui penafsiran, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Akibatnya, tidak jarang dirasakan adanya "pemaksaan-pemaksaan" dalam penafsiran tersebut.
Prof Dr M Quraish Shihab MA mengatakan Al-Quran Al-Karim , yang merupakan sumber utama ajaran Islam, berfungsi sebagai "petunjuk ke jalan yang sebaik-baiknya" ( QS 17 :9) demi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Petunjuk-petunjuk tersebut banyak yang bersifat umum dan global, sehingga penjelasan dan penjabarannya dibebankan kepada Nabi Muhammad SAW. ( QS 16 :44; 4:105, dan sebagainya).
Baca juga: Quraish Shihab: Al-Quran Sendiri Membuktikan Keotentikannya
Di samping itu, Al-Quran juga memerintahkan umat manusia untuk memperhatikan ayat-ayat Al-Quran ( QS 39 :18; 47:24), dengan perhatian yang, di samping dapat mengantar mereka kepada keyakinan dan kebenaran Ilahi, juga untuk menemukan alternatif-alternatif baru melalui pengintegrasian ayat-ayat tersebut dengan perkembangan situasi masyarakat tanpa mengorbankan prinsip-prinsip pokok ajarannya (Al-Ushul Al-Ammah) atau mengabaikan perincian-perincian yang tidak termasuk dalam wewenang ijtihad. Dengan demikian, akan ditemukan kebenaran-kebenaran penegasan Al-Quran, bahwa:
a. Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya di seluruh ufuk dan pada diri manusia, sehingga terbukti bahwa ia (Al-Quran) adalah benar (baca QS 41 :53).
b. Fungsi diturunkannya Kitab Suci kepada para Nabi (tentunya terutama Al-Quran), adalah untuk memberikan jawaban atau jalan keluar bagi perselisihan dan problem-problem yang dihadapi masyarakat (baca QS 2 :213).
"Dalam rangka pembuktian tentang kebenaran Al-Quran, wahyu Ilahi ini telah mengajukan tantangan kepada siapa pun yang meragukannya untuk menyusun 'semisal' Al-Quran," ujar Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996)
Baca juga: Ayat-Ayat Kauniyah dalam Al-Quran Menurut Quraish Shihab
Menurutnya, tantangan tersebut datang secara bertahap:
a. Seluruh Al-Quran ( QS 17 :88; 52:34).
b. Sepuluh surah saja dari 114 surahnya ( QS 11 :13).
c. Satu surah saja ( QS 10 :38).
d. Lebih kurang semisal satu surah saja ( QS 2 :23).76
Prof Dr M Quraish Shihab MA mengatakan Al-Quran Al-Karim , yang merupakan sumber utama ajaran Islam, berfungsi sebagai "petunjuk ke jalan yang sebaik-baiknya" ( QS 17 :9) demi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Petunjuk-petunjuk tersebut banyak yang bersifat umum dan global, sehingga penjelasan dan penjabarannya dibebankan kepada Nabi Muhammad SAW. ( QS 16 :44; 4:105, dan sebagainya).
Baca juga: Quraish Shihab: Al-Quran Sendiri Membuktikan Keotentikannya
Di samping itu, Al-Quran juga memerintahkan umat manusia untuk memperhatikan ayat-ayat Al-Quran ( QS 39 :18; 47:24), dengan perhatian yang, di samping dapat mengantar mereka kepada keyakinan dan kebenaran Ilahi, juga untuk menemukan alternatif-alternatif baru melalui pengintegrasian ayat-ayat tersebut dengan perkembangan situasi masyarakat tanpa mengorbankan prinsip-prinsip pokok ajarannya (Al-Ushul Al-Ammah) atau mengabaikan perincian-perincian yang tidak termasuk dalam wewenang ijtihad. Dengan demikian, akan ditemukan kebenaran-kebenaran penegasan Al-Quran, bahwa:
a. Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya di seluruh ufuk dan pada diri manusia, sehingga terbukti bahwa ia (Al-Quran) adalah benar (baca QS 41 :53).
b. Fungsi diturunkannya Kitab Suci kepada para Nabi (tentunya terutama Al-Quran), adalah untuk memberikan jawaban atau jalan keluar bagi perselisihan dan problem-problem yang dihadapi masyarakat (baca QS 2 :213).
"Dalam rangka pembuktian tentang kebenaran Al-Quran, wahyu Ilahi ini telah mengajukan tantangan kepada siapa pun yang meragukannya untuk menyusun 'semisal' Al-Quran," ujar Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996)
Baca juga: Ayat-Ayat Kauniyah dalam Al-Quran Menurut Quraish Shihab
Menurutnya, tantangan tersebut datang secara bertahap:
a. Seluruh Al-Quran ( QS 17 :88; 52:34).
b. Sepuluh surah saja dari 114 surahnya ( QS 11 :13).
c. Satu surah saja ( QS 10 :38).
d. Lebih kurang semisal satu surah saja ( QS 2 :23).76
Lihat Juga :