Menunggu Waktu Salat, Amalan Bernilai Ibadah yang Dahsyat Pahalanya

Jum'at, 19 Mei 2023 - 09:59 WIB
loading...
Menunggu Waktu Salat, Amalan Bernilai Ibadah yang Dahsyat Pahalanya
Ada keutamaan saat menunggu waktu datangnya salat, karena pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah salat tersebut. Foto istimewa
A A A
Bila ada seseorang yang tengah menunggu waktu datangnya salat , ternyata ia akan diganjar pahala luar biasa. Mengapa demikian? Karena kecintaan seorang muslim dalam beribadah tergambar dari kesediaannya menunggu ibadah itu datang lagi. Baginya, ibadah itu terasa manis.

Manisnya ibadah iitu, tak lain adalah buah dari iman. Misalnya salat. Kehadirannya ditunggu, lantaran salat membawa nikmat. Ketika ia, mendengar azan lalu bergegas ke masjid menunaikan dua rakaat salat sunnah, lalu duduk menunggu waktu iqomah, maka lama waktu menunggu itu dihitung seperti salat.


Sebuah hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, beliau berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لا يَزَالُ أَحَدُكُمْ في صَلاةٍ مَا دَامتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ، لا يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلى أَهْلِهِ إِلاَّ الصَّلاةُ


“Seseorang di antara kamu tetap berada dalam keadaan shalat selama dia ditahan oleh shalat. Tidaklah ada yang mencegahnya untuk kembali kepada keluarganya kecuali shalat.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hadis ini, dijelaskan Ustadz Mubarak Bamualim, Lc, MHI, menerangkan kepada kita tentang keutamaan orang yang salat kemudian duduk di masjid menunggu datangnya waktu salat . Dia tidak kembali kepada keluarganya sampai menyelesaikan salat yang berikutnya. Ini dicatat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa dirinya seakan-akan berada dalam salatnya.

"Jadi kalau seorang misalnya datang diwaktu magrib dan salat berjamaah di Masjid bersama kaum muslimin. Kemudian dia menunggu sampai datangnya waktu isya’. Yang mendorong dia untuk menunggu di Masjid adalah ingin salat isya’ secara berjamaah di Masjid itu juga, maka selama dia menunggu sejak dia duduk setelah maghrib sampai datang waktu isya’ dicatat dalam keadaan shalat,"ungkapnya dalam kajian rutin Kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al Musalin, di Jakarta baru-baru ini.

Hal ini, suatu hal yang menunjukkan besarnya fadhilah dan keutamaan orang yang menunggu salat setelah mengerjakan salat yang sebelumnya.

Hadis ini juga menjelaskan kepada kita tentang anjuran untuk seorang selalu menjaga dan memelihara salatnya. Dan ketika dia menunggu di masjid hendaknya dia berniat di hatinya bahwa menunggu di Masjid untuk salat yang berikutnya. Sehingga dia mendapatkan ganjaran/pahala seperti orang yang sedang mengerjakan salat.

Selain itu, orang yang menunggu waktu salat juga akan didoakan malaikat. Dalilnya, hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

المَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلاَّهُ الَّذي صَلَّى فِيهِ مَا لمْ يُحْدِثْ، تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ


“Para malaikat terus mendoakan salah seorang di antara kalian selama dia berada di tempat salatnya yang dia shalat di tempat itu, selama dia tidak berhadats. Para Malaikat berdoa dengan mengucapkan: ‘Ya Allah ampunilah orang ini, Ya Allah rahmatilah dia.'” (HR. Bukhari)

"Ini adalah doa yang dimohonkan oleh para malaikat bagi seorang yang duduk di tempat salatnya setelah selesai shalat,"papar dai yang rutin mengisi berbagai kajian tersebut.

Hadis di atas juga menunjukkan tentang keutamaan orang-orang yang menunggu datangnya salat atau orang yang tetap duduk di tempat salatnya setelah dia mengerjakan salat dan dia tidak bangun dari tempat itu, maka selama itu dia didoakan oleh para malaikat.

Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa para malaikat memohon ampun kepada Allah Ta’ala untuk orang-orang beriman. Oleh karena itu jika seseorang ingin didoakan oleh para malaikat, maka datanglah ke masjid, salatlah berjamaah, lalu duduklah di tempat salatmu itu dengan berdzikir, berdoa, atau membaca Al-Qur’an.

Dicatat dalam Keadaan Salat

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: “Pernah pada suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengakhirkan salat isya’. Beliau masuk ke rumah dan tidak keluar kecuali pada pertengahan malam. Setelah shalat beliau menghadap kepada kami lalu bersabda:

صَلىَّ النَّاسُ وَرَقَدُوا ولَمْ تَزَالُوا في صَلاةٍ مُنْذُ انْتَظَرْتُموها


“Sebagian orang ada yang sudah sholat dan kemudian mereka tidur, dan kalian yang menunggu di tempat ini, kalian tetap (seakan-akan) berada dalam keadaan shalat semenjak menunggu datangnya shalat yang berikutnya.” (HR. Bukhari)



Wallahu A'lam
(wid)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2762 seconds (0.1#10.140)