Tingkatan dan Tips Khusuk dalam Shalat
Senin, 13 September 2021 - 13:26 WIB
loading...
Khusyuk menjadi faktor penting dalam menjalankan ibadah shalat. Foto istimewa
A
A
A
Khusyuk menjadi faktor penting dalam menjalankan ibadah shalat. Namun, setiap muslim, mempunyai tingkatan berbeda-beda dalam urusan khusyuk saat menunaikan shalat ini. Perbedaan itu didasari dari faktor tingkat konsentrasi, tingkat kelalaian, hingga berpaling hatinya untuk mengingat Allah SWT dalam setiap shalatnya.
Sedangkan shalat sendiri menjadi pembatas (pembeda) antara orang mukmin dan kaum kuffaro. Bahkan Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, “Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan salat”. Dalam Al Qur'an, Allah Ta'ala berfirman,
وَاسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ؕ وَاِنَّهَا لَكَبِيۡرَةٌ اِلَّا عَلَى الۡخٰشِعِيۡنَۙ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS Al-Baqarah: 45)
Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari Agar Khusyuk Saat Sholat
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Kitabnya "al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib" mengklasifikasikan manusia ke dalam lima tingkatan khusyuk saat shalat. Berikut tingkatannya:
1. Untuk orang yang menzalimi dan menelantarkan diri sendiri (Al-Zalim li nafsih).
Tingkatan pertama ini diduduki oleh orang yang tidak menjaga kesempurnaan wudhu, shalatnya tidak tepat waktu, tidak mengindahkan batasan-batasan serta rukun-rukun shalat.
2. Untuk orang yang memelihara waktu shalat tetapi tidak bisa melawan gangguan pikiran
Tingkatan kedua diperuntukkan bagi orang yang memelihara waktu shalat, batasan shalat, rukun shalat, serta wudhunya. Hanya saja, pada tingkatan ini orang tersebut tidak bisa melawan bisikan jiwa dan pikiran yang menganggunya.
3.Untuk orang yang berusaha menjaga gangguan
Pada tingkatan ini ditujukan bagi orang yang menjaga batasan dan rukun shalat. Ia berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan segala gangguan yang menghampirinya.
4. Untuk orang yang perhatiannya tercurah hanya pada shalat
Sedangkan shalat sendiri menjadi pembatas (pembeda) antara orang mukmin dan kaum kuffaro. Bahkan Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, “Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan salat”. Dalam Al Qur'an, Allah Ta'ala berfirman,
وَاسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ؕ وَاِنَّهَا لَكَبِيۡرَةٌ اِلَّا عَلَى الۡخٰشِعِيۡنَۙ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS Al-Baqarah: 45)
Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari Agar Khusyuk Saat Sholat
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Kitabnya "al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib" mengklasifikasikan manusia ke dalam lima tingkatan khusyuk saat shalat. Berikut tingkatannya:
1. Untuk orang yang menzalimi dan menelantarkan diri sendiri (Al-Zalim li nafsih).
Tingkatan pertama ini diduduki oleh orang yang tidak menjaga kesempurnaan wudhu, shalatnya tidak tepat waktu, tidak mengindahkan batasan-batasan serta rukun-rukun shalat.
2. Untuk orang yang memelihara waktu shalat tetapi tidak bisa melawan gangguan pikiran
Tingkatan kedua diperuntukkan bagi orang yang memelihara waktu shalat, batasan shalat, rukun shalat, serta wudhunya. Hanya saja, pada tingkatan ini orang tersebut tidak bisa melawan bisikan jiwa dan pikiran yang menganggunya.
3.Untuk orang yang berusaha menjaga gangguan
Pada tingkatan ini ditujukan bagi orang yang menjaga batasan dan rukun shalat. Ia berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan segala gangguan yang menghampirinya.
4. Untuk orang yang perhatiannya tercurah hanya pada shalat
Lihat Juga :