Osman Hamdi Bey: Artis, Arkeolog, dan Pelindung Warisan Ottoman

Rabu, 24 Mei 2023 - 14:01 WIB
loading...
Osman Hamdi Bey: Artis,...
Lukisan Osman Hamdi Bey tahun 1880 berjudul Gadis Membaca Al-Quran terjual US$7,7 juta atau setara dengan Rp114,730 miliar pada lelang tahun 2019. Foto/Ilustrasi: MEE
A A A
Osman Hamdi Bey namanya. Pelukis yang berprestasi ini, bukan sekadar seniman. Dia adalah seorang arkeolog sebagai pelindung warisan Ottoman . Hamdi Bey adalah tokoh kunci dalam mendefinisikan kembali seni Ottoman dan membangun banyak institusi budaya kekaisaran.

Putra İbrahim Edhem Pasha, seorang Vizier Agung Utsmaniyah (menjabat 1877–1878), ini lahir pada tahun 1842. Sebagai seorang seniman dan arkeolog, Hamdi Bey datang untuk mewujudkan penetrasi seni Barat ke dalam kehidupan elit Utsmaniyah sekaligus melindungi harta sejarahnya yang tak terhitung jumlahnya dari penjarahan oleh para petualang Barat.

Nama Hamdi Bey tidak begitu dikenal di kalangan elit di luar Turki . Kendati demikian, ia mencatatkan prestasi gemilang. Lukisannya terjual dengan harga paling mahal oleh seniman Turki.
Osman Hamdi Bey: Artis, Arkeolog, dan Pelindung Warisan Ottoman

Middle East Eye (MEE) mencatat lukisannya tahun 1880 berjudul "Gadis Membaca Al-Quran" terjual US$7,7 juta atau setara dengan Rp114,730 miliar pada lelang tahun 2019. Angka ini memecahkan rekor sebelumnya, yang juga dipegang oleh Hamdi Bey, untuk lukisan "In Front of the Mosque", yang terjual US$4,5 juta atau setara Rp67 miliar pada tahun 2016.

Lukisannya yang paling terkenal, "The Tortoise Trainer", terjual seharga US$3,5 juta atau setara Rp52,2 miliar pada tahun 2004.

Tetapi menganggap Hamdi Bey dan karya seninya sebagai produk eksklusif dari tanah Ottoman adalah sebuah kesalahan.

Seniman ini hidup di tengah sintesis budaya Eropa dan Islam yang muncul di kalangan elite Ottoman pada abad ke-19.

Seperti kebanyakan orang sezamannya, sang ayah mengirim Hamdi Bey ke Paris untuk pendidikannya. Dia awalnya belajar hukum sebelum memutuskan untuk menekuni seni.

Baca juga: Mimar Sinan, Arsitek Ottoman yang Legendaris

Pengalaman di Eropa berdampak besar pada kehidupan pemuda Utsmani. Di Prancis, dia bertemu dengan istri pertamanya Marie dan belajar di bawah bimbingan seniman orientalis, seperti Jean-Leon Gerome dan Gustave Boulanger.

Yang pertama mungkin menghasilkan salah satu karya paling terkenal dalam tradisi orientalis.

Gerome's The Slave Market menggambarkan pria berjubah timur dan serban sedang memeriksa seorang wanita muda telanjang untuk dijual. Gambar tersebut memperkuat stereotip Muslim sebagai kejam dan didorong oleh kedagingan. Hal demikian itu diberi kesempatan hidup baru oleh partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman pada tahun 2019 dalam kampanye poster peringatan terhadap migrasi Muslim ke Eropa.

Pengaruh Orientalis pada karya-karya Hamdi Bey terlihat jelas. Dalam pilihan pakaian yang eksotis untuk sebagian besar subjeknya dan kecenderungannya untuk membuat pilihan gaya yang serupa dengan orang lain dalam tradisi. Namun demikian, artis Turki itu menampilkan adegannya dengan cara yang lebih simpatik daripada mentornya.

Subjek Hamdi Bey membaca Al-Quran, melatih kura-kura, bersosialisasi di luar masjid, dan tawar-menawar karpet Persia.

Sementara adegan-adegannya mungkin terjadi dalam kerangka artistik yang dibuat oleh para pendahulu Barat, subjek Hamdi Bey dalam beberapa kasus mengalihkan pandangan mereka kembali ke Barat.

Terkemuka dalam hal ini adalah "Persian Carpet Dealer on the Street", di mana seorang pria Muslim berjubah hijau menatap matanya dengan rasa ingin tahu terhadap seorang pengunjung Barat yang sibuk dalam tawar menawar.
Osman Hamdi Bey: Artis, Arkeolog, dan Pelindung Warisan Ottoman


Baca juga: 150 Rumah Bersejarah Era Ottoman di Gaza Terabaikan

Lukisan itu mungkin berfungsi sebagai ringkasan dari Hamdi Bey sendiri, seseorang yang tertarik dengan kemajuan ide-ide Barat tetapi masih betah di tanah air Muslimnya.

Melestarikan Warisan Ottoman

Tapi sama pentingnya dengan seni Hamdi Bey, lukisannya hanya menandai karir yang sebagian besar didedikasikan untuk penemuan dan pelestarian warisan tanah yang dikuasai Ottoman.

Intelektual Ottoman ini meninggalkan Eropa pada tahun 1869 dan menjadi direktur Departemen Luar Negeri Provinsi di Baghdad.

Di sinilah ia pertama kali mengartikulasikan niat dan motivasinya, yakni berperan dalam memajukan budaya dan peradaban umat Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
MABIMS Sepakati 8 Resolusi...
MABIMS Sepakati 8 Resolusi Falak, Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026
8 Nama Kota yang Dikisahkan...
8 Nama Kota yang Dikisahkan Al Quran hingga Kini Masih Eksis
Lima Museum Sejarah...
Lima Museum Sejarah Islam Terbesar Di Dunia, Nomor 5 Louvre Paris
Buldantour Tawarkan...
Buldantour Tawarkan Pendidikan Bersertifikat Resmi di Masjid Nabawi Setahun Penuh
Setelah Assad Digulingkan:...
Setelah Assad Digulingkan: Siapa yang Akan Memerintah Suriah?
Rekomendasi
Misteri Lightsaber Cahaya...
Misteri Lightsaber Cahaya Aneh di Malang Pasca Gempa Magnitudo 6,7
Riset Terbaru Sebut...
Riset Terbaru Sebut Air Hujan di Seluruh Dunia Mengandung Racun
Laporan PBB Sebut Bencana...
Laporan PBB Sebut Bencana Krisis Air Hebat Sudah di Depan Mata
Artikel Terkini
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Infografis
Gencatan Senjata Disepakati...
Gencatan Senjata Disepakati Israel dan Jihad Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved