Nabi Muhammad SAW Dituduh Dirikan Islam setelah Belajar tentang Tradisi Yudeo-Kristen
Jum'at, 02 Juni 2023 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Perhatian Bahira terutama tertuju pada sebuah kafilah dari Makkah, yang di luar dugaannya, dinaungi oleh awan yang melayang dekat di atas mereka. Awan bergerak saat karavan bergerak, dan tidak bergerak lebih jauh saat mereka berhenti; seolah-olah itu memberikan keteduhan bagi seseorang atau orang-orang dalam kelompok itu.
Baca juga: Tanda-Tanda Kenabian Muhammad Diungkap Pendeta di Dalam Gereja saat Berusia 12 Tahun
Ketika dia juga memperhatikan bahwa sebatang pohon menurunkan dahan-dahannya di atas karavan untuk memberi keteduhan lebih lanjut, dia segera menyadari bahwa karavan ini pasti berisi satu atau beberapa orang yang luar biasa.
Dia mengundang semua orang dalam kafilah untuk makan di tempatnya, tetapi tidak satu pun dari wajah mereka yang menunjukkan kapasitas Nabi yang diharapkan.
Dia bertanya apakah ada orang yang tidak ikut makan; jawaban yang diterimanya adalah bahwa Muhammad ditinggalkan untuk mengawasi kafilah.
Abd al-Malik Ibn Hisham dalam "al-Sirat al Nabawiyyah" menceritakan, Bahira sangat ingin melihat Muhammad; dan ketika dia benar-benar melihatnya, dia menyadari bahwa dia membawa semua tanda yang akan dimiliki oleh Nabi yang ditunggu, seperti yang dijelaskan dalam buku-bukunya.
"Dia mengatakan kepada paman Muhammad untuk membawanya kembali ke Makkah secepat mungkin untuk menjaganya dari musuh potensial," tambah Martin Lings dalam bukunya berjudul "Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources".
Menurut Mustafa Fayda, kejadian ini digunakan oleh beberapa sarjana Barat sebagai dasar untuk mengklaim bahwa Muhammad belajar tentang tradisi Yudeo-Kristen dari biarawan ini, dan bahwa dia kemudian mengubah pengetahuan ini menjadi agama baru, yaitu Islam.
Namun, itu tidak logis atau masuk akal untuk mengadopsi gagasan semacam itu. Pada saat peristiwa itu terjadi Nabi Muhammad masih terlalu muda untuk memperoleh pengetahuan yang begitu luas.
Baca juga: Kisah Yaman Dikuasai Orang Nasrani Pasca Ashabul Ukhdud
Baca juga: Tanda-Tanda Kenabian Muhammad Diungkap Pendeta di Dalam Gereja saat Berusia 12 Tahun
Ketika dia juga memperhatikan bahwa sebatang pohon menurunkan dahan-dahannya di atas karavan untuk memberi keteduhan lebih lanjut, dia segera menyadari bahwa karavan ini pasti berisi satu atau beberapa orang yang luar biasa.
Dia mengundang semua orang dalam kafilah untuk makan di tempatnya, tetapi tidak satu pun dari wajah mereka yang menunjukkan kapasitas Nabi yang diharapkan.
Dia bertanya apakah ada orang yang tidak ikut makan; jawaban yang diterimanya adalah bahwa Muhammad ditinggalkan untuk mengawasi kafilah.
Abd al-Malik Ibn Hisham dalam "al-Sirat al Nabawiyyah" menceritakan, Bahira sangat ingin melihat Muhammad; dan ketika dia benar-benar melihatnya, dia menyadari bahwa dia membawa semua tanda yang akan dimiliki oleh Nabi yang ditunggu, seperti yang dijelaskan dalam buku-bukunya.
"Dia mengatakan kepada paman Muhammad untuk membawanya kembali ke Makkah secepat mungkin untuk menjaganya dari musuh potensial," tambah Martin Lings dalam bukunya berjudul "Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources".
Menurut Mustafa Fayda, kejadian ini digunakan oleh beberapa sarjana Barat sebagai dasar untuk mengklaim bahwa Muhammad belajar tentang tradisi Yudeo-Kristen dari biarawan ini, dan bahwa dia kemudian mengubah pengetahuan ini menjadi agama baru, yaitu Islam.
Namun, itu tidak logis atau masuk akal untuk mengadopsi gagasan semacam itu. Pada saat peristiwa itu terjadi Nabi Muhammad masih terlalu muda untuk memperoleh pengetahuan yang begitu luas.
Baca juga: Kisah Yaman Dikuasai Orang Nasrani Pasca Ashabul Ukhdud
(mhy)
Lihat Juga :