Kisah Mualaf Jepang Saki Takao: Masuk Islam setelah Mengunjungi Turki dan Indonesia
Minggu, 11 Juni 2023 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
“Kesan negatif dari sejumlah kecil orang tampaknya membayangi yang lainnya,” katanya. Hal yang juga ia rasakan sebelumnya.
Baca juga: Kisah Haru Wanita Jepang Jadi Mualaf Usai Bertemu Ibu Asal Indonesia
Untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam, Takao mulai mengunjungi masjid di lingkungannya. Dia mencoba makanan halal dan bahkan berpartisipasi dalam puasa Ramadan.
Mengambil keputusan untuk menjadi seorang Muslim, Takao berbagi kabar tersebut dengan keluarganya. Ibunya mengatakan bahwa dia "tidak menyukai gagasan itu". Ayahnya bahkan memperingatkan putrinya tentang "sisi negatif" agama itu.
![Kisah Mualaf Jepang Saki Takao: Masuk Islam setelah Mengunjungi Turki dan Indonesia]()
Pada saat terjangkit COVID-19, dia merasa itu bukan waktu yang tepat untuk mengucapkan syahadat. Namun, dia kemudian bertemu dengan tunangannya, seorang pria Muslim Malaysia yang mengusir kecemasan dari pikirannya.
Di hari ulang tahunnya yang ke-26, Takao mengucapkan Syahadat.
“Rasa keanehan ini hanya mungkin karena saya baru mendapatkan iman,” katanya. “Saya ingin selalu mengingat perasaan itu sejak saat ini dan seterusnya selama sisa jalan agama saya.”
“Hidup dalam masyarakat Jepang juga bukannya tanpa kesulitan,” kata Takao. “Saya dapat lari ke dunia Islam jika saya merasa mereka tak tertahankan, sekarang saya memiliki dua masyarakat yang terbuka untuk saya.”
Menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, jumlah Muslim di Jepang melonjak lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Pada tahun 2010, statistik menunjukkan jumlah Muslim di Jepang mencapai 110.000. Pada akhir 2019, meningkat menjadi 230.000 orang. Jumlah tesrebut termasuk 50.000 mualaf Jepang.
Baca juga: Kisah Arisa, Mualaf dari Jepang (2): Mulanya Pakaian Seksi, Berjilbab, Lalu Bercadar
Baca juga: Kisah Haru Wanita Jepang Jadi Mualaf Usai Bertemu Ibu Asal Indonesia
Untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam, Takao mulai mengunjungi masjid di lingkungannya. Dia mencoba makanan halal dan bahkan berpartisipasi dalam puasa Ramadan.
Mengambil keputusan untuk menjadi seorang Muslim, Takao berbagi kabar tersebut dengan keluarganya. Ibunya mengatakan bahwa dia "tidak menyukai gagasan itu". Ayahnya bahkan memperingatkan putrinya tentang "sisi negatif" agama itu.

Pada saat terjangkit COVID-19, dia merasa itu bukan waktu yang tepat untuk mengucapkan syahadat. Namun, dia kemudian bertemu dengan tunangannya, seorang pria Muslim Malaysia yang mengusir kecemasan dari pikirannya.
Di hari ulang tahunnya yang ke-26, Takao mengucapkan Syahadat.
“Rasa keanehan ini hanya mungkin karena saya baru mendapatkan iman,” katanya. “Saya ingin selalu mengingat perasaan itu sejak saat ini dan seterusnya selama sisa jalan agama saya.”
“Hidup dalam masyarakat Jepang juga bukannya tanpa kesulitan,” kata Takao. “Saya dapat lari ke dunia Islam jika saya merasa mereka tak tertahankan, sekarang saya memiliki dua masyarakat yang terbuka untuk saya.”
Menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, jumlah Muslim di Jepang melonjak lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Pada tahun 2010, statistik menunjukkan jumlah Muslim di Jepang mencapai 110.000. Pada akhir 2019, meningkat menjadi 230.000 orang. Jumlah tesrebut termasuk 50.000 mualaf Jepang.
Baca juga: Kisah Arisa, Mualaf dari Jepang (2): Mulanya Pakaian Seksi, Berjilbab, Lalu Bercadar
(mhy)
Lihat Juga :