Ketika Maskapai Penerbangan Membolehkan Awak Kabin Mengenakan Jilbab
Senin, 12 Juni 2023 - 06:12 WIB
loading...
Opsi seragam awak kabin British Airways. Foto/Ilusrasi: New Arab
A
A
A
Hijab mulai diterima dan tidak dipandang sebagai kompromi terhadap keamanan atau layanan bagi maskapai penerbangan. Pada awal tahun ini, British Airways membuka opsi pakaian hijab bagi awak kabin. Sebelumnya, Westjet, Air Canada, dan US Airways juga mengizinkan pramugari mengenakan jilbab.
Sebelum ini, pramugari berjilbab hanya ada di maskapai dari negeri Islam seperti Afghanistan, Indonesia, Mesir, Arab Saudi, dan Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya.
Mengomentari hal ini, Rabina Khan, Cendekiawan Aziz Foundation, mengatakan mempekerjakan Muslim yang taat untuk menjadi diri mereka yang asli tanpa mengorbankan kode pakaian mereka memberikan akses dan peluang bagi kelompok bakat yang telah lama dikucilkan.
"Di negara yang menawarkan inklusivitas dan upaya untuk menghilangkan diskriminasi, maskapai lain harus mengikuti contoh British Airways dan memodifikasi seragam mereka untuk memungkinkan wanita Muslim menjadi anggota tim penerbangan yang berharga," sarannya.
Baca juga: Terinspirasi Tren Hijab Minimalis, 3 Selebgram Ini Temukan Gaya Hijab
Dia mengingatkan ekonomi Muslim tumbuh setiap hari di Inggris, Eropa, dan di seluruh dunia. Laporan The State of the Global Islamic Economy Report pada 2019 memperkirakan bahwa akan ada peningkatan 70% Muslim pada tahun 2060, dengan 3 miliar Muslim di seluruh dunia.
Peningkatan pesat konsumen Muslim adalah kekuatan pendorong di belakang industri halal. Adroit Market Research memprediksi bahwa pasar halal dunia diperkirakan akan mencapai US$9,71 triliun pada tahun 2025.
"Untuk maskapai penerbangan yang ingin memimpin, tidak ada salahnya memanfaatkan pasar pertumbuhan halal," katanya.
Rabina Khan dalam tulisannya berjudul "British Airways' new uniform aims to represent 'the very best of modern Britain'" yang dilansir New Arab menyebut awak kabin adalah wajah publik dari maskapai mana pun di dunia. Mereka mencerminkan pembangunan komunitas global, jadi salah satu cara untuk mencerminkan konsumen adalah tenaga kerja yang beragam melalui tawaran pilihan seragam yang semarak.
Seragam maskapai menggabungkan ciri khas dari mana mereka berasal dan negara yang diwakilinya, termasuk pakaian nasional mereka, seperti sarung kebaya yang dikenakan oleh staf wanita Singapore Airlines, yang dirancang oleh Pierre Balmain pada tahun 1968 dan dikenal sebagai “Singapore Girl”. ”
Sebelum ini, pramugari berjilbab hanya ada di maskapai dari negeri Islam seperti Afghanistan, Indonesia, Mesir, Arab Saudi, dan Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya.
Mengomentari hal ini, Rabina Khan, Cendekiawan Aziz Foundation, mengatakan mempekerjakan Muslim yang taat untuk menjadi diri mereka yang asli tanpa mengorbankan kode pakaian mereka memberikan akses dan peluang bagi kelompok bakat yang telah lama dikucilkan.
"Di negara yang menawarkan inklusivitas dan upaya untuk menghilangkan diskriminasi, maskapai lain harus mengikuti contoh British Airways dan memodifikasi seragam mereka untuk memungkinkan wanita Muslim menjadi anggota tim penerbangan yang berharga," sarannya.
Baca juga: Terinspirasi Tren Hijab Minimalis, 3 Selebgram Ini Temukan Gaya Hijab
Dia mengingatkan ekonomi Muslim tumbuh setiap hari di Inggris, Eropa, dan di seluruh dunia. Laporan The State of the Global Islamic Economy Report pada 2019 memperkirakan bahwa akan ada peningkatan 70% Muslim pada tahun 2060, dengan 3 miliar Muslim di seluruh dunia.
Peningkatan pesat konsumen Muslim adalah kekuatan pendorong di belakang industri halal. Adroit Market Research memprediksi bahwa pasar halal dunia diperkirakan akan mencapai US$9,71 triliun pada tahun 2025.
"Untuk maskapai penerbangan yang ingin memimpin, tidak ada salahnya memanfaatkan pasar pertumbuhan halal," katanya.
Rabina Khan dalam tulisannya berjudul "British Airways' new uniform aims to represent 'the very best of modern Britain'" yang dilansir New Arab menyebut awak kabin adalah wajah publik dari maskapai mana pun di dunia. Mereka mencerminkan pembangunan komunitas global, jadi salah satu cara untuk mencerminkan konsumen adalah tenaga kerja yang beragam melalui tawaran pilihan seragam yang semarak.
Seragam maskapai menggabungkan ciri khas dari mana mereka berasal dan negara yang diwakilinya, termasuk pakaian nasional mereka, seperti sarung kebaya yang dikenakan oleh staf wanita Singapore Airlines, yang dirancang oleh Pierre Balmain pada tahun 1968 dan dikenal sebagai “Singapore Girl”. ”
Lihat Juga :