Melihat Perpustakaan Modern Masjid Nabawi, Simpan Buku Langka hingga Berbahasa Indonesia
Sabtu, 17 Juni 2023 - 13:41 WIB
loading...
Suasana perpustakaan yang berada di Masjid Nabawi, perpustakaan ini cukup lengkap. Foto SINDOnews/sucipto
A
A
A
Beribadah di Masjid Nabawi tidak lengkap rasanya bila tak mengunjungi perpustakaan yang ada di masjid tersebut. Selain bisa menimba ilmu agama, pengunjung juga bisa memperkaya pengetahuan.
Perpustakaan tersebut terletak di depan pintu 10, bagian barat Masjid Nabawi. Untuk mengunjungi perpustakaan yang berada di lantai dua Masjid Nabawi, pengunjung terlebih dahulu harus naik eskalator.
Ketika masuk pintu perpustakaan, pengunjung akan disambut ribuan buku yang tersusun rapi dalam rak-rak buku yang terbuat dari kayu. Di tengah rak-rak tersebut, terdapat meja panjang dan bangku untuk para pengunjung yang ingin membaca buku.
Di atas meja terdapat komputer yang memudahkan pengunjung untuk mencari dan membaca buku digital. Seperti pada umumnya perpustakaan, meski banyak pengunjung dari berbagai negara namun suasana tetap terasa hening. Mereka tampak sibuk dan asik membaca bukunya masing-masing.
Dibangun pada 1352 Hijriah atau sekitar 1933 M, perpustakaan ini mengoleksi 180.000 jenis buku klasik dan modern dari berbagai bahasa. Termasuk buku-buku langka. Di sini sebagian besar buku yang dikoleksinya memang berbahasa Arab.
"Di perpustakaan ini ada buku karya Imam Maliki yang usianya sudah ratusan tahun," kata penjaga perpustakaan, Abdul Bari, Sabtu (17/6/2023).
Untuk memudahkan pengunjung memilih buku mana yang akan dibacanya, di setiap rak terdapat petunjuk mengenai klasifikasi buku yang tersedia seperti, Tarikh Islam, Tafsir, Hadits Bukhori, Muslim, Daud, At Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majjah, Kamus, Buku Biografi hingga Al-Jarkh wa At-Ta'dil.
Tak hanya buku agama, di perpustakaan ini juga banyak terdapat buku pengetahuan lainnya seperti, buku tentang kesehatan, sastra maupun buku yang membahas mengenai sains.
Hal menarik lainnya adalah, perpustakaan yang beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 22.00 Waktu Arab Saudi (WAS) setiap harinya ini memiliki ruang khusus untuk buku-buku asing. Salah satunya, buku-buku berbahasa Indonesia.
Di ruang khusus tersebut, buku berbahasa Indonesia bersanding dengan buku-buku asing lainnya seperti buku berbahasa Inggris, Spanyol, Filipina, Deutch, dan Turki.
Perpustakaan tersebut terletak di depan pintu 10, bagian barat Masjid Nabawi. Untuk mengunjungi perpustakaan yang berada di lantai dua Masjid Nabawi, pengunjung terlebih dahulu harus naik eskalator.
Ketika masuk pintu perpustakaan, pengunjung akan disambut ribuan buku yang tersusun rapi dalam rak-rak buku yang terbuat dari kayu. Di tengah rak-rak tersebut, terdapat meja panjang dan bangku untuk para pengunjung yang ingin membaca buku.
Di atas meja terdapat komputer yang memudahkan pengunjung untuk mencari dan membaca buku digital. Seperti pada umumnya perpustakaan, meski banyak pengunjung dari berbagai negara namun suasana tetap terasa hening. Mereka tampak sibuk dan asik membaca bukunya masing-masing.
Dibangun pada 1352 Hijriah atau sekitar 1933 M, perpustakaan ini mengoleksi 180.000 jenis buku klasik dan modern dari berbagai bahasa. Termasuk buku-buku langka. Di sini sebagian besar buku yang dikoleksinya memang berbahasa Arab.
"Di perpustakaan ini ada buku karya Imam Maliki yang usianya sudah ratusan tahun," kata penjaga perpustakaan, Abdul Bari, Sabtu (17/6/2023).
Untuk memudahkan pengunjung memilih buku mana yang akan dibacanya, di setiap rak terdapat petunjuk mengenai klasifikasi buku yang tersedia seperti, Tarikh Islam, Tafsir, Hadits Bukhori, Muslim, Daud, At Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majjah, Kamus, Buku Biografi hingga Al-Jarkh wa At-Ta'dil.
Tak hanya buku agama, di perpustakaan ini juga banyak terdapat buku pengetahuan lainnya seperti, buku tentang kesehatan, sastra maupun buku yang membahas mengenai sains.
Hal menarik lainnya adalah, perpustakaan yang beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 22.00 Waktu Arab Saudi (WAS) setiap harinya ini memiliki ruang khusus untuk buku-buku asing. Salah satunya, buku-buku berbahasa Indonesia.
Di ruang khusus tersebut, buku berbahasa Indonesia bersanding dengan buku-buku asing lainnya seperti buku berbahasa Inggris, Spanyol, Filipina, Deutch, dan Turki.
Lihat Juga :