Ada Masjid sebagai Upeti kepada 100.000 Muslim yang Berjuang dan Mati untuk Prancis
Senin, 19 Juni 2023 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Meriem Chabani, tentang proses politik dan sosial seputar posisi Islam dalam masyarakat Prancis pernah dilakukan sartu survei awal. Pelaku survei itu adalah Gilles Kepel.
Kepel menelusuri transformasi politik progresif dari “Islam di Prancis” menjadi “Islam Prancis” dan penyisipannya ke dalam debat politik seputar identitas dan asimilasi.
"Kepel mengambil peresmian Masjid Agung Paris pada tahun 1926 sebagai titik awal penyelidikannya," katanya.
Masjid Agung Paris adalah masjid terbesar di Prancis, dan menempati situs besar di arondisemen kelima, sebuah lingkungan makmur di sebelah Jardin des Plantes.
Baca juga: Arsitektur Masjid Perancis, Meriem Chabani: Gagal Mencerminkan Keragaman
Hasil dari tiga puluh tahun dan beberapa upaya untuk mendirikan tempat ibadah Islam di ibukota itu dirancang oleh Maurice Tranchant de Lunel, Arsitek Monumen Bersejarah di Maroko selama Pendudukan Prancis, dengan gaya Hispano-Moor, dan menampilkan tiga puluh- menara setinggi tiga meter.
Kepel menelusuri transformasi politik progresif dari “Islam di Prancis” menjadi “Islam Prancis” dan penyisipannya ke dalam debat politik seputar identitas dan asimilasi.
"Kepel mengambil peresmian Masjid Agung Paris pada tahun 1926 sebagai titik awal penyelidikannya," katanya.
Masjid Agung Paris adalah masjid terbesar di Prancis, dan menempati situs besar di arondisemen kelima, sebuah lingkungan makmur di sebelah Jardin des Plantes.
Baca juga: Arsitektur Masjid Perancis, Meriem Chabani: Gagal Mencerminkan Keragaman
Hasil dari tiga puluh tahun dan beberapa upaya untuk mendirikan tempat ibadah Islam di ibukota itu dirancang oleh Maurice Tranchant de Lunel, Arsitek Monumen Bersejarah di Maroko selama Pendudukan Prancis, dengan gaya Hispano-Moor, dan menampilkan tiga puluh- menara setinggi tiga meter.
(mhy)
Lihat Juga :