Kisah Nabi Musa Bertemu Malaikat Maut, Ini yang Terjadi
Kamis, 22 Juni 2023 - 05:10 WIB
loading...
Nabi Musa pernah menampar Malaikat Maut hingga bola matanya rusak. Kisah ini termasuk di antara kisah para Nabi terdahulu yang mengandung hikmah dan pelajaran. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah Nabi Musa 'alaihissalam bertemu Malaikat Maut termasuk di antara kisah-kisah hikmah para Nabi. Kisah ini salah satu tanda kebesaran Allah yang patut kita renungi.
Dalam satu kajian Gus Musa Muhammad menceritakan kisah ini dari Kitab Bidayah wan Nihayah (Awal dan Ahir) karya Ibnu Katsir. Nama Ibnu Katsir ini dalam khazanah keislaman cukup populer. Nama lengkapnya Imad ad-Din Abu al Fida Ismail Ibn Amar Ibn Katsir Ibn Zara' al Bushra ad-Damasyqi.
Beliau lahir di Mijdal, Basrah (Irak) bagian Timur, pada Tahun 700 H dan wafat pada ari Kamis 26 Sya'ban Tahun 774 H. Dalam bab tarikh karya beliau yang monumental "Bidayah wan Nihayah" terekam riwayat Rasulullah SAW bercerita tentang kisah para Nabi-nabi terdahulu di hadapan para sahabat-sahabat beliau.
Dikisahkan dari Abu Hurairah mendengar bahwa Rasulullah SAW berkisah: "Suatu hari Malaikat Maut diutus kepada Nabi Musa. Ketika menemuinya, (Nabi Musa) memukul matanya. Maka Malaikat Maut kembali kepada Rabbnya dan berkata: "Engkau mengutusku kepada hamba yang tidak menginginkan mati".
Maka Allah mengembalikan matanya seraya berfirman: "Kembalilah dan katakan kepadanya agar dia meletakkan tangannya di atas punggung seekor lembu jantan, yang pengertiannya setiap bulu lembu yang ditutupi oleh tangannya berarti umurnya satu tahun."
Nabi Musa 'alaihissalam bertanya: "Wahai Rabb, setelah itu apa? Allah berfirman: "Kematian". Maka Nabi Musa berkata: "Sekaranglah waktunya". Kemudian Nabi Musa memohon kepada Allah agar mendekatkannya dengan Tanah yang suci (Al-Muqaddas) dalam jarak sejauh lemparan batu."
Abu Hurairah berkata, kemudian Rasulullah bersabda: "Seandainya aku ke sana, pasti akan aku tunjukkan kepada kalian keberadaan kuburnya yang ada di pinggir jalan di bawah tumpukan pasir merah".
Dalam redaksi Hadis lain: "Malaikat Maut datang kepada Nabi Musa dan berkata, "Penuhilah panggilan Tuhanmu!" Namun spontan, Nabi Musa menampar mata Malaikat hingga bola matanya terpecah. Akhirnya, Malaikat Maut kembali kepada Allah dan menyampaikan, "Sesungguhnya Engkau telah mengutusku menemui hamba yang tidak menginginkan kematian. Akibatnya, mataku terpecah."
Kemudian, Allah segera mengembalikan penglihatannya dan berfirman: "Kembalilah kepada hamba-Ku dan sampaikan padanya, apakah engkau terus menginginkan kehidupan? Jika engkau masih menginginkannya, letakkanlah tanganmu pada punggung sapi jantan. Satu bulu yang tertutupi tanganmu, maka engkau akan hidup satu tahun."
Musa bertanya: "Lalu apa setelah itu?" Allah menjawab, "Tetaplah engkau akan meninggal." Musa berkata lagi, "Wahai Tuhanku, sekarang kupilih kematian itu dalam waktu dekat."
Dalam satu kajian Gus Musa Muhammad menceritakan kisah ini dari Kitab Bidayah wan Nihayah (Awal dan Ahir) karya Ibnu Katsir. Nama Ibnu Katsir ini dalam khazanah keislaman cukup populer. Nama lengkapnya Imad ad-Din Abu al Fida Ismail Ibn Amar Ibn Katsir Ibn Zara' al Bushra ad-Damasyqi.
Beliau lahir di Mijdal, Basrah (Irak) bagian Timur, pada Tahun 700 H dan wafat pada ari Kamis 26 Sya'ban Tahun 774 H. Dalam bab tarikh karya beliau yang monumental "Bidayah wan Nihayah" terekam riwayat Rasulullah SAW bercerita tentang kisah para Nabi-nabi terdahulu di hadapan para sahabat-sahabat beliau.
Dikisahkan dari Abu Hurairah mendengar bahwa Rasulullah SAW berkisah: "Suatu hari Malaikat Maut diutus kepada Nabi Musa. Ketika menemuinya, (Nabi Musa) memukul matanya. Maka Malaikat Maut kembali kepada Rabbnya dan berkata: "Engkau mengutusku kepada hamba yang tidak menginginkan mati".
Maka Allah mengembalikan matanya seraya berfirman: "Kembalilah dan katakan kepadanya agar dia meletakkan tangannya di atas punggung seekor lembu jantan, yang pengertiannya setiap bulu lembu yang ditutupi oleh tangannya berarti umurnya satu tahun."
Nabi Musa 'alaihissalam bertanya: "Wahai Rabb, setelah itu apa? Allah berfirman: "Kematian". Maka Nabi Musa berkata: "Sekaranglah waktunya". Kemudian Nabi Musa memohon kepada Allah agar mendekatkannya dengan Tanah yang suci (Al-Muqaddas) dalam jarak sejauh lemparan batu."
Abu Hurairah berkata, kemudian Rasulullah bersabda: "Seandainya aku ke sana, pasti akan aku tunjukkan kepada kalian keberadaan kuburnya yang ada di pinggir jalan di bawah tumpukan pasir merah".
Dalam redaksi Hadis lain: "Malaikat Maut datang kepada Nabi Musa dan berkata, "Penuhilah panggilan Tuhanmu!" Namun spontan, Nabi Musa menampar mata Malaikat hingga bola matanya terpecah. Akhirnya, Malaikat Maut kembali kepada Allah dan menyampaikan, "Sesungguhnya Engkau telah mengutusku menemui hamba yang tidak menginginkan kematian. Akibatnya, mataku terpecah."
Kemudian, Allah segera mengembalikan penglihatannya dan berfirman: "Kembalilah kepada hamba-Ku dan sampaikan padanya, apakah engkau terus menginginkan kehidupan? Jika engkau masih menginginkannya, letakkanlah tanganmu pada punggung sapi jantan. Satu bulu yang tertutupi tanganmu, maka engkau akan hidup satu tahun."
Musa bertanya: "Lalu apa setelah itu?" Allah menjawab, "Tetaplah engkau akan meninggal." Musa berkata lagi, "Wahai Tuhanku, sekarang kupilih kematian itu dalam waktu dekat."
Lihat Juga :