Kisah Nabi Musa Bertemu Malaikat Maut, Ini yang Terjadi
Kamis, 22 Juni 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Nabi Musa menyampaikan keinginannya, "Matikanlah aku dekat Tanah Suci (Baitul Maqdis) sedekat lemparan batu." Terakhir, Rasulullah menambahkan, "Demi Allah, andai aku berada di sisinya, niscaya akan aku perlihatkan kepada kalian kuburannya berada di pinggir jalan, tepatnya pada gundukan pasir." (HR Al-Bukhari)
Berkaitan dengan kematian para Nabi, Rasulullah SAW mengatakan bahwa para Nabi tidaklah diwafatkan hingga diperlihatkan kepada mereka tempatnya di surga lalu dipersilakan oleh Allah untuk memilih apakah masih tetap ingin tambahan hidup di dunia atau ingin diwafatkan.
Bahkan, berkenaan dengan hal ini, Sayyidah 'Aisyah pernah mendengar Rasulullah berucap saat sakit terakhirnya, "Ya Allah, kupilih al-Rafiq al-'Ala (surga)."
Dari ucapan itu, Aisyah tahu bahwa al-Rafiq al-'Ala itu lebih baik, makanya beliau memilih itu. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
قُلْ لَّاۤ اَمۡلِكُ لِنَفۡسِىۡ ضَرًّا وَّلَا نَفۡعًا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُؕ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌؕ اِذَا جَآءَ اَجَلُهُمۡ فَلَا يَسۡتَـاخِرُوۡنَ سَاعَةً وَّلَا يَسۡتَقۡدِمُوۡنَ
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." (QS Yunus ayat 49)
Kesimpulan yang dapat dipetik dari kisah ini bahwa sebelum nyawa para Nabi dicabut, mereka diberi pilihan antara terus hidup atau berpindah kepada rahmatullah, sebagaimana Nabi Musa diberi pilihan. Sayyidah Aisyah telah mendengar Rasulullah SAW bersabda pada waktu beliau sakit menjelang wafatnya, "Ya Allah, Rafiqul A'la." Aisyah mengerti bahwa beliau diberi pilihan maka beliau memilih.
Adapun kisah Nabi Musa menampar Malaikat Maut hingga rusak matanya, menunjukkan bahwa kedudukan Musa sangat mulia di sisi Allah. Kalau saja bukan karena kemuliaan Nabi Musa di hadapan Allah, mungkin Malaikat akan membalasnya dengan keras. Semoga kisah ini bermanfaat.
Referensi:
Bidayah wan Nihayah
Baca Juga: Kisah Nabi Musa Bertanya Siapa yang Menemaninya di Surga Kelak
Berkaitan dengan kematian para Nabi, Rasulullah SAW mengatakan bahwa para Nabi tidaklah diwafatkan hingga diperlihatkan kepada mereka tempatnya di surga lalu dipersilakan oleh Allah untuk memilih apakah masih tetap ingin tambahan hidup di dunia atau ingin diwafatkan.
Bahkan, berkenaan dengan hal ini, Sayyidah 'Aisyah pernah mendengar Rasulullah berucap saat sakit terakhirnya, "Ya Allah, kupilih al-Rafiq al-'Ala (surga)."
Dari ucapan itu, Aisyah tahu bahwa al-Rafiq al-'Ala itu lebih baik, makanya beliau memilih itu. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
قُلْ لَّاۤ اَمۡلِكُ لِنَفۡسِىۡ ضَرًّا وَّلَا نَفۡعًا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُؕ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌؕ اِذَا جَآءَ اَجَلُهُمۡ فَلَا يَسۡتَـاخِرُوۡنَ سَاعَةً وَّلَا يَسۡتَقۡدِمُوۡنَ
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." (QS Yunus ayat 49)
Kesimpulan yang dapat dipetik dari kisah ini bahwa sebelum nyawa para Nabi dicabut, mereka diberi pilihan antara terus hidup atau berpindah kepada rahmatullah, sebagaimana Nabi Musa diberi pilihan. Sayyidah Aisyah telah mendengar Rasulullah SAW bersabda pada waktu beliau sakit menjelang wafatnya, "Ya Allah, Rafiqul A'la." Aisyah mengerti bahwa beliau diberi pilihan maka beliau memilih.
Adapun kisah Nabi Musa menampar Malaikat Maut hingga rusak matanya, menunjukkan bahwa kedudukan Musa sangat mulia di sisi Allah. Kalau saja bukan karena kemuliaan Nabi Musa di hadapan Allah, mungkin Malaikat akan membalasnya dengan keras. Semoga kisah ini bermanfaat.
Referensi:
Bidayah wan Nihayah
Baca Juga: Kisah Nabi Musa Bertanya Siapa yang Menemaninya di Surga Kelak
(rhs)
Lihat Juga :