Penempatan Jemaah Haji di Madinah Sesuai UU Haji dan Peraturan Arab Saudi
Kamis, 22 Juni 2023 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
“Ada semacam tasreh yang dimiliki hotel berisi aturan soal kapasitas orang di masing-masing kamar. Nah itu yang menentukan adalah Pemerintah Arab Saudi, bukan Kemenag,” jelas Zaenal.
Diakui Zaenal, kapasitas masing-masing hotel bervariarif. Ada hotel yang satu kamar untuk 5 orang, ada juga yang 4 orang dalam satu kamar. Bahkan, ada yang juga satu kamar untuk 3 orang.
“Itu tergantung hotel di wilayah markaziyah mendapatkan izin kapasitas maksimal berapa dari Pemerintah Arab Saudi. Karena kami, berusaha maksimal menyiapkan hotel jemaah yang lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi,” ucapnya.
Karena peraturan tersebut, lanjut Zaenal, ada jemaah mendapatkan hotel yang kapasitas maksimalnya 5 orang satu kamar. Ada juga yang 3 orang untuk satu kamar. Bahkan, ada beberapa jemaah yang mendapatkan kesempatan tinggal di hotel bintang 5.
“Di wilayah markaziyah, rata-rata hotelnya sudah bintang 3. Tapi, kami ingin semua jemaah ada di wilayah markaziyah, jadi kami upayakan komunikasi dengan semua hotel di sini, termasuk bintang 5,” paparnya.
Zaenal menambahkan ada perbedaan penentuan akomodasi di Madinah dan Makkah. Di Madinah sistemnya blocking time, tidak bisa full musim seperti di Makkah.
“Kami tidak bisa menentukan standar atau patokan, karena kami mencari hotel yang ada di wilayah markaziyah sesuai aturan yang berlaku dengan tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan jemaah haji,” jelasnya.
Baca juga: 289 Perusahaan Katering Siap Menyajikan 30 Juta Makanan Selama Haji
Zaenal mengaku menerima masukan apa pun dari pihak pengawas termasuk dari DPR RI terkait pelaksanaan haji. “Ini menjadi evaluasi untuk kebaikan bersama, tapi tentu harus disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan dan kondisi Madinah,” pungkasnya.
Diakui Zaenal, kapasitas masing-masing hotel bervariarif. Ada hotel yang satu kamar untuk 5 orang, ada juga yang 4 orang dalam satu kamar. Bahkan, ada yang juga satu kamar untuk 3 orang.
“Itu tergantung hotel di wilayah markaziyah mendapatkan izin kapasitas maksimal berapa dari Pemerintah Arab Saudi. Karena kami, berusaha maksimal menyiapkan hotel jemaah yang lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi,” ucapnya.
Karena peraturan tersebut, lanjut Zaenal, ada jemaah mendapatkan hotel yang kapasitas maksimalnya 5 orang satu kamar. Ada juga yang 3 orang untuk satu kamar. Bahkan, ada beberapa jemaah yang mendapatkan kesempatan tinggal di hotel bintang 5.
“Di wilayah markaziyah, rata-rata hotelnya sudah bintang 3. Tapi, kami ingin semua jemaah ada di wilayah markaziyah, jadi kami upayakan komunikasi dengan semua hotel di sini, termasuk bintang 5,” paparnya.
Zaenal menambahkan ada perbedaan penentuan akomodasi di Madinah dan Makkah. Di Madinah sistemnya blocking time, tidak bisa full musim seperti di Makkah.
“Kami tidak bisa menentukan standar atau patokan, karena kami mencari hotel yang ada di wilayah markaziyah sesuai aturan yang berlaku dengan tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan jemaah haji,” jelasnya.
Baca juga: 289 Perusahaan Katering Siap Menyajikan 30 Juta Makanan Selama Haji
Zaenal mengaku menerima masukan apa pun dari pihak pengawas termasuk dari DPR RI terkait pelaksanaan haji. “Ini menjadi evaluasi untuk kebaikan bersama, tapi tentu harus disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan dan kondisi Madinah,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :