Keramahan Haji: Warga Arab Saudi Bagikan Makanan dan Minuman kepada Jemaah
Senin, 26 Juni 2023 - 13:17 WIB
loading...
Warga Aran Saudi membagikan makanan dan minuman gratis kepada jemaah haji untuk menghormati tradisi lama di kota paling suci Islam itu. (Gulf News)
A
A
A
Menantang panas, penduduk Makkah Amer Abdullah membagikan teh dan roti gratis kepada para jemaah yang melakukan ibadah haji tahunan, untuk menghormati tradisi lama di kota paling suci Islam itu.
Bergabung dengan kelima putranya, pria Saudi berusia 45 tahun yang menghabiskan malamnya menyajikan minuman hangat untuk jemaah haji, mengatakan keramahan haji mengalir dalam darahnya.
“Bagi masyarakat Makkah, tidak ada kehormatan yang lebih tinggi daripada melayani jamaah,” kata Abdullah jelang dimulainya manasik haji pada Ahad 25 Juni 2023.
"Ayah saya melakukannya seperti yang dilakukan nenek moyangnya sebelum dia dan sekarang saya mencoba mewariskannya kepada anak laki-laki saya," tambah lelaki dengan peluh yang membasahi wajahnya.
Baca juga: Haji 2023: Kisah Para Dermawan Menyambut Tamu Allah
Sebelum hotel-hotel dan gedung-gedung tinggi bermunculan di Makkah, penduduk setempat biasa menjamu peziarah di rumah mereka.
![Keramahan Haji: Warga Arab Saudi Bagikan Makanan dan Minuman kepada Jemaah]()
Sekarang, meski kota suci dipenuhi dengan akomodasi dan pusat perbelanjaan, hal ini tidak menggantikan budaya keramahan yang sudah mendarah daging.
Setiap hari sekitar tengah hari, Abdullah dan anak-anaknya mulai mengisi termos dengan teh dan susu panas.
Mereka mengemas ratusan roti ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat sebelum keluar malam.
Mereka berdiri di dekat Masjidilharam, yang dipenuhi jemaah, beberapa di antaranya bertahan hidup hanya dengan sedekah selama empat hari haji.
“Ini adalah kehormatan yang diturunkan dari generasi ke generasi di sini,” kata Abdullah sambil menuangkan teh ke dalam cangkir kertas.
Bergabung dengan kelima putranya, pria Saudi berusia 45 tahun yang menghabiskan malamnya menyajikan minuman hangat untuk jemaah haji, mengatakan keramahan haji mengalir dalam darahnya.
“Bagi masyarakat Makkah, tidak ada kehormatan yang lebih tinggi daripada melayani jamaah,” kata Abdullah jelang dimulainya manasik haji pada Ahad 25 Juni 2023.
"Ayah saya melakukannya seperti yang dilakukan nenek moyangnya sebelum dia dan sekarang saya mencoba mewariskannya kepada anak laki-laki saya," tambah lelaki dengan peluh yang membasahi wajahnya.
Baca juga: Haji 2023: Kisah Para Dermawan Menyambut Tamu Allah
Sebelum hotel-hotel dan gedung-gedung tinggi bermunculan di Makkah, penduduk setempat biasa menjamu peziarah di rumah mereka.

Sekarang, meski kota suci dipenuhi dengan akomodasi dan pusat perbelanjaan, hal ini tidak menggantikan budaya keramahan yang sudah mendarah daging.
Setiap hari sekitar tengah hari, Abdullah dan anak-anaknya mulai mengisi termos dengan teh dan susu panas.
Mereka mengemas ratusan roti ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat sebelum keluar malam.
Mereka berdiri di dekat Masjidilharam, yang dipenuhi jemaah, beberapa di antaranya bertahan hidup hanya dengan sedekah selama empat hari haji.
“Ini adalah kehormatan yang diturunkan dari generasi ke generasi di sini,” kata Abdullah sambil menuangkan teh ke dalam cangkir kertas.
Lihat Juga :