Kemenag Akan Ubah Aturan Berangkat Haji, Tes Kesehatan Jadi Syarat Utama

Jum'at, 07 Juli 2023 - 21:40 WIB
loading...
Kemenag Akan Ubah Aturan...
Menag Yaqut Cholil Qoumas ingin peraturan terkait dengan istitha’ah kesehatan bagi jemaah haji diubah agar pelayanan haji semakin baik lagi. Foto: SINDOnews/Sucipto
A A A
MAKKAH - Kementerian Agama (Kemenag) berencana mengubah peraturan terkait dengan istitha’ah kesehatan bagi jemaah haji. Hal itu dilakukan agar pelayanan haji semakin baik lagi.

Dalam Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istitha’ah Kesehatan Jamaah Haji disebutkan bahwa istitha’ah kesehatan jamaah haji memiliki makna kemampuan jemaah haji dari aspek kesehatan, meliputi fisik dan mental yang terukur melalui pemeriksaan medis.

Baca Juga: Saudi Tetapkan Kuota Haji Indonesia 2024 Sebanyak 221.000 Jemaah

"Kemarin waktu bertemu DPR sebelum puncak haji, sudah saya sampaikan, bagaimana kalau kita berusaha mengubah peraturan agar istita’ah kesehatan ini dijadikan syarat," ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (7/7/2023).

Gus Yaqut panggilan akrab Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, selama ini jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci terlebih dahulu melunasi biaya haji, kemudian menjalani tes kesehatan.

"Sekarang ini kan prosesnya terbalik, kita lunas dulu baru cek kesehatan. Sehingga mau tidak mau kalau sudah lunas harus diberangkatkan," paparnya.

Ke depan, kata Gus Yaqut, jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci harus lebih dahulu menjalani tes kesehatan. Kalau sudah memenuhi persyaratan, calon jemaah baru bisa melakukan pelunasan.

"Kita ingin ke depan, mudah-mudahan ini bisa kita buat aturannya, istitha’ah kesehatan dulu. Kalau sudah memenuhi istitha’ah kesehatan, baru kemudian melakukan pelunasan," ujarnya.

Baca Juga: Kebijakan Jemaah Tanpa Pendamping Masih Berlaku di 2024, Gus Yaqut Minta Petugas Haji Ditambah

Gus Yaqut menyadari, hal itu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Meski begitu, pihaknya tetap terus berikhtiar mewujudkan pelayanan haji lebih baik lagi.

"Meskipun ini tentu juga ada tantangannya yang tidak mudah, waktunya juga pasti diperlukan lebih panjang. Tapi kita akan terus berikhtiar agar pelayanan kepada jemaah ini menjadi terus lebih baik ya dan jemaah menjadi lebih nyaman," ucapnya.

Di sisi lain, terkait pendamping lansia Gus Yaqut mengatakan kebijakan tersebut masih akan berlaku. Tahun depan, tidak ada kuota pendamping lansia. Sebab, hal itu akan mengganggu sistem antrean dan merugikan jemaah lainnya. Apalagi jumlah lansia tidak sedikit.

"Kalau pendamping kita masukkan, antreannya pasti yang seharusnya berangkat dia akan tergeser karena diambil kuotanya oleh pendamping ini. Tentu kita tidak ingin itu terjadi. Kita inginnya supaya jemaah ini bisa berangkat beribadah dengan cara-cara yang berkeadilan. Adil dalam terjemahan kami ya seperti itu," ucapnya.

Gus Yaqut menambahkan, tidak semua lansia tidak istitha’ah. Ada banyak jemaah berusia di atas 90 tahun yang masih segar bugar. Artinya, ukuran kriterianya bukan lansia tapi istitha'ah kesehatan. Hal ini juga akan didiskusikan dengan Komisi VIII DPR.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Rekomendasi
Ledakan Kambrium Picu...
Ledakan Kambrium Picu Evolusi Hewan yang Ada di Bumi
Suara Menyeramkan di...
Suara Menyeramkan di Palung Mariana Ternyata Berasal dari Mahkluk Ini
Es Antartika Tiba-tiba...
Es Antartika Tiba-tiba Mencair, Ilmuwan Mulai Panik
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved