Kebijakan Jemaah Tanpa Pendamping Masih Berlaku di 2024, Gus Yaqut Minta Petugas Haji Ditambah

Jum'at, 07 Juli 2023 - 15:19 WIB
loading...
Kebijakan Jemaah Tanpa...
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut Kemenag tetap menerapkan kebijakan tanpa pendamping bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) pada musim haji 2024. Tujuannya untuk mewujudkan ibadah haji yang berkeadilan. Foto/MCH
A A A
MAKKAH - Kementerian Agama (Kemenag) tetap menerapkan kebijakan tanpa pendamping bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) pada musim haji 2024. Kebijakan ini bertujuan mewujudkan ibadah haji yang berkeadilan.

"Insyaallah masih sama," ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas , Jumat (7/7/2023)

Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut ini menyadari, memang tidak mudah menerapkan kebijakan lansia tanpa pendamping. "Memang secara teknis ini tidak mudah, tapi akan lebih sulit lagi jika kemudian kuota pendamping kita berikan," paparnya.

Jika kebijakan pendamping bagi lansia diberlakukan, kata Gus Yaqut, hal itu akan merusak antrean dan mengganggu jemaah haji lainnya.

"Nah ini akan merusak dan mengganggu banyak hal ya, baik sistem antreannya kemudian ada ruang-ruang yang mungkin justru akan merugikan jemaah lain. Kalau pendamping kita masukkan, antreannya yang pasti jemaah yang seharusnya berangkat dia harus tergeser karena diambil kuotanya oleh pendamping ini. Kita tidak ingin itu terjadi," tegasnya.

Baca Juga: Irjen Kemenag Usulkan Opsi Pendamping Lansia pada Penyelenggaraan Haji 2024

Gus Yaqut mengaku, kebijakan itu diambil karena ingin mewujudkan ibadah haji yang berkeadilan bagi jemaah. "Kita inginnya jemaah ini bisa berangkat beribadah dengan cara yang berkeadilan. Adil dalam terjemahan kami ya seperti itu."

Karenanya, dalam pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Taufiq F Al Rabiah, kata Gus Yaqut, pihaknya menyatakan perlunya menambah petugas haji. Hal ini lantaran kuota petugas yang diberikan masih sedikit.

"Kami kemarin ketemu dengan Menhaj Saudi Pak Taufiq, saya sampaikan kuota petugas yang diberikan kepada Indonesia ini masih jauh dari ideal karena kalau kita hitung probabilitanya 1:50, satu petugas dibanding 50 jemaah tentu sulit," ucapnya.

Berkenaan dengan petugas, Gus Yaqut menilai penambahan ini penting, karena proporsi antara petugas dan jemaah masih tidak seimbang. Saat ini, komparasinya satu petugas dibanding 50 jemaah, tentu sulit. Padahal, petugas juga tersebar di berbagai tempat, Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah.

Dengan komparasi yang tidak seimbang, beban kerja petugas juga sangat berat. Akibatnya, banyak petugas yang mengerjakan hal-hal di luar tanggung jawabnya. Kondisi ini semakin berat seiring banyaknya jemaah lanjut usia yang membutuhkan bantuan.



"Misalnya, saya lihat beberapa teman-teman media di Mina harus menggendong jemaah. Saya kira ini masih kita negosiasikan agar ke depan petugas itu diberikan tidak berdasarkan proporsi, tapi berdasarkan pada kebutuhan."

Dia mencontohkan kebutuhan di Armuzna itu akan berbeda dengan kebutuhan di luar Armuzna. "Nanti ke depan kita akan ikhtiarkan, bicarakan dengan pemerintah Arab Saudi bagaimana petugas di Armuzna ya dia hanya bertugas di saat itu saja. Setelah Armuzna, dia bisa kembali ke Tanah Air," ujarnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Rekomendasi
4 Fakta Menarik Partikel...
4 Fakta Menarik Partikel Tuhan, Penemuan Ilmuwan Cern yang Disebut Bisa Memicu Kiamat
Indonesia Ternyata Punya...
Indonesia Ternyata Punya Laut Mati seperti di Mediterania
Spesies Badak Baru Ditemukan...
Spesies Badak Baru Ditemukan di Arktik, Membeku Jutaan Tahun
Artikel Terkini
Hukum Menikah di Bulan...
Hukum Menikah di Bulan Safar, Benarkah Membawa Sial? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved