Politisi Anti-Islam yang Mualaf Ini Bilang Kompas Moral Barat Telah Hilang

Jum'at, 14 Juli 2023 - 05:59 WIB
loading...
A A A
Dengan kedok kebebasan berekspresi, segala sesuatu tampaknya diizinkan di beberapa negara Eropa akhir-akhir ini. Penafsiran kebebasan berekspresi yang sepenuhnya sepihak tampaknya telah dinyatakan sakral.

Dalam konteks itu, kita bahkan melihat pembakaran dan menyobekan Al-Qur'an - yang sangat provokatif di sudut masjid - terjadi di bawah pengawalan polisi.

Kehilangan Iman

Bahwa ini sama sekali bukan norma sejarah segera terlihat dari pandangan sepintas pada hukum pidana negara-negara yang mengizinkan pembakaran Al-Quran.

Penghinaan tunggal, penghinaan kelompok, pencemaran nama baik, fitnah dan penghasutan semuanya adalah pelanggaran yang dapat dihukum. Juga tidak diperbolehkan menghina perwira militer dan polisi. Menghina Raja bahkan bisa berujung empat bulan penjara di Belanda. Dan hingga 2014, penistaan juga merupakan tindak pidana.

Kerangka kebebasan berekspresi ini menunjukkan bahwa ada batasan dan bahwa kita sebagai masyarakat selalu ingin melihat sensitivitas tertentu disetujui.

Tapi sayangnya waktu telah berubah. Alasan yang dinyatakan hari ini bahwa, antara lain, membakar Al-Qur'an termasuk dalam kebebasan berekspresi berkaitan dengan apa yang disebut sekularisasi yang sedang berlangsung di Barat.

Baca juga: Al-Quran Dibakar, Otoritas Houthi Larang Impor Barang Swedia

Sejak tahun 1970-an, pengaruh agama di banyak negara Eropa menurun drastis. Di mana selama berabad-abad, agama menjadi pusat kehidupan pribadi, pendidikan, politik, legislasi, media dan budaya, hal ini hampir tidak terjadi selama beberapa dekade terakhir.

Seluruh generasi tumbuh tanpa pengetahuan iman dan tanpa norma dan nilai yang menyertai agama. Tempat utama iman dalam kehidupan sehari-hari telah hilang, dan pentingnya keluarga, semangat komunitas, dan moralitas konservatif tidak lagi diakui.

Di Belanda, hal ini menyebabkan, antara lain, hiperindividualisme, normalisasi prostitusi, penerimaan luas penggunaan narkotika, kemungkinan eutanasia tanpa penyakit serius, seringnya penggunaan kata-kata makian dalam film, materialisme datar, seksualisasi masyarakat dan peningkatan besar dalam persepsi kesepian dan ketidakberdayaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Mengenal 7 Masjid Terindah...
Mengenal 7 Masjid Terindah di Eropa, Ada yang Dibangun pada Abad 16 Masehi
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Kisah Mualaf Dondy Tan,...
Kisah Mualaf Dondy Tan, Mempelajari Al Quran Secara Serius hingga Melakukan Penelitian
Rekomendasi
Tercatat dalam Sejarah...
Tercatat dalam Sejarah Ivan The Terrible, Tampang Manusia Tersadis dari Rusia Terkuak
5 Fenomena Astronomi...
5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Lapisan Bumi Berusia...
Lapisan Bumi Berusia 4 Miliar Tahun Ditemukan di Australia
Artikel Terkini
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved