Saf Renggang Al-Zaytun: Salah Tafsir terhadap Ayat 11 Surah Al-Mujadalah
Senin, 17 Juli 2023 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Jemaah Lelaki dan Perempuan
Perihal campurnya antara jemaah laki-laki dan perempuan dalam satu shaf pada saat melaksanakan salat Idul Fitri 1444 H, dijelaskan bahwa masalah ini sudah banyak dikaji di kitab-kitab klasik dan di salah satu Hadis.
“Shaf yang paling baik bagi laki-laki adalah shaf yang paling awal, sedangkan saf yang paling buruk bagi mereka adalah shaf yang paling akhir. Dan saf yang paling baik bagi wanita adalah shaf yang paling akhir, sedangkan shaf yang paling buruk bagi mereka adalah shaf yang paling awal.” (HR Imam Muslim).
Dari paparan hadis di atas dapat disimpulkan bahwa campurnya saf laki-laki dan perempuan dalam salat tidak dibenarkan.
Mencampur saf lelaki dan perempuan sebagai memuliakan perempuan adalah mengada-ada. Memuliakan perempuan dalam Islam sebenarnya banyak caranya. Seperti disyariatkannya memakai hijab, itu sudah merupakan bentuk memuliakan perempuan.
"Tindakan mencampur saf ini bukannya memuliakan wanita justru yang ada malah merusak syariat yang ada," ujar Muhammad Iklil Musyafa'.
Dia mengingatkan bahwa agama Abrahamik yakni Islam, Yahudi, dan Nasrani sangat menjaga ketat para wanita seperti pemisahan dalam ibadah.
Hal ini seperti fenomena munculnya agama Kristen Protestan. Sebelum agama ini ada, Kristen yang dominan adalah Kristen Katolik yang memisah antara laki-laki dan perempuan, lalu muncullah tokoh yang Bernama Martin Luther yang membawa reformasi terhadap Kristen sehingga ibadah bisa dicampur laki-laki dan perempuan.
Baca juga: Misteri Panji Gumilang: Eks Anggota NII Ini Mengaku Moral Rusak, Merasa seperti Dajjal
Perihal campurnya antara jemaah laki-laki dan perempuan dalam satu shaf pada saat melaksanakan salat Idul Fitri 1444 H, dijelaskan bahwa masalah ini sudah banyak dikaji di kitab-kitab klasik dan di salah satu Hadis.
“Shaf yang paling baik bagi laki-laki adalah shaf yang paling awal, sedangkan saf yang paling buruk bagi mereka adalah shaf yang paling akhir. Dan saf yang paling baik bagi wanita adalah shaf yang paling akhir, sedangkan shaf yang paling buruk bagi mereka adalah shaf yang paling awal.” (HR Imam Muslim).
Dari paparan hadis di atas dapat disimpulkan bahwa campurnya saf laki-laki dan perempuan dalam salat tidak dibenarkan.
Mencampur saf lelaki dan perempuan sebagai memuliakan perempuan adalah mengada-ada. Memuliakan perempuan dalam Islam sebenarnya banyak caranya. Seperti disyariatkannya memakai hijab, itu sudah merupakan bentuk memuliakan perempuan.
"Tindakan mencampur saf ini bukannya memuliakan wanita justru yang ada malah merusak syariat yang ada," ujar Muhammad Iklil Musyafa'.
Dia mengingatkan bahwa agama Abrahamik yakni Islam, Yahudi, dan Nasrani sangat menjaga ketat para wanita seperti pemisahan dalam ibadah.
Hal ini seperti fenomena munculnya agama Kristen Protestan. Sebelum agama ini ada, Kristen yang dominan adalah Kristen Katolik yang memisah antara laki-laki dan perempuan, lalu muncullah tokoh yang Bernama Martin Luther yang membawa reformasi terhadap Kristen sehingga ibadah bisa dicampur laki-laki dan perempuan.
Baca juga: Misteri Panji Gumilang: Eks Anggota NII Ini Mengaku Moral Rusak, Merasa seperti Dajjal
(mhy)
Lihat Juga :