Saf Renggang Al-Zaytun: Salah Tafsir terhadap Ayat 11 Surah Al-Mujadalah
Senin, 17 Juli 2023 - 14:21 WIB
loading...
Saf renggang sebagai kesalahan Panji Gumilang dalam menafsirkan ayat 11 dari Surah Al-Mujadalah. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pimpinan Maahad Al-Zaytun, Panji Gumilang , telah mempraktikkan salat dengan saf renggang, lalu mencampur jemaah lelaki dan perempuan. Ia berdalih cara demikian dilakukan karena ingin memuliakan perempuan. Mereka menganggap bahwa dengan mencampur lelaki dan perempuan berarti memuliakan kaum hawa.
Perihal saf renggang, Muhammad Iklil Musyafa' dkk, dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dalam artikelnya berjudul "Penyimpangan Ajaran Ma'had Al-Zaytun Terhadap Hukum Islam" yang dilansir Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat (JURRAFI) menyebut ini sebagai kesalahan Panji Gumilang dalam menafsirkan ayat 11 dari Surah Al-Mujadalah .
Baca juga: Misteri Panji Gumilang: Kesaksian Bekas Anggota NII Imam Shalahuddin
Allah SWT berfirman:
Yaaa ayyuhal laziina aamanuu izaa qiila lakum tafassahuu fil majaalisi fafsahuu yafsahil laahu lakum wa izaa qiilan shuzuu fanshuzuu yarfa'il laahul laziina aamanuu minkum wallaziina uutul 'ilma darajaat; wallaahu bimaa ta'maluuna khabiir
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Muhammad Iklil Musyafa' menjelaskan asbabun nuzul dari ayat ini dilatar belakangi oleh adanya majelis Rasulullah SAW di serambi Masjid Nabawi pada hari Jumat. Ketika itu datang sejumlah sahabat Ahli Badar yang biasanya mendapat tempat khusus oleh Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Misteri Panji Gumilang: Kesaksian Eks Anggota NII-KW 9 Basyaruddin
Suatu ketika, saat Ahli Badar ini datang dan mengucap salam, orang-orang di majelis menjawab salam namun tidak memberi tempat duduk untuknya.
Panji Gumilang mamaknai bahwa ayat ini memerintahkan kita untuk merenggangkan saf pada waktu salat, padahal di situ jelas-jelas tidak ditujukan untuk salat.
"Penafsiran ayat ini, penting untuk memperhatikan bahwa konteks dan tujuan ayat dapat lebih dipahami dengan mempertimbangkan konteks historis, penafsiran ulama, dan penggunaan ayat tersebut dalam keseluruhan konteks Al-Qur'an," ujar Muhammad Iklil Musyafa'.
Oleh karena itu, menurutnya, disarankan untuk merujuk kepada ulama, ahli tafsir, atau sumber otoritatif lainnya untuk memahami ayat ini dengan lebih mendalam.
Baca juga: Misteri Panji Gumilang, Al Chaidar: Biar Ganti Nama, Saya Mengenal Dia
Perihal saf renggang, Muhammad Iklil Musyafa' dkk, dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dalam artikelnya berjudul "Penyimpangan Ajaran Ma'had Al-Zaytun Terhadap Hukum Islam" yang dilansir Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat (JURRAFI) menyebut ini sebagai kesalahan Panji Gumilang dalam menafsirkan ayat 11 dari Surah Al-Mujadalah .
Baca juga: Misteri Panji Gumilang: Kesaksian Bekas Anggota NII Imam Shalahuddin
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا قِيۡلَ لَـكُمۡ تَفَسَّحُوۡا فِى الۡمَجٰلِسِ فَافۡسَحُوۡا يَفۡسَحِ اللّٰهُ لَـكُمۡ ۚ وَاِذَا قِيۡلَ انْشُزُوۡا فَانْشُزُوۡا يَرۡفَعِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ ۙ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ
Yaaa ayyuhal laziina aamanuu izaa qiila lakum tafassahuu fil majaalisi fafsahuu yafsahil laahu lakum wa izaa qiilan shuzuu fanshuzuu yarfa'il laahul laziina aamanuu minkum wallaziina uutul 'ilma darajaat; wallaahu bimaa ta'maluuna khabiir
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Muhammad Iklil Musyafa' menjelaskan asbabun nuzul dari ayat ini dilatar belakangi oleh adanya majelis Rasulullah SAW di serambi Masjid Nabawi pada hari Jumat. Ketika itu datang sejumlah sahabat Ahli Badar yang biasanya mendapat tempat khusus oleh Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Misteri Panji Gumilang: Kesaksian Eks Anggota NII-KW 9 Basyaruddin
Suatu ketika, saat Ahli Badar ini datang dan mengucap salam, orang-orang di majelis menjawab salam namun tidak memberi tempat duduk untuknya.
Panji Gumilang mamaknai bahwa ayat ini memerintahkan kita untuk merenggangkan saf pada waktu salat, padahal di situ jelas-jelas tidak ditujukan untuk salat.
"Penafsiran ayat ini, penting untuk memperhatikan bahwa konteks dan tujuan ayat dapat lebih dipahami dengan mempertimbangkan konteks historis, penafsiran ulama, dan penggunaan ayat tersebut dalam keseluruhan konteks Al-Qur'an," ujar Muhammad Iklil Musyafa'.
Oleh karena itu, menurutnya, disarankan untuk merujuk kepada ulama, ahli tafsir, atau sumber otoritatif lainnya untuk memahami ayat ini dengan lebih mendalam.
Baca juga: Misteri Panji Gumilang, Al Chaidar: Biar Ganti Nama, Saya Mengenal Dia
Lihat Juga :