Muharram Bukan Bulan Hijrah Nabi Muhammad SAW
Rabu, 19 Juli 2023 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Kalender Masehi berdasarkan peredaran matahari (Syamsiyah). Kalender Hijriah lebih pendek 10-11 hari daripada kalender Masehi karena jumlah hari dalam bulan-bulan Hijriyah hanya 29 sampai 30 hari. Sedangkan kalender Masehi mencapai 31 hari dalam satu bulan.
Penetapan bulan Muharram sebagai awal bulan Tahun Hijriyah merupakan kebijakan dan inisiatif Khalifah Umar bin Khatab radhiyallhu 'anhu. Dalam Buku "Rajab, Keutamaan dan Hukumnya" karya Ustaz Ahmad Zarkasih diceritakan, penggunaan kalender Hijriyah bermula ketika Tahun 412 Masehi terjadi konvensi petinggi-petinggi lintas suku dan kabilah Arab di Makkah pada masa Kilab bin Marrah (kakek Nabi Muhammad SAW ke-6).
Mereka berkumpul untuk menentukan nama-nama bulan agar terjadi kesamaan, sehingga memudahkan mereka dalam perdagangan. Dari perkumpulan itu, muncullah 12 nama bulan yaitu, Muharram, Shafar, Rabi'al-Awwal, Rabi'al-Tsani, Jumada al-Ula, Jumada al-Tsaniyah, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawwal, Dzul-Qa'dah, Dzul-Hijjah. Kala itu penomoran bulan belum ada karena orang-orang Arab terdahulu tidak tahu bulan apa yang pertama.
Munculnya penomoran bulan Hijriyah ini setelah adanya kebijakan Khalifah Umar bin Khatthab yang mengeluarkan perintah untuk membentuk kalender Islam. Dan akhirnya Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama kalender Islam yang sekarang kita kenal dengan kalender Hijriyah.
Alasannya, Muharram adalah momen saat umat Islam baru selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Umat Islam yang baru selesai melaksanakan ibadah Haji ini dianggap bersih dari dosa sehingga kepulangan mereka lebih pas dijadikan awal Tahun Hijriah.
Demikian ulasan singkat peristiwa Hijrah Nabi dan sejarah pembentukan kalender Hijriyah. Jadi, peristiwa Hijrah Nabi bukan di bulan Muharram melainkan di bulan Rabiul Awal. Wallahu A'lam Bishshowab. Semoga bermanfaat menambah khazanah keilmuan kita.
Baca Juga: Peristiwa Rabiul Awal: Hijrah Nabi Muhammad SAW Bukan di Bulan Muharram
Penetapan bulan Muharram sebagai awal bulan Tahun Hijriyah merupakan kebijakan dan inisiatif Khalifah Umar bin Khatab radhiyallhu 'anhu. Dalam Buku "Rajab, Keutamaan dan Hukumnya" karya Ustaz Ahmad Zarkasih diceritakan, penggunaan kalender Hijriyah bermula ketika Tahun 412 Masehi terjadi konvensi petinggi-petinggi lintas suku dan kabilah Arab di Makkah pada masa Kilab bin Marrah (kakek Nabi Muhammad SAW ke-6).
Mereka berkumpul untuk menentukan nama-nama bulan agar terjadi kesamaan, sehingga memudahkan mereka dalam perdagangan. Dari perkumpulan itu, muncullah 12 nama bulan yaitu, Muharram, Shafar, Rabi'al-Awwal, Rabi'al-Tsani, Jumada al-Ula, Jumada al-Tsaniyah, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawwal, Dzul-Qa'dah, Dzul-Hijjah. Kala itu penomoran bulan belum ada karena orang-orang Arab terdahulu tidak tahu bulan apa yang pertama.
Munculnya penomoran bulan Hijriyah ini setelah adanya kebijakan Khalifah Umar bin Khatthab yang mengeluarkan perintah untuk membentuk kalender Islam. Dan akhirnya Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama kalender Islam yang sekarang kita kenal dengan kalender Hijriyah.
Alasannya, Muharram adalah momen saat umat Islam baru selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Umat Islam yang baru selesai melaksanakan ibadah Haji ini dianggap bersih dari dosa sehingga kepulangan mereka lebih pas dijadikan awal Tahun Hijriah.
Demikian ulasan singkat peristiwa Hijrah Nabi dan sejarah pembentukan kalender Hijriyah. Jadi, peristiwa Hijrah Nabi bukan di bulan Muharram melainkan di bulan Rabiul Awal. Wallahu A'lam Bishshowab. Semoga bermanfaat menambah khazanah keilmuan kita.
Baca Juga: Peristiwa Rabiul Awal: Hijrah Nabi Muhammad SAW Bukan di Bulan Muharram
(rhs)
Lihat Juga :