Mengusap Kepala Anak Yatim di Hari Asyura 10 Muharam, Benarkah Dianjurkan?
Minggu, 23 Juli 2023 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Ada seseorang yang mengadu kepada Nabi ﷺ tentang kerasnya hati. Nabi menjawab: Silakan beri makan orang miskin dan usap kepada anak yatim." (Fath al-Baari)
Terlepas dari perdebatan status haditsnya, menyantuni anak yatim adalah perbuatan yang dianjurkan dalam Islam, baik di bulan Muharam atau di bulan-bulan lain.
Ada satu masalah yang cukup penting dibahas terkait masalah ini. Kadang dalam acara santunan anak yatim, ternyata yang disantuni sudah duduk di bangku SMP atau SMA. Tak jarang malah sudah ada yang jenggotan. Karena dianggapnya disebut yatim adalah yang ditinggal meninggal orang tuanya.
Imam as-Syairazi as-Syafi'i (wafat 476 H) menegaskan: "Yatim adalah seorang yang tak punya bapak sedang dia belum baligh. Setelah baligh maka orang itu tidak disebut yatim." (Al-Muhaddzab, hal 3/ 301)
Imam as-Sarakhsi al-Hanafi (wafat 483 H) juga menyebutkan: "Ketika seseorang itu sudah ihtilam, maka telah keluar dari sifat yatim." (Al-Mabsuth hal 10/ 30)
Baca Juga: 12 Amalan di Hari Asyura, Sayang jika Dilewatkan!
Terlepas dari perdebatan status haditsnya, menyantuni anak yatim adalah perbuatan yang dianjurkan dalam Islam, baik di bulan Muharam atau di bulan-bulan lain.
Ada satu masalah yang cukup penting dibahas terkait masalah ini. Kadang dalam acara santunan anak yatim, ternyata yang disantuni sudah duduk di bangku SMP atau SMA. Tak jarang malah sudah ada yang jenggotan. Karena dianggapnya disebut yatim adalah yang ditinggal meninggal orang tuanya.
Imam as-Syairazi as-Syafi'i (wafat 476 H) menegaskan: "Yatim adalah seorang yang tak punya bapak sedang dia belum baligh. Setelah baligh maka orang itu tidak disebut yatim." (Al-Muhaddzab, hal 3/ 301)
Imam as-Sarakhsi al-Hanafi (wafat 483 H) juga menyebutkan: "Ketika seseorang itu sudah ihtilam, maka telah keluar dari sifat yatim." (Al-Mabsuth hal 10/ 30)
Baca Juga: 12 Amalan di Hari Asyura, Sayang jika Dilewatkan!
(rhs)