15 Peristiwa Agung di Hari Asyura Dialami Para Nabi
Minggu, 23 Juli 2023 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
2. Melapangkan Belanja kepada Keluarga
Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata: "Siapa yang melapangkan (belanja) pada keluarganya pada hari Asyura maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu." Sufyan berkata: "Telah kami coba maka kami rasakan kebenarannya." Keterangan serupa diriwayatkan dari hadis Abi Said Al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun."
3. Menyantuni dan Mengusap Kepala Anak Yatim
Imam Abu Laits juga mengetengahkan amalan memuliakan anak yatim pada Hari Asyura. "Barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya." (Tanbihul Ghafilin)
Hadis ini dihukumi dhaif (lemah) oleh para ulama. Namun ulama jumhur membolehkan mengamalkan hadis dhaif dengan beberapa syarat. Demikian keistimewaan Hari Asyura dan peristiwa agung yang dialami para Nabi. Semoga kita dapat memuliakan hari tersebut dengan berpuasa dan beramal saleh.
Walllahu A'lam
Baca Juga: Mengusap Kepala Anak Yatim di Hari Asyura 10 Muharam, Benarkah Dianjurkan?
Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata: "Siapa yang melapangkan (belanja) pada keluarganya pada hari Asyura maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu." Sufyan berkata: "Telah kami coba maka kami rasakan kebenarannya." Keterangan serupa diriwayatkan dari hadis Abi Said Al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun."
3. Menyantuni dan Mengusap Kepala Anak Yatim
Imam Abu Laits juga mengetengahkan amalan memuliakan anak yatim pada Hari Asyura. "Barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya." (Tanbihul Ghafilin)
Hadis ini dihukumi dhaif (lemah) oleh para ulama. Namun ulama jumhur membolehkan mengamalkan hadis dhaif dengan beberapa syarat. Demikian keistimewaan Hari Asyura dan peristiwa agung yang dialami para Nabi. Semoga kita dapat memuliakan hari tersebut dengan berpuasa dan beramal saleh.
Walllahu A'lam
Baca Juga: Mengusap Kepala Anak Yatim di Hari Asyura 10 Muharam, Benarkah Dianjurkan?
(rhs)