Kekayaan Abdurrahman bin Auf Kebangetan Capai 72.000 Triliun, Elon Musk dan Jeff Bezos Lewat!
Senin, 31 Juli 2023 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Suatu hari, kabar para sahabat hendak berhijrah ke Madinah sampai kepada Abdurrahman bin Auf. Sontak banyak harta bendanya dihibahkan ke mereka yang akan hijrah. Bukannya malah habis, kekayaan Abdurrahman malah bertambah banyak lantaran usaha dagangnya semakin ramai.
Melihat hartanya semakin berlipat, Abdurrahman bin Auf semakin bingung. Bagaimana caranya agar harta bendanya habis dan tidak tersisa. Setelah Perang Tabuk, kurma siap panen yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk dan harganya anjlok. Berita ini pun sampai ke telinga Abdurrahman bin Auf.
Beliau membuat pengumuman, "Semua penduduk Madinah yang kurmanya busuk akan dibeli sesuai harga buah kurma yang normal." Warga Madinah pun berbondong-bondong menjual kurma busuknya kepada Abdurrahman bin Auf. Semua kurma busuk warga Madinah dibeli oleh Abdurrahman bin Auf, hartanya pun habis tanpa tersisa. Beliau bersyukur dan merasa lega.
Beberapa waktu kemudian, datang utusan dari Yaman sedang mencari kurma busuk yang akan digunakan sebagai obat. Buah kurma busuk ini akan dibeli dengan harga 10 kali lipat dari harga di pasaran. Penduduk Yaman kala itu sedang dilanda wabah penyakit perut. Wabah itu hanya bisa diobati dengan kurma busuk.
Warga Madinah memberitahu agar utusan Yaman itu pergi ke rumah Abdurrahman bin Auf. Singkat cerita, kurma busuk itu dibeli 10 kali lipat oleh utusan dari Yaman itu. Abdurrahman bin Auf semakin kaya raya. Jumlah kekayaannya tidak ada yang menandinginya.
Abdurrahman bin 'Auf wafat di Madinah pada usia 75 tahun, ada yang menyebut usia 72 tahun, wallahu A'lam. Jasad beliau disholatkan Khalifah Utsman bin Affan dan dimakamkan di perkuburan Baqi Madinah. Setelah wafat beliau meninggalkan harta yang sangat banyak di antaranya ribuan ekor unta, kuda, kambing dan warisan lainnya yang bernilai triliunan.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kisah Sahabat Nabi Paling Kaya, Masuk Surga dengan Merangkak
Melihat hartanya semakin berlipat, Abdurrahman bin Auf semakin bingung. Bagaimana caranya agar harta bendanya habis dan tidak tersisa. Setelah Perang Tabuk, kurma siap panen yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk dan harganya anjlok. Berita ini pun sampai ke telinga Abdurrahman bin Auf.
Beliau membuat pengumuman, "Semua penduduk Madinah yang kurmanya busuk akan dibeli sesuai harga buah kurma yang normal." Warga Madinah pun berbondong-bondong menjual kurma busuknya kepada Abdurrahman bin Auf. Semua kurma busuk warga Madinah dibeli oleh Abdurrahman bin Auf, hartanya pun habis tanpa tersisa. Beliau bersyukur dan merasa lega.
Beberapa waktu kemudian, datang utusan dari Yaman sedang mencari kurma busuk yang akan digunakan sebagai obat. Buah kurma busuk ini akan dibeli dengan harga 10 kali lipat dari harga di pasaran. Penduduk Yaman kala itu sedang dilanda wabah penyakit perut. Wabah itu hanya bisa diobati dengan kurma busuk.
Warga Madinah memberitahu agar utusan Yaman itu pergi ke rumah Abdurrahman bin Auf. Singkat cerita, kurma busuk itu dibeli 10 kali lipat oleh utusan dari Yaman itu. Abdurrahman bin Auf semakin kaya raya. Jumlah kekayaannya tidak ada yang menandinginya.
Abdurrahman bin 'Auf wafat di Madinah pada usia 75 tahun, ada yang menyebut usia 72 tahun, wallahu A'lam. Jasad beliau disholatkan Khalifah Utsman bin Affan dan dimakamkan di perkuburan Baqi Madinah. Setelah wafat beliau meninggalkan harta yang sangat banyak di antaranya ribuan ekor unta, kuda, kambing dan warisan lainnya yang bernilai triliunan.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kisah Sahabat Nabi Paling Kaya, Masuk Surga dengan Merangkak
(rhs)
Lihat Juga :