Catatan Prof Sameena Dalwai tentang Pembakaran Masjid dan Pembantaian Muslim di India

Jum'at, 04 Agustus 2023 - 18:44 WIB
loading...
A A A
Kami tidak memiliki plakat, dinding yang dicat, dan hampir tidak ada tugu peringatan, hanya kenangan. Visi terukir di benak orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Di Jerman, itu dimulai dengan serangan terhadap perdagangan Yahudi dan larangan pekerjaan profesional mereka, tumbuh menjadi penyitaan properti dan rumah Yahudi, tetapi segera berubah menjadi deportasi ke ghetto, diikuti dengan pembunuhan massal. Selama ini orang Jerman non-Yahudi menyaksikan. Bisakah mereka menghentikannya?

Di India, kita menyaksikan peracunan pikiran kolektif yang cepat dengan propaganda bahwa kejayaan kuno umat Hindu dinodai oleh para penguasa Muslim. Kebangkitan India kontemporer ditahan oleh Muslim – yang disalahkan atas segalanya mulai dari populasi besar negara itu dan penyebaran virus corona hingga praktik anti-perempuan dan bahkan inflasi.

Dari penarikan beasiswa bagi umat Islam hingga amandemen undang-undang kewarganegaraan yang mendiskriminasi pencari suaka Muslim, partai yang berkuasa tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk mengobarkan bahan bakar perpecahan.

Baca juga: Sulitnya Minoritas Muslim India Cari Tempat Salat Jumat, Faktanya Mengerikan

Kekerasan dan hukuman gantung secara berkala, seperti di Haryana minggu ini, membantu mendorong umat Islam semakin jauh ke dalam ghetto.

Organisasi wanita Muslim yang bekerja menuju kesetaraan rumah tangga, pemuda Muslim mencoba mengadopsi cara hidup liberal jauh dari pandangan masyarakat, dan anak-anak yang mencoba mendapatkan pendidikan dan mobilitas ekonomi semuanya didorong kembali ke dalam ghetto.

Mereka kemudian dipaksa untuk hidup sebagai seorang Muslim yang ditentukan oleh orang lain - hak Hindu dan para pemimpin Muslim yang memproklamirkan diri menentukan bagaimana seorang Muslim harus berpenampilan, berperilaku dan berpakaian. Orang-orang fanatik dari kedua belah pihak memperdebatkannya, saling beradu pedang.

Suara Muslim biasa – pemuda, anak-anak, wanita, pria dan profesional – hilang. Akibatnya, target yang tidak berubah dipertahankan untuk para pedagang kebencian.

Beberapa dekade setelah Holocaust, Jerman masih memikul beban sejarahnya. Kami orang India menjalani sejarah itu di sini, saat ini. Apakah sudah terlambat untuk mengubahnya? Atau apakah generasi masa depan kita dikutuk untuk memikul beban dari apa yang kita lakukan - dan tidak kita lakukan?

Baca juga: Ortu Siswi Muslim India: Apa Salahnya Jika Anak Kami Berhijab?
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Inilah 4 Masjid yang...
Inilah 4 Masjid yang Harus Dikunjungi Jemaah Haji di Tanah Suci
Masjid Quba, Masjid...
Masjid Quba, Masjid Istimewa yang Dipuji Allah dalam Al-Qur'an
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Masjid Nabawi: Perpaduan...
Masjid Nabawi: Perpaduan Jejak Sejarah Rasulullah dan Kemegahan Arsitektur Islam
Masjid Indonesia di...
Masjid Indonesia di Yokohama Jepang Diresmikan
Rekomendasi
Danau Hantu Pagi Hari...
Danau Hantu Pagi Hari Airnya Luber, Beberapa Jam Kemudian Mengering
Jadi Ketakutan Dunia,...
Jadi Ketakutan Dunia, SROCC Ungkap Air Laut di Indonesia Terancam Jadi Asam
Keretakan Lempeng Bumi...
Keretakan Lempeng Bumi Semakin Parah, Benua Afrika Akan Terbelah Dua
Artikel Terkini
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved