Tadabbur Al-Baqarah Ayat 29: Penciptaan 7 Lapis Langit dan Penjelasan Sains
Senin, 14 Agustus 2023 - 17:54 WIB
loading...
Allah menjadikan langit yang tadinya satu lapis menjadi tujuh lapis. Langit yang dipenuhi bintang-bintang disebut sebagai langit dunia yang biasa kita lihat. Foto/dok Peakpx
A
A
A
Tadabbur ayat Al-Qur'an kali ini mengulas tentang penciptaan tujuh lapis langit yang sempurna. Keberadaan tujuh lapis langit ini telah diisyaratkan Al-Qur'an dan faktanya tidak bertentangan dengan ilmu Sains (Astronomi).
Jika mentadabburi Surat Al-Baqarah ayat 29, kita akan merenungkan, memikirkan dan menghayati kekuasaan Allah menciptakan segala sesuatu. Berikut firman Allah dalam Surat Al-Baqarah Ayat 29:
Huwalladzii kholaqa lakum maa fil ardhi jamii'an tsummas tawaaa ilas samaaa'i fasaw waahunna sab'a samaa waat; wa Huwa bikulli syai'in 'Aliim.
Artinya: "Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Surat Al-Baqarah Ayat 29)
Dalam tafsir ringkas Kemenag, ayat ini menegaskan karunia besar Allah menciptakan langit dan bumi untuk kemaslahatan manusia. Kalimat "Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit" memberi pengertian bahwa Allah menciptakan bumi dan segala isinya untuk manusia. Allah telah menciptakan langit lalu menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa." Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh." (QS Fussilat: 11)
Pada ayat 29 ini dijelaskan bahwa Allah menyempurnakan langit yang satu dan masih berupa asap itu menjadi tujuh langit. Angka tujuh dalam bahasa Arab dapat berarti enam tambah satu, bisa juga berarti banyak sekali lebih sekadar enam tambah satu. Jika kita mengambil arti yang pertama (enam tambah satu) maka berarti Allah menjadikan langit yang tadinya satu lapis menjadi tujuh lapis, atau Allah menjadikan benda langit yang tadinya hanya satu menjadi tujuh benda langit.
Tiap-tiap benda langit ini beredar mengelilingi matahari menurut jalannya pada garis edar yang tetap sehingga tidak ada yang berbenturan. Tetapi matahari hanya berputar dan beredar pada garis porosnya saja karena matahari menjadi pusat dalam sistem tata surya ini.
Ilmu Sains
Dalam ilmu astronomi, langit adalah seluruh ruang angkasa semesta, yang di dalamnya ada berbagai benda langit termasuk matahari, bumi, planet-planet, galaksi-galaksi, supercluster, dan sebagainya. Langit yang berisi bintang-bintang itu memang disebut sebagai langit dunia.
Itulah langit yang kita kenal selama ini. Dan itu pula yang dipelajari oleh para ahli astronomi selama ini, yang diduga diameternya sekitar 30 miliar tahun cahaya. Dan mengandung triliunan benda langit dalam skala tak berhingga.
Jika mentadabburi Surat Al-Baqarah ayat 29, kita akan merenungkan, memikirkan dan menghayati kekuasaan Allah menciptakan segala sesuatu. Berikut firman Allah dalam Surat Al-Baqarah Ayat 29:
هُوَ الَّذِىۡ خَلَقَ لَـكُمۡ مَّا فِى الۡاَرۡضِ جَمِيۡعًا ثُمَّ اسۡتَوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ فَسَوّٰٮهُنَّ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍؕ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ
Huwalladzii kholaqa lakum maa fil ardhi jamii'an tsummas tawaaa ilas samaaa'i fasaw waahunna sab'a samaa waat; wa Huwa bikulli syai'in 'Aliim.
Artinya: "Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Surat Al-Baqarah Ayat 29)
Dalam tafsir ringkas Kemenag, ayat ini menegaskan karunia besar Allah menciptakan langit dan bumi untuk kemaslahatan manusia. Kalimat "Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit" memberi pengertian bahwa Allah menciptakan bumi dan segala isinya untuk manusia. Allah telah menciptakan langit lalu menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa." Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh." (QS Fussilat: 11)
Pada ayat 29 ini dijelaskan bahwa Allah menyempurnakan langit yang satu dan masih berupa asap itu menjadi tujuh langit. Angka tujuh dalam bahasa Arab dapat berarti enam tambah satu, bisa juga berarti banyak sekali lebih sekadar enam tambah satu. Jika kita mengambil arti yang pertama (enam tambah satu) maka berarti Allah menjadikan langit yang tadinya satu lapis menjadi tujuh lapis, atau Allah menjadikan benda langit yang tadinya hanya satu menjadi tujuh benda langit.
Tiap-tiap benda langit ini beredar mengelilingi matahari menurut jalannya pada garis edar yang tetap sehingga tidak ada yang berbenturan. Tetapi matahari hanya berputar dan beredar pada garis porosnya saja karena matahari menjadi pusat dalam sistem tata surya ini.
Ilmu Sains
Dalam ilmu astronomi, langit adalah seluruh ruang angkasa semesta, yang di dalamnya ada berbagai benda langit termasuk matahari, bumi, planet-planet, galaksi-galaksi, supercluster, dan sebagainya. Langit yang berisi bintang-bintang itu memang disebut sebagai langit dunia.
Itulah langit yang kita kenal selama ini. Dan itu pula yang dipelajari oleh para ahli astronomi selama ini, yang diduga diameternya sekitar 30 miliar tahun cahaya. Dan mengandung triliunan benda langit dalam skala tak berhingga.
Lihat Juga :