Menjenguk Pasien yang Juga Pendeta Senior Kristiani, Begini Percakapannya

Rabu, 16 Agustus 2023 - 10:05 WIB
loading...
Menjenguk Pasien yang...
Imam Shamsi Ali punya kisah menarik ketika menjenguk seorang pasien di rumah sakit New York yang kebetulan seorang Pendeta senior Kristiani. Foto/ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation USA

Salah satu tugas sehari-hari saya saat ini adalah memberikan pelayanan spiritual (spiritual care) kepada para pasien dan pekerja rumah sakit (dokter, perawat, dan lainnya) di Rumah Sakit Bellevue di Kota New York. Rumah sakit ini adalah rumah sakit pemerintah terbesar dengan jumlah pasien tidak pernah kurang dari 800 orang setiap harinya.

Selain tugas di atas, saya juga memimpin masjid rumah sakit yang cukup besar, memuat lebih 200 orang. Selain para dokter, perawat dan pegawai rumah sakit, jamaah Masjid ini juga datang dari Rumah Sakit New York dan Tilsh. Dua rumah sakit besar lainnya yang terletak tidak jauh dari Bellevue.

Yang ingin saya sampaikan kali ini adalah bahwa kami pelayan spiritual, biasa digelari dengan spiritual doctor (dokter kerohaniaan) terdiri dari ragam latar belakang agama. Ada Pendeta Katolik, Kristen Protestan, Rabbi Yahudi, bahkan ada yang disebut humanis spiritual care provider (pelayan kerohaniaan humanis). Staf humanis ini mengaku tidak percaya Tuhan (atheis) dan tidak memiliki afiliasi agama.

Walaupun kami berbeda, bahkan dalam hal yang sangat prinsip, kami semua merasa bertugas memberikan pelayanan yang sama dan terbaik bagi kemanusiaan (humanity). Bagi kami yang beragama tentu pelayanan ini melalui tuntunan agama yang diyakini masing-masing.

Yang menarik adalah setiap hari kami berkumpul selama 30 menit untuk berdiskusi dan sharing pengalaman dalam melakukan tugas, tentu sesuai perpektif kami masing-masing. Namun tidak jarang diskusi itu menyentuh hal-hal yang bersifat personal masing-masing agama. Bahwa pada setiap agama itu ada hal-hal unik yang tidak bahkan berlawanan dengan agama dan keyakinan orang lain.

Sebagai misal, saya sebagai seorang Muslim tentu ketika menyapa pasien atau petugas rumah sakit Katolik tidak akan memberikan simbol-simbol Katolik. Ketika mendoakan untuk kesembuhan seorang Katolik tidak mungkin saya ditutup dengan atas nama Yesus misalnya. Karena hal ini tidak sejalan dengan keyakinan saya.

Demikian sebaliknya Pendeta Katolik ketika menjenguk pasien Muslim maka dia harus sensitif dan tidak memperlihatkan simbol-simbol agama Katolik. Kalaupun mendoakan untuk kesembuhan maka doa itu tidak boleh dikaitkan dengan keyakinannya dengan menutup "atas nama Yesus" misalnya.

Untuk diketahui pelayanan yang kami berikan tidak terbatas kepada sesama agama. Tapi untuk semua tanpa batas. Batasannya hanya ada pada sentifitas dan respect pada agama dan keyakinan orang lain.

Bertemu Pasien yang Merupakan Pendeta Senior
Namun tidak jarang terjadi hal-hal lucu tapi menarik. Dua hari yang lalu misalnya, saya menjenguk seorang pasien, yang menurut daftar pasien rumah sakit pasien ini beragama Kristen Evangelical. Dalam benak saya pastinya saya akan ketemu dengan seseorang yang fanatik dan kuat dalam Agama Kristiani.

Ketika saya masuk dalam ruangannya sambil menyapa: "Good morning" ternyata orang yang cukup senior itu dengan sangat ramah menyapa kembali "Good morning".

Setelah basa-basi dengan "how is your day" (Apa kabarmu hari ini?) dan seterusnya, saya mengenalkan diri sebagai seorang Muslim dan Imam. Orang itu sedikit terkejut, tapi tetap ramah dan tersenyum. "Nice to meet you," sapanya.

Tapi yang mengejutkan dia mengenalkan diri sebagai Reverend atau Pendeta senior Kristiani. Singkat cerita, terjadilah dialog yang cukup panjang dan luas. Masing-masing menyampaikan sikap, tanpa tendensi memaksakan pendapat dan keyakinan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Metode Dakwah Para Nabi:...
Metode Dakwah Para Nabi: Nabi Ibrahim Memulai dari Keluarga, Nabi Muhammad Meneladaninya
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Memiliki Perisai Setajam...
Memiliki Perisai Setajam Pisau, Dinosaurus Jenis Baru Ditemukan
Arkeolog Temukan Bukti...
Arkeolog Temukan Bukti Baru tentang Koloni Roanoke yang Hilang
Pemahaman Sains dan...
Pemahaman Sains dan Keyakinan Secara Utuh
Artikel Terkini
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Cara Mengenali Rumah...
Cara Mengenali Rumah Tangga Samawa, Ini 7 Ciri-Cirinya Menurut Ajaran Islam
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved