Menjenguk Pasien yang Juga Pendeta Senior Kristiani, Begini Percakapannya
Rabu, 16 Agustus 2023 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu hal yang kita bicarakan adalah posisi Nabi Ibrahim dalam keyakinan Islam dan Kristiani. Pendeta itu bersikukuh bahwa Ibrahim itu meyakini keyakinannya. Tentu dalam artian bahwa Ibrahim itu meyakini trinitas (tiga tapi satu, satu tapi tiga). Saya tentu menyampaikan perspektif Islam, baik dari sudut sejarah maupun informasi Al-Qur'an.
Seperti yang diperkirakan kami masing-masing bertahan dan kokoh dengan argumentasi. Yang terjadi memang bukan sekadar percakapan. Tapi debat kecil namun dengan kedewasaan dan penuh kesantunan. Orang ini Kebetulan keturunan Irlandia Utara (Northern Island) yang pada umumnya membela Palestina.
Namun, ada satu hal yang saya tanyakan dan beliau tidak sanggup menjawabnya. Pertanyaan itu adalah tentang tiga ayat Injil di Kitab Genesis (Genesis 12: 1-3) sebagai berikut:
"The Lord has said to Abraham: go from your country, your people, your father's house hold to the land I will show you. I will make into a great nation, and I will bless you. I will bless those who bless you, and whoever curses you I will curse; and all people on earth will be blessed through you."
Pertanyaan saya sederhana. Kemana Tuhan menyuruh Ibrahim berangkat dan siapa bangsa besar itu yang diberkahi Tuhan itu? Lalu siapa bangsa (umat) yang bless (bersholawat) kepada Ibrahim dan Tuhan memberkahi mereka?
Pertanyaan seanjutnya: "Apakah umat Kristiani saat ini menyampaikan pemberkatan atau dalam bahasa Islam bersholawat kepada Ibrahim ?
Sang Pendeta itu bingung dan hanya bisa terdiam. Saya hanya menyampaikan bahwa kami umat Islam punya ucapan keberkahan (a blessing statement atau sholawat) khusus untuk dua Nabi dan Rasul tercinta; Ibrahim dan Muhammad ﷺ. Itulah yang kami sebut dengan "as-sholatu al-Ibrahimiyah (Sholawat Ibrahimiyah)." Dan kami ucapkan ini di setiap Sholat. Bahkan setiap kami bersholawat kepada baginda Muhammad ﷺ, kami pada umumnya juga bersholawat kepada Ibrahim.
So, according to your honest judgment, who this nation on whom Allah bless because they bless Ibrahim?
Sang Pendeta itu hanya tersenyum. Kali ini dengan senyuman yang sedikit kecut, bahkan mungkin sebuah senyuman pahit (bitter smile). Semoga Allah memberikan hidayah-Nya. Aamin!
Manhattan, 10 Agustus 2023
Baca Juga: Berharap pada Makhluk Akan Kecewa, Mengharap kepada Allah Hidup Mulia
Seperti yang diperkirakan kami masing-masing bertahan dan kokoh dengan argumentasi. Yang terjadi memang bukan sekadar percakapan. Tapi debat kecil namun dengan kedewasaan dan penuh kesantunan. Orang ini Kebetulan keturunan Irlandia Utara (Northern Island) yang pada umumnya membela Palestina.
Namun, ada satu hal yang saya tanyakan dan beliau tidak sanggup menjawabnya. Pertanyaan itu adalah tentang tiga ayat Injil di Kitab Genesis (Genesis 12: 1-3) sebagai berikut:
"The Lord has said to Abraham: go from your country, your people, your father's house hold to the land I will show you. I will make into a great nation, and I will bless you. I will bless those who bless you, and whoever curses you I will curse; and all people on earth will be blessed through you."
Pertanyaan saya sederhana. Kemana Tuhan menyuruh Ibrahim berangkat dan siapa bangsa besar itu yang diberkahi Tuhan itu? Lalu siapa bangsa (umat) yang bless (bersholawat) kepada Ibrahim dan Tuhan memberkahi mereka?
Pertanyaan seanjutnya: "Apakah umat Kristiani saat ini menyampaikan pemberkatan atau dalam bahasa Islam bersholawat kepada Ibrahim ?
Sang Pendeta itu bingung dan hanya bisa terdiam. Saya hanya menyampaikan bahwa kami umat Islam punya ucapan keberkahan (a blessing statement atau sholawat) khusus untuk dua Nabi dan Rasul tercinta; Ibrahim dan Muhammad ﷺ. Itulah yang kami sebut dengan "as-sholatu al-Ibrahimiyah (Sholawat Ibrahimiyah)." Dan kami ucapkan ini di setiap Sholat. Bahkan setiap kami bersholawat kepada baginda Muhammad ﷺ, kami pada umumnya juga bersholawat kepada Ibrahim.
So, according to your honest judgment, who this nation on whom Allah bless because they bless Ibrahim?
Sang Pendeta itu hanya tersenyum. Kali ini dengan senyuman yang sedikit kecut, bahkan mungkin sebuah senyuman pahit (bitter smile). Semoga Allah memberikan hidayah-Nya. Aamin!
Manhattan, 10 Agustus 2023
Baca Juga: Berharap pada Makhluk Akan Kecewa, Mengharap kepada Allah Hidup Mulia
(rhs)
Lihat Juga :