Begini Makna Islam dan Iman dalam Hadis tentang Dialog Rasulullah SAW dengan Jibril
Kamis, 31 Agustus 2023 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah SAW mengatakan tentang Islam: “Engkau bersaksi bahwasanya tidak ada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan menunaikan haji ke Kakbah apabila engkau memiliki kemampuan.”
Sementara itu, tentang Iman, beliau bersabda: “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman ke pada takdir baik maupun takdir buruk.”
Abu Ubaidah Yusuf mengatakan dari sini dapat kita ketahui bahwa antara Islam dan Iman ada perbedaan jika digabungkan. Islam untuk amalan lahir dan iman untuk amalan batin. Dan iman lebih tinggi derajatnya daripada Islam. Oleh karena itu, para ulama berkata: “Setiap mukmin pasti muslim, namun tidak setiap muslim pasti mukmin.”
Mereka juga berkata: “Apabila kata Islam dan iman digabung maka keduanya memiliki makna yang berbeda, namun jika hanya disebut salah satunya saja maka mencakup lainnya, Islam mencakup iman dan iman mencakup Islam.”
Baca juga: Malaikat Bisa Berubah Wujud dalam Hadis tentang Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Jibril
Contoh kaidah ini cukup banyak, seperti lafaz Islam dan iman, lafaz al birr dan at-taqwa, lafaz fakir dan miskin, lafaz iman dan amal saleh. Ibnul Qayyim dalam Risalah Tabukiyyah, berkata: “Ini merupakan kaidah yang mulia. Siapa yang memahaminya dengan baik, maka akan tersingkap darinya berbagai kerumitan yang dialami banyak manusia.”
Contohnya, dalam sebuah hadis Nabi SAW bersabda: “Bebaskanlah dia, karena dia adalah seorang wanita mukminah.” Berarti mencakup muslimah juga.
Lantas, kapan iman dan Islam itu berbeda maknanya? Yakni ketika Islam dan iman disebut bersamaan seperti dalam hadis ini, maka Islam adalah dalam masalah lahir, sedangkan iman adalah masalah batin, seperti juga dalam firman Allah SWT:
Orang-orang Arab Badui berkata: “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: ‘Kami baru berislam’ karena iman (yang sebenarnya) belum masuk ke dalam hatimu. Jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu.” Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS Al-Hujurat [49] : 14)
Baca juga: Pelajaran dari Hadis tentang Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Jibril bagi Para Penuntut Ilmu
Sementara itu, tentang Iman, beliau bersabda: “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman ke pada takdir baik maupun takdir buruk.”
Abu Ubaidah Yusuf mengatakan dari sini dapat kita ketahui bahwa antara Islam dan Iman ada perbedaan jika digabungkan. Islam untuk amalan lahir dan iman untuk amalan batin. Dan iman lebih tinggi derajatnya daripada Islam. Oleh karena itu, para ulama berkata: “Setiap mukmin pasti muslim, namun tidak setiap muslim pasti mukmin.”
Mereka juga berkata: “Apabila kata Islam dan iman digabung maka keduanya memiliki makna yang berbeda, namun jika hanya disebut salah satunya saja maka mencakup lainnya, Islam mencakup iman dan iman mencakup Islam.”
Baca juga: Malaikat Bisa Berubah Wujud dalam Hadis tentang Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Jibril
Contoh kaidah ini cukup banyak, seperti lafaz Islam dan iman, lafaz al birr dan at-taqwa, lafaz fakir dan miskin, lafaz iman dan amal saleh. Ibnul Qayyim dalam Risalah Tabukiyyah, berkata: “Ini merupakan kaidah yang mulia. Siapa yang memahaminya dengan baik, maka akan tersingkap darinya berbagai kerumitan yang dialami banyak manusia.”
Contohnya, dalam sebuah hadis Nabi SAW bersabda: “Bebaskanlah dia, karena dia adalah seorang wanita mukminah.” Berarti mencakup muslimah juga.
Lantas, kapan iman dan Islam itu berbeda maknanya? Yakni ketika Islam dan iman disebut bersamaan seperti dalam hadis ini, maka Islam adalah dalam masalah lahir, sedangkan iman adalah masalah batin, seperti juga dalam firman Allah SWT:
Orang-orang Arab Badui berkata: “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: ‘Kami baru berislam’ karena iman (yang sebenarnya) belum masuk ke dalam hatimu. Jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu.” Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS Al-Hujurat [49] : 14)
Baca juga: Pelajaran dari Hadis tentang Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Jibril bagi Para Penuntut Ilmu
(mhy)
Lihat Juga :