Cara Setan Menakut-nakuti Orang Beriman, Begini Penjelasannya
Selasa, 05 September 2023 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, dengan rahmat-Nya, Allâh Azza wa Jalla memerintahkan manusia untuk menjadikan syaithan sebagai musuh. Allah mengingatkan kepada orang beriman agar jangan takut kepada setan karena memang sebenarnya setan musuh bagi manusia.
Bahwa Allâh Azza wa Jalla berfirman "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Fâthir : 6).
Dalam menjalankan aksinya menyesatkan dan membinasakan manusia, setan memiliki dua senjata yaitu syubhat dan syahwat. Oleh karena itu, orang yang ingin selamat harus berjihad melawan syaithan dengan bersenjatakan ilmu dan mentazkiyah (membersihkan) jiwanya.
Ilmu nafi’ (yang yang bermanfaat) akan membuahkan rasa yakin, yang akan menolak syubhat. Sedangkan tazkiyatun nafs akan melahirkan ketakwaan dan kesabaran, yang membuatnya mampu mengendalikan syahwat.
Setan juga akan selalu menjanjikan kesenangan kepada mereka sekalipun mereka fasik dan berbuat maksiat. Orang yang berakal tidak akan mengikuti tipuan setan. Karena orang beriman yang akalnya dibimbing Allah Ta'ala akan menilai bahwa sejatinya kesenangan yang ditawarkan setan itu menipu karena ujung-ujungnya setan akan membawa pada kesesatan dan neraka.
Wallahu A'lam
Bahwa Allâh Azza wa Jalla berfirman "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Fâthir : 6).
Dalam menjalankan aksinya menyesatkan dan membinasakan manusia, setan memiliki dua senjata yaitu syubhat dan syahwat. Oleh karena itu, orang yang ingin selamat harus berjihad melawan syaithan dengan bersenjatakan ilmu dan mentazkiyah (membersihkan) jiwanya.
Ilmu nafi’ (yang yang bermanfaat) akan membuahkan rasa yakin, yang akan menolak syubhat. Sedangkan tazkiyatun nafs akan melahirkan ketakwaan dan kesabaran, yang membuatnya mampu mengendalikan syahwat.
Setan juga akan selalu menjanjikan kesenangan kepada mereka sekalipun mereka fasik dan berbuat maksiat. Orang yang berakal tidak akan mengikuti tipuan setan. Karena orang beriman yang akalnya dibimbing Allah Ta'ala akan menilai bahwa sejatinya kesenangan yang ditawarkan setan itu menipu karena ujung-ujungnya setan akan membawa pada kesesatan dan neraka.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :