Pakaian Sebagai Pelindung: Iman Itu Telanjang, Pakaiannya Adalah Takwa
Selasa, 04 Agustus 2020 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
Kepribadian umat juga harus ada. Ketika Rasul membicarakan bagaimana cara yang paling tepat untuk menyampaikan/mengundang kaum Muslim melaksanakan salat, maka ada di antara sahabatnya yang mengusulkan menancapkan tanda, sehingga yang melihatnya segera datang. Beliau tidak setuju. Ada lagi yang mengusulkan untuk menggunakan terompet, dan komentar beliau: "Itu cara Yahudi." Ada juga yang mengusulkan membunyikan lonceng. "Itu cara Nasrani," sabda beliau.
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (1)
Akhirnya yang disetujui beliau adalah azan yang kita kenal sekarang, setelah Abdullah bin Zaid Al-Anshari dan juga Umar bin Khattab RA. Bermimpi tentang cara tersebut. Demikian diriwayatkan oleh Abu Daud.
Yang penting untuk digarisbawahi adalah bahwa Rasul menekankan pentingnya menampilkan kepribadian tersendiri, yang berbeda dengan yang lain. Dari sini dapat dimengerti mengapa Rasul SAW bersabda: “Siapa yang meniru satu kaum, maka ia termasuk kelompok kaum itu”.
Baca juga: Allah Ta'ala Maha Indah: Lalu, Bagaimana Seni Menurut Al-Quran?
Kepribadian imaterial (rohani) bahkan ditekankan oleh Al-Quran, antara lain melalui surat Al-Hadid (57): 16:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman,untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun, dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya yang telah diberikan Al-Kitab (orang Yabudi dan Nasrani). Berlalulah masa yang panjang bagi mereka sehingga hati mereka menjadi keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik.
Baca juga: Hati Adalah Raja, Amalan Hati Lebih Penting Ketimbang Amal Badan
Seorang Muslim diharapkan mengenakan pakaian rohani dan jasmani yang menggambarkan identitasnya.
Disadari sepenuhnya bahwa Islam tidak datang menentukan mode pakaian tertentu, sehingga setiap masyarakat dan periode, bisa saja menentukan mode yang sesuai dengan seleranya. Namun demikian agaknya tidak berlebihan jika diharapkan agar dalam berpakaian tercermin pula identitas itu.
(Baca juga: Halal dan Haram, serta Perintah Makan dalam Al-Quran)
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (1)
Akhirnya yang disetujui beliau adalah azan yang kita kenal sekarang, setelah Abdullah bin Zaid Al-Anshari dan juga Umar bin Khattab RA. Bermimpi tentang cara tersebut. Demikian diriwayatkan oleh Abu Daud.
Yang penting untuk digarisbawahi adalah bahwa Rasul menekankan pentingnya menampilkan kepribadian tersendiri, yang berbeda dengan yang lain. Dari sini dapat dimengerti mengapa Rasul SAW bersabda: “Siapa yang meniru satu kaum, maka ia termasuk kelompok kaum itu”.
Baca juga: Allah Ta'ala Maha Indah: Lalu, Bagaimana Seni Menurut Al-Quran?
Kepribadian imaterial (rohani) bahkan ditekankan oleh Al-Quran, antara lain melalui surat Al-Hadid (57): 16:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman,untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun, dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya yang telah diberikan Al-Kitab (orang Yabudi dan Nasrani). Berlalulah masa yang panjang bagi mereka sehingga hati mereka menjadi keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik.
Baca juga: Hati Adalah Raja, Amalan Hati Lebih Penting Ketimbang Amal Badan
Seorang Muslim diharapkan mengenakan pakaian rohani dan jasmani yang menggambarkan identitasnya.
Disadari sepenuhnya bahwa Islam tidak datang menentukan mode pakaian tertentu, sehingga setiap masyarakat dan periode, bisa saja menentukan mode yang sesuai dengan seleranya. Namun demikian agaknya tidak berlebihan jika diharapkan agar dalam berpakaian tercermin pula identitas itu.
(Baca juga: Halal dan Haram, serta Perintah Makan dalam Al-Quran)
(mhy)
Lihat Juga :